BREBES,GarudaXpose.com//-Usai Shalat Id berjamaah di Masjid Agung Brebes, Sabtu (21/3/2026), Bupati Paramitha Widya Kusuma membuka Pendopo Kabupaten untuk Open House Idul Fitri 1447 H. Pintu yang biasanya tertutup untuk urusan birokrasi hari itu berubah menjadi ruang temu warga tanpa protokol,tanpa jarak.
Sejak pukul 07.30 WIB, arus warga mengalir bergelombang ke pendopo. Rombongan keluarga datang dari Salem, Bumiayu, hingga Losari; sebagian berjalan kaki dari kampung sekitar, sebagian menumpang bak terbuka. Di pintu masuk, petugas Satpol PP yang biasanya memeriksa identitas kali ini hanya mengarahkan antrean, mempersilakan warga masuk tanpa sekat. Asisten Sekda, staf ahli, kepala dinas, camat, pimpinan BUMD, hingga organisasi perempuan daerah hadir bersama keluarga, berbaur dengan warga dari berbagai kecamatan. Keluarga Wakil Bupati Wurja dan jajaran Forkopimda ikut bergabung; Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah tampak duduk semeja dengan warga, berbincang santai di tengah suasana Lebaran.
Pendopo tak lagi sekadar kantor. Di serambi, anak-anak berlari kecil sambil menenteng kupat, sementara orang tua mereka mengantre sajian opor, rendang, dan sambal goreng krecek. Di ruang dalam, meja-meja panjang disusun rapat, di atasnya terhidang lontong sayur, sate, telur pindang, hingga kue nastar dan putri salju. Relawan dari TP-PKK dan Dharma Wanita menyajikan teh hangat serta es blewah. Musik gambus mengalun pelan, diselingi sesekali lagu daerah yang dibawakan kelompok remaja masjid. Percakapan mengalir ringan, diselingi tawa silaturahmi yang biasanya terbatas seremoni berubah menjadi pertemuan yang cair dan akrab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga memanfaatkan momen untuk menyampaikan aspirasi langsung. Seorang petani bawang dari Wanasari menanyakan kepastian harga dan distribusi pupuk; pedagang pasar dari Ketanggungan mengeluhkan parkir liar di sekitar alun-alun. Paramitha mendengarkan, mencatat, lalu mengarahkan kepala dinas terkait yang juga hadir di lokasi. “Kalau bisa selesai di meja makan, kenapa harus menunggu rapat dinas,” ujar salah seorang camat yang duduk di sebelahnya.
Bupati menegaskan makna acara. “Open House ini bukan sekadar tradisi, melainkan ruang silaturahmi yang menyatukan kita semua. Di hari yang fitri ini, kami membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat bisa hadir, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kebersamaan,” kata Paramitha di sela menyalami warga.
Ia menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada warga Brebes: “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali dalam keadaan suci, dipenuhi kebahagiaan, dan semakin mempererat persaudaraan.”
Lebih jauh, Paramitha menekankan keberlanjutan nilai Ramadan. “Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Brebes tetap guyub, rukun, dan saling peduli,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemkab akan melanjutkan program “Brebes Menyapa” pasca-Lebaran: kunjungan bergilir ke desa-desa untuk mendengar langsung kebutuhan warga, meneruskan dialog yang dimulai hari ini.
Hingga siang, tamu datang silih berganti. Di pelataran, antrean warga menunggu giliran berswafoto bersama bupati dan wakil bupati, sementara anak-anak menerima amplop kecil berisi uang saku Lebaran dari panitia. Menjelang zuhur, acara mereda perlahan, meninggalkan pendopo yang bersih dan lapang bekas piring ditata, sisa makanan dibungkus untuk dibawa pulang warga yang masih menunggu angkutan.
Open House pun menandai komitmen Pemkab Brebes membuka ruang kedekatan: menutup rangkaian Ramadan dengan memperkuat ikatan sosial yang menjadi fondasi Brebes ke depan. Bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan preseden bahwa kantor pemerintah bisa menjadi rumah bersama setidaknya untuk satu hari yang fitri.red
(Agus)











