Gubernur Koster Inginkan Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bali Wayan Koster  Hadiri Pelantikan Rektor Unmas Denpasar

Garudaxpose.com || Denpasar Bali – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa,  dan dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster membuka peluang kolaborasi riset antara Pemerintah Provinsi Bali dan perguruan tinggi se-Bali guna mendukung pembangunan daerah berbasis penelitian. Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi civitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar yang dinilai konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat, di Auditorium Saraswati Universitas Mahasaraswati Denpasar, Sabtu (21/2).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, ia menekankan pentingnya memastikan hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi syarat administratif kenaikan jabatan fungsional dosen, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kebijakan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin mulai tahun ini ada sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan perguruan tinggi se-Bali agar hasil riset benar-benar bermanfaat bagi pembangunan daerah,” ujar Koster.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut akan menghubungkan program studi di perguruan tinggi dengan instansi pemerintah yang relevan. Misalnya, penelitian dari fakultas kedokteran dapat disinergikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sementara bidang lainnya dapat bekerja sama dengan perangkat daerah sesuai kebutuhan.

Kolaborasi ini juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali (BRIDA) sebagai sektor utama. Program kerja sama tersebut direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.  Menurut Koster, sinergi riset akan memperkuat pembangunan Bali di berbagai sektor, seperti kesehatan, pertanian, peternakan, dan lingkungan hidup. Selain itu, kerja sama ini diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan akademik dosen sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah menyusun konsep integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program kerja perangkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Melalui skema tersebut, rektor, dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika diharapkan terlibat langsung dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.

Gubernur Koster juga mendorong perguruan tinggi di Bali untuk berperan aktif dalam menangani persoalan strategis daerah, termasuk pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Ia berharap setiap kampus mampu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan, termasuk penghijauan dan penguatan ekosistem, menjadi bagian penting dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang bertujuan menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang. Sementara itu, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar yang baru dilantik, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran langsung Gubernur Bali pada momen pelantikannya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Universitas Mahasaraswati Denpasar sebagai perguruan tinggi yang bermutu dan berlandaskan nilai budaya. Lanang Putra Perbawa merupakan rektor keempat Universitas Mahasaraswati Denpasar sejak kampus tersebut berdiri pada 1963. Universitas Mahasaraswati Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di bawah naungan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar dan berada dalam koordinasi LLDIKTI Wilayah VIII.(Ita/Tra)


Tekan Angka Penyebaran HIV/AIDS, Butuh Sosialisasi Lebih Masif

Garudaxpose.com || Denpasar Bali – Ibu Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali menaruh perhatian terhadap kasus HIV/AIDS yang hingga saat ini masih menjadi momok di bidang kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan sosialisasi yang lebih masif melalui berbagai media untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS. Penegasan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Yayasan Spirit Paramacita, Putu Ayu Utami Dewi, di Gedung Jayasabha, Sabtu (21/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Ayu Utami memperkenalkan yayasan yang dipimpinnya. “Tujuan kami bertemu Ibu adalah untuk menginformasikan keberadaan Yayasan Spirit Paramacita. Program kami adalah memberikan pendampingan bagi pengidap HIV/AIDS,” sebutnya. Ia pun bercerita tentang berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan stigma masyarakat terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Yayasan ini dibentuk pada tahun 1999 dan saat itu stigma negatif masyarakat terhadap ODHA masih sangat tinggi, bahkan juga terjadi pada tenaga kesehatan,” ungkapnya. Seiring waktu, masyarakat mulai memahami sehingga stigma negatif kian menurun.

Namun demikian, persoalan HIV/AIDS tak serta-merta tuntas tertangani. Bahkan, fakta menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus. “Saat ini di Bali terdapat 21 ribu ODHA, 12 ribu di antaranya kami tangani,” imbuhnya.

Ia lantas mengungkap sejumlah fakta terkait penambahan kasus HIV/AIDS. “Yang menjadi perhatian kita, ibu rumah tangga banyak yang terpapar, termasuk ASN. Penyebabnya karena pasangan mereka tidak setia,” ungkapnya. Fenomena lainnya, kasus HIV/AIDS juga menimbulkan persoalan baru, seperti dorongan untuk bunuh diri atau keinginan balas dendam dengan menyebarkan penyakit tersebut.

