Garudaxpose.com | Bali – DPD IPeKB Indonesia Provinsi Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Sewaka Dharma Lantai III Denpasar pada Selasa 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi profesi penyuluh keluarga berencana (KB) sekaligus meningkatkan kompetensi di era digital.
Dalam Musda tersebut, turut dilakukan pelantikan pengurus DPC dari Badung, Tabanan, Jembrana dan Karangasem. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran penyuluh KB di Bali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gde Sukardinasih, M.For., Mars menegaskan, bahwa pihaknya merupakan mitra strategis IPeKB sebagai organisasi profesi yang beranggotakan penyuluh KB dari kalangan ASN BKKBN.
“Jadi, itu wadah buat mereka berkumpul dan membahas tentang kegiatan kompetensi. Mereka berkeluh kesah di organisasi profesi itu,” terangnya.
Ni Luh Gde Sukardinasih menekankan pentingnya peningkatan kompetensi penyuluh KB agar mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi masyarakat yang semakin melek digital.
Menurutnya, pendekatan penyuluhan saat ini harus lebih inovatif dan adaptif. “Metode untuk penyuluhan dan pendekatan itu berbeda dari zaman dulu yang kita menyampaikan dengan gaya paparan, tapi sekarang mungkin bukan zamannya lagi,” kata Ni Luh Gde Sukardinasih.
Lebih lanjut, Ni Luh Gde Sukardinasih menjelaskan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) kini tidak lagi menggunakan slogan “dua anak cukup”.

Hal ini seiring dengan menurunnya angka kematian ibu dan anak serta tercapainya Total Fertilitas Rate (TFR) Bali di angka 2,0. Sebagai gantinya, pemerintah mendorong konsep keluarga berkualitas melalui perencanaan yang matang, mulai dari kesiapan mental, fisik, finansial hingga kesehatan reproduksi.
“Jadi, kami punya motto 21 – 25, angka 21 untuk perempuan dan 25 buat laki – laki untuk nikahnya. Nanti, jarak anaknya diatur dan terakhir melahirkan umur 35 tahun serta jarak anaknya tiga tahun, khan 4 anak jadinya. Itu tidak bertentangan, karena kami sekarang mewujudkan keluarga berkualitas dari segi kesehatan. Jadi, kami sarankan dua anak sehat itu lebih baik bukan lagi dua anak, laki perempuan sama saja, itu tidak ada lagi,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum DPP IPeKB Indonesia, Jasmin, S.Sos mengapresiasi pelaksanaan Musda di Bali yang dinilai berjalan luar biasa. Jasmin menyebut Musda merupakan agenda empat tahunan yang menjadi ajang penting bagi penyuluh KB. “Karena hal ini adalah proses pestanya teman – teman penyuluh KB di Bali,” kata Jasmin.
Jasmin berharap Musda ini mampu melahirkan pengurus yang berkualitas dan program yang selaras dengan kebijakan kementerian. “Selain itu, juga tentunya bisa menghasilkan produk – produk yang luar biasa untuk program Kemendukbangga,” ujarnya.
Pembina DPD IPeKB Indonesia Provinsi Bali, I Nyoman Karyawan menambahkan, bahwa IPeKB merupakan organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan penyuluh KB, termasuk dalam menjalin hubungan dengan BKKBN pusat.
“Sempat waktu sebelumnya terjadi kerenggangan dalam tanda kutip dan kekurang dekatan sesama penyuluh KB, senasib sepenanggungan itu yang sempat berkurang,” kata Nyoman Karyawan.
Nyoman Karyawan berharap melalui Musda yang berjalan sesuai AD/ART, IPeKB Bali dapat menghasilkan kepemimpinan yang akuntabel serta mampu mengembangkan organisasi secara profesional. @ (suriasih)









