Garudaxpose.com | Probolinggo – Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo digegerkan dengan kemunculan sosok menyerupai pocong di area pemakaman Tajungan pada Selasa (26/05/2026) dini hari. Peristiwa tersebut memicu kepanikan masyarakat dan menjadi perbincangan luas di lingkungan sekitar.
Informasi awal mengenai kemunculan sosok misterius itu menyebar cepat di kalangan warga RT 01 dan RT 02 RW 08. Sejumlah warga yang penasaran kemudian mendatangi lokasi pemakaman untuk memastikan kabar yang beredar.
Situasi di sekitar makam mendadak ramai. Puluhan warga terlihat berkumpul sambil membawa senter dan alat penerangan seadanya untuk melakukan pengecekan di beberapa sudut area yang dianggap mencurigakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepanikan mulai terjadi ketika beberapa warga mengaku melihat sosok berpakaian putih melintas di sekitar area pemakaman. Teriakan histeris warga pecah dan membuat suasana malam yang semula sepi berubah menjadi tegang.
Saat warga mencoba mendekati lokasi kemunculan sosok tersebut, pelaku justru melarikan diri ke arah utara menuju Jalan Lingkar Utara (JLU). Warga yang kesal langsung melakukan pengejaran secara beramai-ramai.
Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup menegangkan lantaran pelaku diduga telah mengetahui akses jalan di kawasan tersebut. Warga terus berupaya mengikuti arah pelarian hingga menuju kawasan sekitar Jalan Lingkar Utara Kota Probolinggo.
Namun pengejaran itu tidak membuahkan hasil. Jejak pelaku hilang di sekitar perempatan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL). Minimnya penerangan jalan membuat warga kesulitan melanjutkan pencarian.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar melalui media sosial dan grup percakapan warga. Sejumlah video yang merekam suasana kepanikan masyarakat pun ramai dibagikan dan menjadi perhatian publik.
Akibat kejadian itu, sebagian warga mengaku merasa khawatir untuk beraktivitas pada malam hari, terutama di sekitar kawasan pemakaman yang dikenal sepi dan minim penerangan.
Berdasarkan informasi yang beredar dari rekaman video warga, aksi tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Salah satu pelaku disebut mengenakan kostum pocong diduga untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Informasinya ada tiga orang naik satu motor. Satu orang memakai kain seperti pocong,” ucap seorang warga dalam rekaman video yang beredar.
Warga juga menduga para pelaku membawa senjata tajam jenis celurit. Dugaan itu menambah kekhawatiran masyarakat karena aksi tersebut dicurigai bukan sekadar lelucon, melainkan berpotensi mengarah pada tindak kriminal.
Dalam video yang beredar, masyarakat juga mengingatkan warga lain agar lebih waspada ketika melintas pada malam hari dan tidak mudah percaya dengan hal-hal berbau mistis.
Menurut warga, lokasi pemakaman yang jauh dari keramaian diduga sengaja dimanfaatkan pelaku untuk menciptakan ketakutan sekaligus mencari sasaran korban pada malam hari.
Sejumlah warga berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan, guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Keresahan masyarakat tersebut turut mendapat perhatian dari Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama. Ia mengaku prihatin atas kejadian yang membuat warga merasa tidak nyaman.
Pihak kelurahan, kata Ikromi, akan memperkuat pengawasan lingkungan melalui patroli malam dan kegiatan siskamling bersama aparat keamanan setempat.
“Kami bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan mengoptimalkan patroli malam melalui kegiatan siskamling agar keamanan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada malam hari dan mengurangi bepergian jika tidak memiliki keperluan penting.
“Kalau tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tidak keluar terlalu malam. Jika memang harus keluar rumah, usahakan tidak sendirian demi keamanan bersama,” tambahnya.
Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi perbincangan warga Kota Probolinggo. Masyarakat berharap pelaku segera terungkap agar situasi keamanan di lingkungan Tajungan kembali kondusif. (Septyan)










