Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Bersih Sampah Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Garudaxpose.com l Denpasar Bali – Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden RI pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 serta arahan Gubernur Bali dalam Rapat Forum Koordinasi Perangkat Daerah, Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota melaksanakan Gerakan Bali Bersih Sampah dengan melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, ASN di jajaran Forkompinda, dan Instansi Vertikal di Daerah, siswa, komunitas lingkungan dan masyarakat luas pada Minggu, (1/3) tadi pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan Bali Bersih Sampah dilaksanakan secara serentak di 9 Kabupaten/Kota pada Minggu (1/3) pagi dengan jumlah peserta yang terlibat mencapai hampir 27.500 peserta yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota se-Bali.

Di Kota Denpasar Kegiatan Bali Bersih Sampah dilaksanakan di Pantai Padang Galak dengan jumlah peserta 4500 orang; Di Kabupaten Badung dilaksanakan di Pantai Petitenget dengan jumlah peserta 1074 orang; Di Kabupaten Gianyar berlokasi di Pantai Lembeng dengan jumlah peserta 3009 orang serta Kabupaten Tabanan berlokasi di Pantai Kelating dengan jumlah peserta 4000 orang,

Sementara itu untuk Kabupaten Bangli kegiatan Bali Bersih Sampah dilaksanakan di beberapa lokasi dengan melibatkan 1500 orang peserta; Kabupaten Klungkung terpusat di Pantai Watu Klotok dengan jumlah peserta 3400 orang, Kabupaten Karangasem dilaksanakan di Pantai Ulakan dengan 1.936 orang peserta, Kabupaten Buleleng dilaksanakan di Pantai Kampung Baru dengan jumlah peserta 5000 orang dan Kabupaten Jembrana dilaksanakan di Pantai Delod Berawah dengan jumlah peserta 3.000 orang.

”Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali berkomitmen bahwa penuntasan permasalahan sampah masuk dalam Program Super Prioritas Mendesak sehingga harus ada ’Sinergitas Pembangunan Bali Dalam Satu Kesatuan Wilayah : 1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola demi Nindihin Gumi Bali,’” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster saat memimpin Gerakan Bali Bersih Sampah di Pantai Padang Galak Denpasar.

Koster berharap seluruh daerah dapat mempercepat pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber.

”Permasalahan sampah lainnya yang perlu menjadi perhatian berasama adalah belum optimalnya pengelolaan sampah di hulu /sumbernya dan pada fasilitas (TPS3R/TPST) yang berdampak pada penanganan sampah yang menyebabkan pada akhirnya sampah dikirim ke TPA. Sedangkan TPA yang tersebar di Kab/Kota telah mengalami overload,” imbuhnya.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa keberhasilan Gerakan Bali Bersih Sampah akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi Bali, Indonesia bahkan dunia.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi produksi sampah dari sumbernya, mendorong pemilahan sampah pada masing-masing rumah tangga, mengoptimalkan peran bank sampah, komunitas daur ulang, dan industri kreatif berbasis limbah, meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dan mendukung inovasi teknologi dalam pengelolaan sampah

Kegiatan Bali Bersih Sampah di Pantai Padang Denpasar juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Kakek Foundation dan penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 siswa/mahasiswa oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate (Rumah KaKek) serta Pelepasan armada penyemprotan ecoenzym oleh Pemerintah Provinsi Bali.(Kar /Tra)


Gubernur Koster Harap Sinergitas Budaya dan Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali Wayan Koster, di dampingi Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra serta segenap Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali hadir dan menyaksikan pagelaran pameran Singgasana Seni Bung Karno, di Bali Beach Conversation Center, Sabtu (28/2).

Kegiatan ini memadukan fashion show, pertunjukan musik, pameran IKM produk lokal Bali hingga bazar kuliner UMKM dalam satu panggung kebudayaan dan ekonomi kerakyatan.

