Info Denpasar Buka Puasa Bersama, ,
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Darussalam, Kelurahan Ubung, Rabu (4/3) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kajari Denpasar, Trimo, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, FKUB Kota Denpasar, Ketua MUI Kota Denpasar, H. Khoeron, Ketua DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, Camat Denpasar Utara, Wayan Ariyanta serta warga muslim sekitar.
Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki Masjid Darussalam. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.
Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.
Lebih lanjut Arya Wibawa mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.
“Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.
Sementara,Ketua Pembina Masjid Darussalam, H. Samsul Hadi dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta jajarannya dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah. Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga.
“Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan budaya lokal,” ungkapnya. (/Eka/tra).
Pastikan Kesiapan Peserta Kasanga Fest 2026. Wawali Tinjau Nominasi 16 Besar Ogoh-Ogoh
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali –Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau banjar-banjar di Kota Denpasar untuk melihat hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026.
Pada Rabu (4/3) malam giliran Banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Utara yang dikunjungi. Sebanyak empat lokasi di wilayah Denpasar Utara menjadi titik kunjungan, bermula di Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja, Banjar Poh Gading Desa Ubung Kaja, Banjar Binoh Kelod Desa Ubung Kaja, Banjar Sedana Merta Ubung serta diakhiri di Banjar Panti Gede Desa Pemecutan Kaja.
Turut serta meninjau bersama Wawali Arya Wibawa yakni Anggota DPRD Bali Dapil Kota Denpasar diantaranya I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, AA Gede Agung Suyoga serta Anak Agung Istri Paramita Dewi. Hadir pula beberapa Anggota DPRD Kota Denpasar, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, serta Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan kunjungan ini guna memotivasi dan memastikan kesiapan para nominasi dalam mengikuti Kesanga Fest Tahun 2026. Beberapa masukan juga diberikan untuk menunjang penampilan karya para STT ini saat pawai nanti.
Pihaknya sekali lagi mengapresiasi karya STT se-Kota Denpasar yang telah mencurahkan kreatifitas maksimal dengan hasil karya ogoh-ogoh semakin berkembang setiap tahunnya.
“Dari pemantauan peserta beberapa hari ini, kami melihat karya STT Denpasar semuanya masuk kategori bagus, tapi saat pemantauan ini ada beberapa masukan dan tentu saja dalam perlombaan akan dipilih yang terbaik. Pesan tambahan dari kami hanya nanti saat pelaksanaan pawai Kesanga Fest 2026 agar adik adik STT ini ikut berperan aktif menjaga ketertiban dan kebersihan area yakni sebelum, selama dan setelah pelaksanaan Kesanga Fest 2026. Agar tercipta kesan baik pelaksanaan kegiatan ini nantinya,” kata Arya Wibawa.
Salah satu perwakilan Sekehe Teruna yakni Ketua STT Eka Dharma Banjar Saih Peguyangan Kaja dengan karya berjudul “Raksasa Kala Nila Tirtha” mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wawali Kadek Agus Arya Wibawa. “Tentunya kehadiran langsung Bapak Wawali Denpasar dan jajaran menjadi motivasi bagi kami.
Kesempatan bertemu langsung ini pula kami manfaatkan untuk berdiskusi secara santai dengan jajaran Pemkot Denpasar. Tentu selain berkaitan dengan kesiapan kami menuju Kesanga Fest 2026 juga sebagai langkah kontribusi kami para kaum muda untuk pembangunan Kota Denpasar,” ucapnya.
Sementara perwakilan Sekehe Teruna Cantika Banjar Sedana Merta Ubung, Panji mengatakan untuk tahun ini pihaknya mengambil Konsep Banyu Pinaruh yang pembuatan ogoh-ogoh sendiri dimulai sejak desember lalu dengan progress penyelesaian ogoh-ogoh saat ini yang sudah mencapai 90 persen, untuk dibawa ke lapangan puputan pada tanggal 6 dini hari, pihaknya berharap tahun ini dapat tampil maksimal tampil lebih baik dari tahun sebelumnya. (toblo-esa/tra).
Pemkot Denpasar Dukung Festival Ogoh-Ogoh
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali –Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda mulai semarak digelar di Kota Denpasar. Mulai dari Festival Ogoh-Ogoh “Sanur Metangi”, Festival Budaya Ogoh-Ogoh di Sesetan, hingga Parade Ogoh-Ogoh “Sandikala” di Padangsambian Kelod, menjadi ruang kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan generasi muda dalam melestarikan tradisi Bali.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan audiensi masing-masing panitia festival yang bertatap muka dengan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Kamis (5/3) di Kantor Walikota Denpasar.
