Photo doc: Kanti yoseva dan asep Koordinator Kurban(Rabu Mei 2026)
Photo Doc.Agus
BREBES,GarudaXpose.com//– Meski sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, pengusaha muda Haji Ridhohul Khukam tetap mengguncang Brebes dengan kurban jumbo. Sebanyak 21 ekor sapi miliknya disembelih serentak pada Idul Adha 1447 H 14 Dzulhijjah dan disebar ke desa-desa sesuai jadwal yang ia tetapkan langsung sebelum berangkat. Yang bikin warga geleng kepala: dari 21 ekor itu, hanya 6 ekor yang dipotong di rumahnya di Desa Luwungragi, sisanya menyebar ke berbagai wilayah menuntaskan amanah sang dermawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak kalah menggebrak, panitia kurban di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, total menolak kantong plastik. Mereka kompak membungkus seluruh daging kurban dengan daun pisang. Langkah ini memutus rantai tumpukan sampah plastik sekali pakai yang selama ini jadi penyakit tahunan setiap Idul Adha.
Panitia kurban Haji Ridhohul Khukam dikomandoi Kanti Yoseva, juru sembelih Jamaludin, dan koordinator lapangan Asep. Didukung penuh Ketua RW Desa Luwungragi, M. Amin Toha. Motor utama kurban ini adalah Haji Ridhohul Khukam, pengusaha muda Brebes yang kini sedang wukuf di Arafah.
21 ekor sapi disembelih, dagingnya dibungkus daun pisang. Ini gerakan sadar lingkungan sekaligus pelayanan terbaik panitia: daging tetap segar, beraroma khas, dan sampahnya nol plastik karena langsung jadi kompos.
Penyembelihan berlangsung Rabu, 27 Mei 2026, pukul 08.00–16.00 WIB. Seluruh keterangan dihimpun di lokasi pada hari yang sama.
Pusat pemotongan 6 ekor sapi di kediaman pribadi Haji Ridho, Desa Luwungragi. Namun 21 ekor sapi itu disebar merata sesuai jadwal Haji Ridho ke Desa Luwungragi, Sengon, Songgom, Siasem, Tegal, dan beberapa wilayah lain.
“Alasan utamanya jelas: putus sampah plastik. Daun pisang cepat terurai, ramah lingkungan, kasih aroma segar, dan warga lebih senang. Tidak ada plastik yang dibuang, daunnya besok jadi kompos,” tegas Kanti Yoseva, Rabu, 27 Mei 2026. Stok daun pisang di desa melimpah. Panitia memakai minimal dua lembar per bungkus agar rapat, rapi, dan layak saat diterima warga.
Proses 6 ekor sapi di rumah Haji Ridho dipimpin juru sembelih Jamaludin Banjaratma, “Alhamdulillah dari jam delapan pagi sampai jam empat sore lancar, aman, tanpa kendala,” kata Asep, koordinator panitia. Total 21 ekor sapi ini murni amanah Haji Ridho. Meski raganya di Makkah, hatinya tetap untuk warga. Semua titik sebar sudah ia kunci jadwalnya sebelum berangkat haji.
Ketua RW Desa Luwungragi, M. Amin Toha, angkat topi. “Pak Haji Ridho luar biasa. Tidak di tempat, tapi kurban 21 ekor sapi berjalan tiap tahun. Warga Luwungragi alhamdulillah kebagian merata. Pengusaha muda, sukses, dermawannya tidak luntur,” ujarnya.
Toha juga memuji revolusi daun pisang. “Ini teladan. Semoga menular se-Brebes. Biar hari besar kita bersih, berkah, bebas polusi plastik,” tandasnya.
Kanti Yoseva menutup dengan doa. “Tahun ini 21 ekor Sapi! hewan kurban disembelih dan disebarkan ke wilayah yang sudah ditentukan Pak Haji Ridho. Semoga diberi kelancaran dan benar-benar membahagiakan kaum muslimin. Semoga Pak Haji Ridho diberi keselamatan, kemudahan, keberkahan berlipat, dan pulang sebagai haji mabrur.”
Tambahan semangat dari lapangan, Koordinator Kurban Bung Asep yang baru pulang umrah bulan kemarin menegaskan solidnya tim. “Panitia yang penting semangat, jangan sampai kendor. Amanah 21 ekor ini berat, tapi berkah. Mas Ridho di Tanah Suci, kita di sini gaspol sampai tuntas. Bismillah, tahun depan harus lebih rapi dan lebih hijau lagi,” pungkas Asep.***
(Agus)