“Pemicunya karena mereka yang terkena merasa sebagai orang baik-baik. Ini yang menjadi perhatian kami. Kita tidak bisa tinggal diam terhadap isu HIV/AIDS,” kata Ayu Utami. Untuk itu, ia sangat membutuhkan komitmen dan dukungan pemerintah, termasuk TP PKK. “Yang dibutuhkan bukan dukungan dana, karena kami sudah mendapat dukungan dari The Global Fund,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa dirinya memberi perhatian serius terhadap upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya. Ibu Putri Koster menilai HIV/AIDS merupakan isu yang kerap timbul dan tenggelam. “Isu ini akan muncul jika dibahas, sebaliknya akan tenggelam atau dilupakan saat tidak dibahas,” tambahnya.

Sependapat dengan Ayu Utami, Ibu Putri Koster juga menyampaikan bahwa stigma negatif terhadap ODHA semakin memudar. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat, mereka mulai dapat hidup berdampingan dengan ODHA dengan membatasi hal-hal yang dapat memicu penularan.

Putri Koster menambahkan bahwa yang harus mendapat perhatian saat ini adalah upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. “Harus ada terobosan. Sosialisasi harus lebih masif melalui berbagai media. Ajarkan masyarakat untuk bertanggung jawab, menjaga diri, dan menjauhi perilaku berisiko. Jika ada keluarga yang terpapar, segera ambil tindakan,” pungkasnya. (dsk/Tra).


Ibu Putri Koster Dukung Wakil Bali Ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia

Garudaxpose.com || Denpasar Bali – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster, memberikan dukungan kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo Yoseph Denpasar, yang menjadi wakil Bali pada ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima Rasha Azzahra di Gedung Jayasabha, Sabtu (21/2/2026).

Didampingi dua guru pembina OSIS SMAS Santo Yoseph, Rasha menjelaskan bahwa ia akan mengikuti ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026 pada Juni mendatang.“Ajang ini cukup bergengsi karena bergerak di bidang pendidikan,” ujar siswi yang akrab disapa Acha ini.

Pada ajang tersebut, perwakilan dari berbagai daerah akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti karantina dan malam budaya.“Nah, pada malam budaya itu kami diwajibkan menampilkan busana khas dari daerah masing-masing,” ucapnya.

Mengingat Ibu Putri Koster dikenal konsisten terhadap pelestarian tenun khas Bali, Acha berharap memperoleh rekomendasi terkait busana yang akan dikenakannya pada malam budaya.“Karena saya membawa nama Bali, mohon rekomendasi dari Ibu,” harapnya.

Ibu Putri Koster menyampaikan selamat kepada Acha yang akan mengikuti ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026 di Jakarta. Selain memberikan dukungan dana, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali ini merekomendasikan desainer yang akan merancang busana untuk Acha pada malam budaya.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Putri Koster berpesan agar Acha jeli melihat situasi. Ia berharap ajang ini benar-benar menjadikan talenta sebagai salah satu kategori dalam penilaian. “Jadi bukan hanya mengutamakan lenggak-lenggok. Ibu ingin anak-anak berkembang sesuai usia dan tidak dipaksa dewasa,” pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Acha didampingi Satya Ningsih dan Joshua, dua guru yang menjadi pembina OSIS di SMAS Santo Yoseph Denpasar. Sementara itu, Ibu Putri Koster didampingi pengurus TP PKK Provinsi Bali. (dsk/Tra)


Wagub Tegaskan Harmoni Tionghoa dan Bali Selaras Visi Pembangunan Bali

Garudaxpose.com || Denpasr  Bali – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali yang digelar di Hongkong Garden, Sanur, Denpasar, Jumat (20/2). Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta membacakan sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menegaskan kuatnya hubungan historis dan kultural antara masyarakat Tionghoa dan Bali.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menyampaikan bahwa hubungan kekerabatan dan persaudaraan antara Tionghoa dan Bali bukanlah relasi yang baru terjalin. Ikatan tersebut telah berlangsung ratusan tahun dalam perjalanan sejarah dan melahirkan akulturasi budaya yang unik serta harmonis. “Akulturasi budaya Tionghoa dan Bali dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari arsitektur pura, penggunaan pis bolong dalam upacara, seni, hingga tradisi dan kuliner. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa napas kebersamaan telah tumbuh dan menyatu dalam harmoni,” kata Wagub.

Organisasi INTI Bali disebut memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan memberdayakan masyarakat Tionghoa agar berkontribusi aktif menjaga keutuhan bangsa. Semangat tersebut dinilai selaras dengan visi pembangunan Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Tema perayaan tahun ini, “Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan”, dinilai sarat makna. Keberagaman disebut sebagai anugerah yang menjadikan Bali kuat dan kokoh hingga hari ini. Momentum Imlek juga diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, melainkan penguatan sinergi dalam tiga hal utama: memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dengan UMKM, menjaga stabilitas sosial, serta mengawal visi 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). “Tidak ada mayoritas atau minoritas. Yang ada adalah kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia,” tegasnya.

Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta, dalam sambutannya menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan. “Indonesia tidak dibangun oleh satu warna, melainkan oleh keberanian banyak warna untuk berjalan bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa hubungan Tionghoa dan Bali telah terjalin sejak zaman Dinasti Tang, termasuk kisah perkawinan raja Bali dengan putri Tiongkok, Kang Ching Wie, sebagai simbol akulturasi budaya. Ornamen, kehidupan sosial, hingga kuliner menjadi bukti bahwa keberagaman di Bali bukan sekadar slogan, melainkan cara hidup yang telah menyatu secara alami selama berabad-abad.

Memasuki Tahun Kuda Api, ia menyebut simbol tersebut melambangkan gairah, energi, dan kemandirian untuk melangkah maju dengan semangat nasionalisme, kolaborasi, dan inklusivitas. Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, menegaskan bahwa Tiongkok dan Indonesia sama-sama merupakan negara berkembang utama dan kekuatan penting di kawasan Global Selatan.

Menurutnya, hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan memasuki tahap baru dalam membangun komunitas senasib sepenanggungan yang saling menguntungkan.   Data perdagangan menunjukkan tren positif. Total perdagangan bilateral tahun 2025 mencapai USD 167,5 miliar atau meningkat 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat USD 82,2 miliar, naik 15,6 persen.

Di sektor pariwisata, sebanyak 1,34 juta wisatawan Tiongkok daratan berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025, dengan 537.000 di antaranya berkunjung ke Bali—meningkat 19 persen dibandingkan 2024. “Kami berharap kerja sama pragmatis di berbagai bidang akan berkembang lebih cepat dan lebih baik di Tahun Kuda, seperti kuda yang berlari kencang,” ujarnya.

Perayaan Imlek bersama INTI Bali berlangsung meriah dan penuh nuansa tradisi. Salah satu prosesi khas yang dilakukan adalah yu sheng atau tradisi mengaduk sayur bersama yang melambangkan harapan akan rezeki melimpah, kemakmuran, dan kebersamaan di tahun yang baru. Para tamu undangan bersama-sama mengangkat sumpit tinggi-tinggi saat mengaduk sebagai simbol peningkatan keberuntungan dan kesejahteraan.

Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan liong yang atraktif, tarian tradisional Tionghoa, serta hiburan musik bernuansa oriental yang memukau para undangan. Nuansa merah dan emas mendominasi ruangan, melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Perayaan juga diisi dengan doa bersama untuk kesehatan, keharmonisan, serta kemajuan Bali dan Indonesia di tahun yang baru. (Noer/Tra).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Kembang: “Jangan Main-main Pajak, Tutup Rapat Celah Kebocoran!”
Walikota Denpasar Tetapkan Sanur Bali Sebagai Kawasan Rendah Emisi
DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Dinilai “Cuci Tangan” dan Lempar Tanggung Jawab ke Pemkab
Luka di Era Modern: Pengeroyokan di Situ Cikedal Menguji Ketegasan Aparat dan Komitmen Kantor Hukum PKBB & Partner Dampingi Korban
Diduga Ratusan Tiang internet Sudah Diturunkan Tanpa Izin Lingkungan
Babinsa Taro Hadiri Bulan Bahasa Bali VIII, Perkuat Pelestarian Aksara Dan Sastra Bali
Kadisnaker Lumajang: Perusahaan Telat atau Tak Bayar THR Terancam Denda 5 Persen dan Sanksi Administratif
Ketua LSM MAPAN Angkat Bicara, Terkait Tarif Parkir di RSUD Balaraja

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:59 WIB

Bupati Kembang: “Jangan Main-main Pajak, Tutup Rapat Celah Kebocoran!”

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Koster Inginkan Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:37 WIB

Walikota Denpasar Tetapkan Sanur Bali Sebagai Kawasan Rendah Emisi

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:26 WIB

DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Dinilai “Cuci Tangan” dan Lempar Tanggung Jawab ke Pemkab

Minggu, 22 Februari 2026 - 04:32 WIB

Luka di Era Modern: Pengeroyokan di Situ Cikedal Menguji Ketegasan Aparat dan Komitmen Kantor Hukum PKBB & Partner Dampingi Korban

Berita Terbaru