Salah satu kegiatan yang akan menyedot perhatian masyarakat adalah Sanur Metangi Festival yang akan digelar pada 11–12 Maret 2026 di Pantai Mertasari, Sanur. Festival ini menghadirkan berbagai perlombaan seperti lomba ogoh-ogoh, lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba ogoh-ogoh mini, serta lomba tapel ogoh-ogoh.
Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menyampaikan bahwa sebelumnya pada 1 Maret 2026 telah dilaksanakan proses penilaian 27 ogoh-ogoh terbaik se-Sanur. Karya-karya tersebut nantinya akan kembali ditampilkan dalam parade spesial pada puncak Sanur Metangi Festival di Pantai Mertasari.
“Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga menyiapkan layanan shuttle dari Desa Adat Intaran yang membantu mobilitas tim juri serta masyarakat yang ingin menyaksikan parade ogoh-ogoh,” ujarnya.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan festival tersebut. Arya Wibawa mengatakan pemerintah turut membantu memastikan kelancaran kegiatan melalui berbagai langkah, serta penguatan pengamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi acara.
“Kami siap mendukung kelancaran kegiatan ini, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun penataan lingkungan. Kegiatan seperti ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sanur,” ujar Arya Wibawa saat menerima panitia festival didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, serta Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta.
Menurut Arya Wibawa, konsep kegiatan festival tersebut merupakan gagasan positif yang mampu menjadi ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda.
“Konsep Sanur Metangi, Festival Budaya Sesetan hingga ‘Sandikala’ ini sangat bagus. Selain mempererat kebersamaan anak-anak muda, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya dalam kegiatan yang positif. Terlebih Sanur sebagai kawasan pariwisata, tentu generasi mudanya diharapkan terus kreatif dalam merancang kegiatan budaya,” jelasnya.
Sementara itu, kreativitas generasi muda juga ditunjukkan oleh Sabha Yowana Desa Adat Sesetan yang kembali menggelar Festival Budaya Ogoh-Ogoh dengan konsep yang lebih terpusat di Lapangan Pameran Sesetan. Dalam konsep ini, karya ogoh-ogoh akan dipajang secara langsung di lokasi sehingga masyarakat dapat menikmati karya seni tersebut dengan lebih leluasa.
Ketua Panitia, Ketut Suwastika, menjelaskan bahwa festival ini dirancang agar tidak mengganggu akses lalu lintas sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati karya seni ogoh-ogoh.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan loading ogoh-ogoh pada 16 Maret, dilanjutkan dengan pameran ogoh-ogoh pada 17 Maret, dan mencapai puncaknya pada malam pengerupukan, 18 Maret 2026, yang dibuka mulai pukul 14.00 Wita. Panitia juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung.
Semangat kreativitas pemuda juga hadir melalui Parade Ogoh-Ogoh “Sandikala” yang digelar oleh Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Kelod. Kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda setempat untuk menampilkan karya ogoh-ogoh sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Panitia Parade Sandikala, Yoga Ferbiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diikuti 13 ogoh-ogoh dan dilaksanakan di seputaran Jalan Teuku Umar Barat pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan parade dimulai pukul 17.00 Wita (Pur/tra).
Dorong Anak Muda Semakin Berkreativitas Dalam Literasi.
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 tahun 2026 yang diselenggarakan Nyalanesia, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3). Dimana, kegiatan tersebut merupakan wabana positif dalam merangsang anak muda untuk berkreativitas dalam literasi.

Turut hadir pada Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 ini, Anggota DPD RI, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, dan tamu undangan lainnya untuk mengikuti acara tersebut.
Saat membacakan sambutan tertulis Walikota Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, saat ini, dunia tengah berpacu melahirkan inovasi. Kemajuan inovasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui dedikasi panjang pada penguatan literasi sejak dini. Di tengah perubahan global tersebut, Denpasar melangkah menuju kota literasi berbasis budaya, dengan menghadirkan perpustakaan, pojok baca, serta ruang-ruang kreatif di ruang publik. Denpasar menegaskan komitmennya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dikatakannya, literasi hari ini bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi Juga kecakapan memahami informasi, Memilah kebenaran, serta mengubah Pengetahuan menjadi inovasi. Dari ruang-ruang literasi inilah akan tumbuh ide-ide besar, lahir kreativitas, dan terbentuk sumber daya manusia unggul yang siap membawa denpasar bersaing di tingkat Nasional maupun global.
