BREBES, GarudaXpose.com// -Aula Kantor BKD Kabupaten Brebes menjelma ruang waktu yang mengendap. Di antara pukul 09.00 hingga 13.00, dentang palu sidang Musyawarah Cabang FPTI Brebes tak sekadar mengetuk meja. Ia mengetuk dada-dada yang menanti arah baru.
Dari delapan penjuru kecamatan, delapan klub datang membawa napas yang sama: panjat tebing. Sekitar 40 pasang mata menyaksikan bagaimana sebuah nama dipilih tanpa suara bersaing. Herkusnadi, M.Kom ia yang kini menapaki jalan sebagai Kabid TK/PAUD sekaligus Plt. Sekretaris Dindikpora Brebes ditahbiskan secara aklamasi menahkodai FPTI Brebes 2026–2030.
Aklamasi, Sebuah Gemuruh yang Sunyi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak ada riuh hitung suara. Tak ada kertas berlompatan. Yang ada hanya anggukan serempak, sebuah mufakat yang lebih nyaring dari sorak. Aklamasi kali ini bukan formalitas yang hampa. Ia cermin bening dari kepercayaan yang telah lama diendapkan. Soliditas menjelma satu suara: kami percaya.
Di sisi ruangan, hadir Martono dari Binpres KONI Jawa Tengah bersama tiga rekannya. KONI Kabupaten Brebes mengutus Edo dan Ganis. Kehadiran dua lapis rumah olahraga itu bagai restu yang mengikat: bahwa keputusan hari ini sah, kuat, dan mengakar.
Estafet Delapan Tahun yang Berpulang dengan Khidmat
Hari itu juga menjadi senja bagi sebuah masa bakti. Dr.H. Moh. Syamsul Haris, M.Hum meletakkan tongkat estafet yang ia genggam selama dua periode: 2017–2021, 2021–2025. Delapan tahun ia merajut fondasi dari pembinaan yang menyala, struktur yang menegak, hingga nama Brebes yang mulai menari di dinding-dinding kejuaraan.
Ketika serah terima berlangsung, udara aula berubah teduh. Ada haru yang tak pandai disembunyikan. Kata perpisahan Syamsul Haris jatuh pelan namun dalam: jaga kebersamaan, rawat pembinaan. Tepuk tangan yang menyusul adalah puisi terima kasih, sekaligus doa selamat datang bagi nahkoda baru.
Empat Jangkar di Tengah Arus “Brebes Beres”
Berdiri di podium pertama sebagai ketua, Herkusnadi tak menebar janji yang mengawang. Ia menancapkan empat jangkar agar kapal FPTI tak oleng diterpa angin.
Pertama, meneguhkan tiang organisasi: tata kelola yang rapi, administrasi yang tertib, klub yang berlegalitas, dan komunikasi yang tak putus dengan KONI serta Dindikpora.
Kedua, menyulam pembinaan berjenjang: dari tunas usia dini, pelajar yang haus jam terbang, hingga senior yang matang. Kurikulum latihan yang terukur, pelatih dan wasit yang terus diasah.
Ketiga, menajamkan bidik prestasi: POPDA, Porkab, hingga Porprov Jawa Tengah. Brebes tak hendak sekadar hadir. Ia ingin pulang membawa gemerlap medali.
Keempat, membuka pintu dinding bagi khalayak: sosialisasi ke sekolah, komunitas, ruang publik. Menjadikan panjat tebing bukan hanya olahraga juara, tapi gaya hidup yang menyehatkan.
“Panjat tebing mengasah raga, menajamkan fokus, dan menguji akal di setiap pijakan,” ucap Herkusnadi. Di matanya, dinding bukan sekadar arena. Ia cermin karakter: tangguh, disiplin, tak mudah menyerah.
Dari Delapan Simpul Menuju Satu Mahkota
Delapan klub di delapan kecamatan adalah delapan simpul yang tak boleh kendor. Ada yang sudah punya wall sendiri, ada yang masih menumpang di sekolah atau GOR. Herkusnadi berjanji memetakan kebutuhan, lalu merajut kolaborasi dengan pemerintah dan sponsor agar alat tak lagi jadi alasan.
Jika simpul itu dijaga, jika kompetisi antarklub dinyalakan sebagai kawah candradimuka, maka bukan mustahil Brebes melahirkan pemanjat yang namanya kelak dipahat di tingkat regional bahkan nasional.
Langkah Pertama Sang Nahkoda
Muscab ini titik berangkat, bukan garis akhir. Tim formatur akan merampungkan kepengurusan, lalu menyusun peta jalan empat tahun dan kerja setahun. Data atlet dan pelatih akan dirapikan, kalender kejuaraan dipetakan, sentra latihan diikhtiarkan. Sinergi dengan Dindikpora dan KONI diikat erat, agar pembinaan tak berjalan sendiri.
“Kami ingin FPTI Brebes bukan hanya peraih podium, tapi perawat asa. Membina, menginspirasi, menyehatkan,” tegas Herkusnadi. Aula pun menjawab dengan aplaus panjang.
Penutup: Dinding Baru, Cerita Baru
Estafet telah berpindah. Fondasi sudah tertanam. Kini, FPTI Brebes menatap empat tahun ke depan dengan tali yang lebih kencang dan karabiner yang terkunci rapat.
Tantangan memang menunggu: sarana yang belum merata, dana yang mesti dicari, lawan di Porprov yang tak pernah tidur. Namun aklamasi adalah pesan: kapal ini solid. Delapan klub adalah dayung. “Brebes Beres” adalah kompasnya.
Targetnya bukan hanya medali yang dingin di leher, tapi ekosistem yang hangat di akar rumput. Dari dinding-dinding panjat, Brebes ingin melahirkan manusia-manusia yang kuat tubuhnya, terang akalnya, teguh karakternya.

Minggu, bukan sekadar tanggal. pembuka dari sebuah buku baru: FPTI Brebes, Menuju Puncak yang Lebih Tinggi.
Fakta Kunci Muscab FPTI Brebes 12 April 2026
Waktu & tempat: Minggu, 12/4/2026, 09.00–13.00 WIB, Aula Kantor BKD Kabupaten. Brebes.
Peserta: ±40 orang dari 8 klub di 8 kecamatan. Hadir Binpres KONI Jateng Martono + 3 tim, KONI Brebes diwakili Edo & Ganis.
Hasil: Herkusnadi, M.Kom terpilih aklamasi Ketua FPTI Brebes 2026–2030.
Demisioner: Dr. H. Moh. Syamsul Haris, M.Hum, 2017–2021 & 2021–2025.
Profil Ketua Baru: Kabid TK/PAUD & Plt. Sekretaris Dindikpora Brebes.
Program: Penguatan organisasi, pembinaan berjenjang, bidik prestasi POPDA/Porkab/Porprov, perluasan partisipasi publik, selaras “Brebes Beres”. (red*)
(Agus)









