HARAPAN UMROH DARI LIANG NAMUAP GUCI ANTIK AJAIB DIPERDAGANGKAN WARGA SOSA, DIKLAIM MILIKI KEKUATAN ISTIMEWA

- Penulis

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di kediamannya, Kamis (24/9/2026), Cadi Hasibuan menyampaikan kepada awak media bahwa guci tersebut ditawarkan seharga Rp 100 juta secara tunai. Seluruh hasil penjualan akan diperuntukkan sepenuhnya sebagai biaya perjalanan ibadah umroh bersama istrinya yang berasal dari Desa Parantonga. “Inilah niat tulus kami, semoga benda ini menemukan pemilik yang tepat dan kami pun dapat melaksanakan panggilan itu,” ujarnya dengan tulus.

Guci yang berkapasitas sekitar 25 liter ini ditemukan sekitar satu tahun lalu di kawasan Liang Namuap, tertimbun di antara bebatuan. Menurut penuturannya, penemuan ini bukan kebetulan semata: beliau bermimpi tiga kali berturut-turut menerima petunjuk lokasi benda tersebut, baru kemudian berangkat mengambilnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat guci ini istimewa adalah sifatnya yang dianggap tak biasa. Setiap kali diisi air, rasa air itu berubah tidak lagi tawar seperti aslinya. Lebih dari itu, Cadi Hasibuan telah melakukan percobaan sendiri: satu liter air dicampur racun tikus, lalu dimasukkan ikan lele ke dalamnya. Luar biasanya, ikan itu tetap hidup hingga dua jam, dan setelah dilepas kembali ke air tawar, ikan lele itu tetap sehat seperti sedia kala.

Beliau berharap ada pihak yang memahami nilai sekaligus keistimewaan benda ini dan bersedia membelinya. Bagi beliau, guci ini bukan sekadar barang antik, melainkan jembatan harapan untuk menunaikan kewajiban agama sekaligus mimpi bersama pasangan hidup.

Sehari-hari, Cadi Hasibuan dikenal sebagai penjaga cagar budaya Liang Namuap, menjaga warisan leluhur agar tetap terjaga bagi generasi mendatang. Selain itu, beliau juga menerima pesanan pupuk kandang kotoran walet seharga Rp 150.000 per karung berisi 50 kilogram hasil keringat tangan sendiri untuk menyambung hidup.

Kini, guci yang selama ini “diam” di tanah Liang Namuap justru menjadi harapan hidup yang nyata. Benda yang dulu tersembunyi di balik bebatuan kini tampil ke muka publik, membawa pesan bahwa di balik benda tua bisa tersimpan niat yang muda dan suci.

Beliau tidak mencari keuntungan berlebih, hanya sekadar cukup untuk membawa istri tercinta beribadah. “Kalau ada yang berminat, silakan datang ke sini. Harganya Rp 100 juta tunai. Semoga berkah bagi dua belah pihak,” ucapnya sambil menatap guci itu dengan lembut.

Kisah ini mengingatkan kita: di Padang Lawas, di antara warisan purba dan keseharian yang sederhana, harapan selalu tumbuh — entah dari mimpi malam, entah dari benda yang tertimbun, atau dari niat tulus yang ingin dipersembahkan bagi sesama dan Tuhan.

Arman Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi LSM Ormas Sumsel Bersatu Geruduk Kantor Gubernur, Soroti Dugaan Pencemaran Semen Tiga Roda di Kalidoni Palembang
DPP PAS Siapkan Program Pendidikan, Lapangan Kerja hingga Bantuan Hukum, Resmi Bernotaris
Dr. I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn : Gajah Mina Wahana Dewa Baruna
Himpunan Perupa Payangan Gelar Pameran Kolektif Bertajuk Udhar Banda Karma
Sengketa Tanah Desa Wedusan Dikawal MADAS, Pemdes Diminta Buka Persoalan Secara Terang
BAZNAS Lumajang, Gagas “Lumajang Bersedekah” Demi Keberlangsungan Kesejahteraan Masyarakat
Dua Siswa SD Narun Janah di Desa Darungan kecamatan tanggul Mengalami Muntah Setelah Santap Makan Bergizi Gratis
KSMI Sumsel Tancap Gas! Tingkatkan Kualitas Wasit dan Persiapkan Liga Santri Nusantara

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:02 WIB

HARAPAN UMROH DARI LIANG NAMUAP GUCI ANTIK AJAIB DIPERDAGANGKAN WARGA SOSA, DIKLAIM MILIKI KEKUATAN ISTIMEWA

Kamis, 24 September 2026 - 05:08 WIB

Koalisi LSM Ormas Sumsel Bersatu Geruduk Kantor Gubernur, Soroti Dugaan Pencemaran Semen Tiga Roda di Kalidoni Palembang

Rabu, 23 September 2026 - 08:55 WIB

DPP PAS Siapkan Program Pendidikan, Lapangan Kerja hingga Bantuan Hukum, Resmi Bernotaris

Selasa, 22 September 2026 - 11:53 WIB

Dr. I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn : Gajah Mina Wahana Dewa Baruna

Selasa, 22 September 2026 - 11:38 WIB

Himpunan Perupa Payangan Gelar Pameran Kolektif Bertajuk Udhar Banda Karma

Berita Terbaru

Daerah

Ratusan Pedagang Telah Serah Terima Lapak Pasar Banyuwangi

Kamis, 24 Sep 2026 - 05:43 WIB