Arya Wibawa menjelaskan, keberadaan perpustakaan memiliki Peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan budaya gemar membaca dan semangat long life learning. Sejalan dengan visi perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan tidak hanya dimaknai sebagai menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan dan
Kompetensi, penguatan karakter dan moral, serta menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat.
“Keberadaan perpustakaan juga perlu didukung oleh berbagai inovasi pengembangan literasi berbasis masyarakat dan juga dalam lingkup sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, gerakan pembudayaan gemar Membaca dan literasi di kota Denpasar saat ini sudah semakin diminati oleh masyarakat. Karenanya, perlu ada upaya Kolaboratif yang semakin masif dan konsisten agar misi gerakan ini dapat Dijalankan secara berkesinambungan. “Terima kasih saya sampaikan kepada
Nyalanesia karena telah turut mendorong gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, dengan menyediakan ruang kreatif bagi siswa/siswi sekolah untuk menuangkan ide dan gagasan mereka. Harapan saya di masa depan, festival literasi ini dapat semakin luas menjaring serta mewadahi kreativitas siswa/siswi sekolah di Kota Denpasar, dan juga memberikan apresiasi Kepada mereka yang berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu Duta Literasi Denpasar, Jemima Mulyandari dalam laporannya mengatakan, bahwa Festival Literasi Denpasar tahun ini sudah menginjak tahun ke 6. Sebuah umur yang
menunjukkan bukan usia balita lagi. Dalam perkembangannya, kegiatan Festival Literasi Denpasar juga selalu meningkat partisipasi pesertanya dari tahun ke tahun. Di tahun ke 6 ini, Festival Literasi Denpasar diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru.
Dikatakannya, pada pelaksanaan tahun ini, Festival ini dengan bangga mempersembahkan 10.150 karya puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen dan esai menjadi kebanggaan bagi denpasar. Semua sudah dibukukan menjadi legacy abadi yang tak terbantahkan bahwa 10 ribu lebih siswa dan guru di Kota Denpasar berani berkarya membangun bangsa dalam bentuk tulisan-tulisan yang mencerdaskan bangsa.
“Sekalipun sudah 6 tahun saya mengkoordinir kegiatan ini, dalam kenyataannya setiap tahun selalu ada tantangan dan kesulitan berbeda yang harus saya hadapi. Tapi di setiap tahun itu jugalah kesimpulan saya tetap sama. Tuhan itu baik. Selalu ada pertolongan dan jalan keluar yang Tuhan berikan kepada saya melalui seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang sangat mensupport kegiatan ini. Di mana ada rintangan yang harus saya lewati, di situlah segenap jajaran Pemerintah Kota Denpasar dengan sigap memberikan solusi. Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas semua doa, support dan pertolongan nyata yang sudah saya terima dari Bapak dan Ibu Walikota Denpasar bersama seluruh jajarannya sehingga kegiatan Festival Literasi Denpasar#6 bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut ditambahkan, keberadaan Festival Literasi Denpasar harus bisa menginspirası para siswa dan guru untuk berani menulis, berkarya dan menyuarakan nilai-nilai lokal lewat media kreatif baik buku, digital maupun seni. Karena itulah tahun ini Nyalanesia tanpa ragu menambah kategori perlombaannya yaitu Nyalakreasi yang adalah lomba video kreasi pertunjukan seni, Nyalagames yang adalah lomba olimpiade literasi numerasi, dan lomba Website Literasi Tingkat kota. Ketiga kategori baru ini nanti akan kita saksikan juga penganugerahan juaranya. Terima kasih Nyalanesia. (ays,/Tra).
Buka Puasa Bersama Perkuat Silaturahmi Jaga Keharmonisan Dalam Keberagaman
Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Kamis (5/3) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar. Hal ini tentu meneguhkan Denpasar sebagai kota yang harmoni dalam keberagaman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua MUI Kota Denpasar, H. Khoeron, Ketua DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, serta warga muslim Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian.
Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki Masjid Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman dan bersalawat yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.
Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.
Lebih lanjut Arya Wibawa mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.
“Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.
Sementara, Pembina Yayasan Al-Falah, Buana Indah, H. Oktan Hidayat dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta jajarannya Pemerintah Kota Denpasar dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah. Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga.
“Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan harmoni budaya lokal,” ungkapnya. (Ags/tra).