Pertunjukan fashion show menonjolkan karya desainer dan perajin lokal, memadukan unsur tradisional dan modern.  Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno diharapkan menjadi ruang penghargaan untuk kesenian, karena seni merupakan denyut bangsa, yang bisa dirasakan dalam gerak, dalam suara dan dalam ritme dan karya-karya etnik lainnya, sehingga melalui karya-karya seni kita dapat melihat Indonesia yang memiliki banyak keberagaman.

Hadir dalam event ini, Presiden RI Kelima Megawati Soekarno Putri didampingi putranya Prananda. Ibu Megawati hadir menyaksikan  Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno yang tak lain merupakan ayahnya, yang menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan t IKM dan UMKM. Event ini bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya semata.

Gubernur Koster mengatakan pagelaran Singgasana Seni Bung Karno dijadikan titik tolak untuk dilakukan evaluasi, sebelum digelar di kota besar lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Gubernur Bali dua periode ini menyatakan bahwa konsep Singgasana Seni Bung Karno dititik beratkan pada perkenalan sisi seni Presiden pertama RI (Bung Karno), khususnya di bidang melukis dan menciptakan puisi.

Pagelaran akbar yang diselenggarakan pertama kali di Bali ini, menghadirkan artis tingkat pusat dan lokal, yakni mulai dari Once, Krisdayanti dan Gus Teja. Hal ini menunjukkan bahwa panggung kebudayaan dapat menjadi instrumen konkret dalam mendorong sebuah pertumbuhan ekonomi rakyat, sehingga akan menjadi peluang bagi berkolaborasinya sinergi antara kesenian dan ekonomi kerakyatan.

Melalui pendekatan kolaboratif antara seni, budaya, dan UMKM, Bali ditujukan menjadi tuan rumah acara bergengsi, tetapi juga laboratorium model pengembangan ekonomi berbasis budaya yang siap direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk diketahui, total ada 22 kuliner dan 77 UMKM binaan Ketua Dekranasda Bali Ibu Putri Suastini Koster juga tampil di ajang ini. Penggagas event ini yakni Mahagaya Pagelaran Persona menargetkan perputaran ekonomi senilai Rp 2,5 M dalam ajang ini. (Tutt/Tra)


Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Garudaxpose.com l Denpasar Bali –Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (28/2)

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam beragam kegiatan pada bulan bahasa tahun ini. Ia berharap, pelaksanaan BBB IX Tahun 2027 lebih kaya materi, kreatif dan inovatif.

Untuk itu, ia menugaskan Kepala Dinas Provinsi Bali mengundang para pakar untuk merumuskan kegiatan BBB agar tahun depan bisa lebih baik lagi. “Ikuti perkembangan jaman dan selera anak muda.

Karena merekalah yang akan menjadi pewaris,” ucapnya. Ia pun mengusulkan agar panitia mempertimbangkan untuk memasukkan materi memadik (lamaran versi Bali, red) pada pelaksanaan BBB IX Tahun 2027.

Masih dalam sambutannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini memuji BBB VIII yang menurutnya sudah terselenggara dengan sangat baik. “Dilaksanakan sebulan penuh dari tanggal 1 sampai dengan 28 Februari, beberapa kali saya menyaksikan kegiatan dan lomba,” ujarnya. Salah satu yang sempat ia saksikan adalah kegiatan anak-anak SMA mengoperasikan keyboard aksara Bali.

Ia patut berbangga karena hanya Bali yang punya keyboard aksara daerah. Oleh sebab itu, ia ingin keyboard Aksara Bali dibagikan kepada seluruh lembaga pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. “Supaya paten. Ini keren dan top sekali,” cetusnya.

Selain pemanfaatan keyboard Aksara Bali, Gubernur Koster menyebut BBB sebagai wahana regenerasi dalam kemampuan nyurat Aksara Bali. “Kegiatan nyurat Aksara Bali diikuti anak-anak kita mulai SD hingga Perguruan Tinggi. Saya lihat, mereka mahir nulis aksara menggunakan berbagai media mulai dari lontar, tembaga dan lainnya,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyentil sejumlah desa/kelurahan dan desa adat yang tahun ini tak melaksanakan BBB. Mengacu laporan Kepala Dinas Kebudayaan Ida Bagus Alit Suryana, dari 1.500 desa adat, 12 diantaranya absen melaksanakan BBB tahun ini.

