Garudaxpose.com | Probolinggo – Komitmen menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan jajaran Polres Probolinggo. Melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), pemeriksaan keamanan pangan dilakukan di dua dapur penyedia MBG, yakni SPPG Maron dan SPPG Banyuanyar, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi higienis, sehat, dan aman untuk dikonsumsi.
Petugas Sidokkes melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai menu makanan dan minuman yang akan dibagikan kepada masyarakat penerima program.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di SPPG Maron, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah menu seperti nasi putih, chicken katsu, edamame kukus, sayur campur, hingga buah melon.
Sementara itu, di SPPG Banyuanyar, tim kesehatan memeriksa menu kentang wedges, telur saus barbeque, tumis wortel dan kacang panjang, susu UHT, serta buah pisang.
Pengecekan dilakukan menggunakan metode organoleptik dan uji kimiawi guna mengetahui kualitas makanan dari berbagai aspek, mulai dari tampilan hingga kandungan zat berbahaya.
Kapolres Probolinggo M. Wahyudin Latif mengatakan pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program MBG.
Menurutnya, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus benar-benar memenuhi standar kesehatan dan gizi agar program berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan seluruh makanan yang disajikan aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh penerima manfaat,” kata AKBP Latif.
Ia menjelaskan, pemeriksaan keamanan pangan dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan terhadap proses penyajian makanan di dapur MBG.
Langkah tersebut juga bertujuan mencegah adanya makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya maupun makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan organoleptik, seluruh sampel makanan dinyatakan dalam kondisi baik. Bentuk, warna, aroma, dan rasa makanan dinilai normal serta layak untuk disajikan.
Selain itu, hasil pengujian kimiawi juga menunjukkan tidak ditemukan kandungan zat berbahaya pada sampel makanan maupun minuman yang diperiksa.
Petugas memastikan seluruh sampel negatif dari kandungan formalin, arsenik, maupun sianida yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Kapolres menegaskan bahwa pengawasan kualitas makanan akan terus dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Ia berharap program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan jaminan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.
“Pengawasan rutin akan terus kami lakukan agar kualitas makanan tetap terjaga dan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Pemeriksaan keamanan pangan itu turut disaksikan oleh ahli gizi dari masing-masing SPPG, yakni Ulfiatun Hasanah di SPPG Maron serta Dian di SPPG Banyuanyar.
Kehadiran tenaga gizi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pengawasan kualitas makanan agar standar kesehatan dan kandungan nutrisi tetap terpenuhi sesuai ketentuan program MBG. (Septyan)