Tercatat pula 45 desa/kelurahan dan 3 SMA/SMK yang tahun ini tak menggelar BBB. Sedangkan 16 SLB, seluruhnya tercatat menyelenggarakan kegiatan BBB. “Nanti akan saya undang, ajak ngobrol, maunya apa. Saya salut dengan SLB, mestinya begitu. Tahun depan, kita harus guyub, jalankan pola seperti yang lain,” tegasnya.

Pada bagian lain, Gubernur Koster kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian Bahasa Bali yang terimplementasi pada Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Disampaikan olehnya, regulasi ini merupakan penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Salah satu unsur budaya yang menjadi perhatiannya adalah bahasa dan aksara Bali. “Ini diwariskan leluhur kita sejak ribuan tahun, sebagai generasi penerus kita harus punya komitmen untuk melestarikan. Selama dunia ini ada, bahasa Bali harus tetap ada,” katanya.

Menurut dia, Bali bisa berbangga karena menjadi satu-satunya provinsi yang punya kegiatan khusus dalam memuliakan bahasa daerah.

Penutupan BBB VIII Tahun 2026 juga diisi dengan penyerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kategori perorangan kepada I Wayan Turun. Sementara Bali Nugraha Mahottama kategori lembaga diterima Kelompok Media Bali Post. Gubernur Koster juga menyerahkan penghargaan untuk pemenang berbagai lomba yang dilaksanakan serangkaian memeriahkan BBB VIII.

Selanjutnya, diserahkan pula sertifikat Warisan Budaya Takbenda kepada Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali. Penutupan BBB VIII Tahun 2026 yang dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Bali diwarnai peluncuran Tema BBB IX Tahun 2027 yaitu Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh. Peluncuran ditandai dengan penaburan benih secara simbolis oleh Gubernur Koster yang diikuti visualisasi LED.(Dsk /Tra)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Aksi Bersih Serentak se-Bali Wawali  Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung
Wamen Viva Yoga: Kita Kembangkan Muna Barat Sebagai Sentra Perikanan*
Ribuan Jemaah Hadiri Tahlilan Hari Ke-7 Almarhum Abah H. Djohari, Tokoh Masyarakat Desa Sumur Bandung
Pembangunan Tower BTS XL Smart di Jayanti Disorot, Perizinan Masih Diragukan
Mendag RI Kunker di Tebing Tinggi, Sunut PPP : Bukti Kepercayaan Pemerintah Pusat Kepada Pemko
Arsip Pertanahan sebagai Nyawa Layanan, Kementerian ATR/BPN Percepat Restorasi di Aceh Melalui Kolaborasi
Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kejari Tabanan Dan Kodim Tabanan Teken Perjanjian Kerjasama
Dandim Badung Dorong Sinergi Untuk Bali Era Baru Di Perayaan Kota Denpasar Ke-238

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:45 WIB

Dukung Aksi Bersih Serentak se-Bali Wawali  Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:52 WIB

Wamen Viva Yoga: Kita Kembangkan Muna Barat Sebagai Sentra Perikanan*

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:37 WIB

Ribuan Jemaah Hadiri Tahlilan Hari Ke-7 Almarhum Abah H. Djohari, Tokoh Masyarakat Desa Sumur Bandung

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:32 WIB

Pembangunan Tower BTS XL Smart di Jayanti Disorot, Perizinan Masih Diragukan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:15 WIB

Mendag RI Kunker di Tebing Tinggi, Sunut PPP : Bukti Kepercayaan Pemerintah Pusat Kepada Pemko

Berita Terbaru

TNI POLRI

Satgas Sampah Bersama Warga Gotong Royong Angkut Sampah

Minggu, 1 Mar 2026 - 16:46 WIB