Gubernur Koster Ajak Sinergi Lintas Sektor Cegah Peredaran Narkoba di Bali

- Penulis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Baca Juga Info Bali Terkait Lokasabha VI PBMM, Hut Laskar Bali, Ketog Semprong Festival dan Rekayasa Lalu Lintas di Besakih


Garudaxkpose.com | Denpasar Bali – Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa pemberantasan narkoba sangat krusial bagi citra Bali sebagai destinasi wisata dunia agar tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Hal itu ditekankan Gubernur Koster saat menerima kunjungan Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi dan I Wayan Sudirta pada Minggu (12/4) siang di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Koster mendorong penguatan sistem pencegahan berbasis desa adat, dengan penyusunan pararem anti narkoba sebagai bentuk perlindungan berbasis kearifan lokal. Langkah ini penting untuk membangun benteng sosial dari tingkat paling dasar dan memperkuat peran desa adat dalam deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

Koster menegaskan jika kolaborasi menjadi kunci utama penanganan narkoba di Bali dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BNN, aparat penegak hukum, dan masyarakat adat. Kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dan masyarakat Bali dari ancaman narkoba, serta membangun Bali yang aman dan berdaya saing global. “Pentingnya sinergi dan kerja sama dalam menangani ancaman narkoba yang serius ini. Penanganan dengan rehabilitasi juga sangat penting,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan keprihatinan atas kasus penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat di Indonesia. Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia, menjadi gerbang masuk peredaran obat terlarang tersebut.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat aktif dalam menangani isu narkoba di Indonesia ini menekankan bahwa peredaran narkoba bukan hanya isu penegakan hukum, tapi juga ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pemberantasan narkoba khususnya di Bali. “Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba di Indonesia sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman serius ini. Kolaborasi sangat penting baik BNN, penegak hukum, pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala BNN Provinsi Bali Budi Sajidin. Ia mendorong pembentukan pusat rehabilitasi terpadu milik daerah, penguatan tim terpadu lintas instansi, serta penerapan kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi bagi penyalahguna murni yang diarahkan ke jalur rehabilitasi melalui asesmen terpadu.

Ia juga mendukung penyusunan pararem (peraturan adat) khusus mengenai pencegahan peredaran narkoba di seluruh desa adat di Bali. Ia meyakini bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal adalah benteng efektif untuk melindungi generasi muda.(Adi/TRa).


Gubernur Koster: Organisasi Adat harus Jaga Warisan Leluhur dan Pemersatu, Ikut Tangani Sampah dan Infrastruktur Bali


Garudaxkpose.com | Badung Bali  — Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya peran organisasi adat sebagai kekuatan pemersatu sekaligus penguat tanggung jawab sosial masyarakat Bali dalam Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (12/4).

Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa organisasi adat tidak boleh hanya menjadi wadah formal, tetapi harus mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman.

“Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan organisasi berbasis kekerabatan di Bali tidak boleh memicu fragmentasi sosial. Sebaliknya, organisasi harus memperkuat dedikasi internal kepada leluhur (kawitan) dan berkontribusi bagi masyarakat Bali secara luas.

“Bergabung dalam organisasi bukan untuk membentuk paksi-paksi di masyarakat, tetapi untuk memperkuat loyalitas, konsistensi, dan pengabdian yang berdampak bagi Bali,” ujarnya.

Ketua Umum PBMM Kabupaten Badung, Jro Gede Komang Widiarta, turut mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan semangat pengabdian serta memperkuat jati diri sebagai bagian dari masyarakat adat Bali.

“Kita bersatu bukan untuk menjadi lebih besar, tetapi untuk memahami jati diri dan mengabdi demi kesejahteraan bersama,” katanya.

Adi Arnawa: Banyak Belajar dari Gubernur Koster

Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Bali yang dinilainya visioner dan konsisten membangun Bali berbasis budaya.

Ia mengaku banyak belajar dari kepemimpinan Koster, khususnya dalam implementasi visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Saya banyak belajar dari Pak Gubernur lewat Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Beliau sangat visioner dan sudah memikirkan bagaimana haluan Bali 10 tahun ke depan. Siapapun pemimpin Bali tinggal menjalankan haluan yang telah dirangkum,” ujarnya.

Adi Arnawa juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapatkan arahan langsung dari Koster dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, terutama dalam memastikan pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Bali.

“Saya sering dimentori oleh Pak Gubernur menghadapi tantangan ke depan. Pembangunan Bali harus berbasis budaya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kemampuan Koster dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga berbagai proyek strategis di Bali mendapatkan dukungan anggaran dari APBN.

“Kita harus bersyukur memiliki Gubernur seperti Pak Koster yang memiliki kemampuan lobi luar biasa ke pusat. Infrastruktur pendukung Bali, apa yang diusulkan banyak yang bisa ditanggung APBN. Kita patut memberikan apresiasi,” tambahnya.

Selain menyoroti peran organisasi adat, Koster juga memaparkan sejumlah proyek strategis Pemerintah Provinsi Bali, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang krisis sampah, terutama pasca-penutupan TPA Suwung.

Proyek PSEL tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027 dengan teknologi insinerasi modern yang mampu mengonversi sampah residu menjadi energi listrik (waste to energy). Fasilitas ini dirancang untuk menangani volume sampah dari kawasan Sarbagita—Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan—guna mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka.

Di sektor penataan kawasan suci, pemerintah juga membangun fasilitas parkir bertingkat di kawasan Pura Ulun Danu Batur untuk mengatasi kemacetan, khususnya saat pelaksanaan upacara besar. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pemedek dan wisatawan.

Sementara itu, di kawasan Pura Besakih, dilakukan renovasi pelinggih dengan tetap mempertahankan pakem arsitektur tradisional Bali. Selain itu, penguatan infrastruktur jalan menuju kawasan pura juga menjadi prioritas guna meningkatkan aksesibilitas dan keamanan, termasuk mitigasi potensi longsor di wilayah perbukitan.

Lebih lanjut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,27 triliun untuk 206 paket pekerjaan infrastruktur di Bali pada 2026. Program tersebut mencakup pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), pengamanan pantai di wilayah rawan abrasi, kelanjutan proyek shortcut Singaraja–Mengwitani, serta pembangunan sistem sanitasi terpusat di kawasan wisata.

Kegiatan Lokasabha VI PBMM Kabupaten Badung ini turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, Anggota DPRD Badung Ida Cokorda Mengwi XIII, Ketua PBMM Provinsi Bali, para pemangku desa dan kelurahan se-Badung, serta unsur Tripika dan tokoh adat lainnya.(Noer/Tra)


Wagub Giri Prasta Ajak Laskar Bali Shanti Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian Bali


Garudaxkpose.com | Denpasar Bali – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk Laskar Bali Shanti Badak Agung, untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan Bali. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Laskar Bali Shanti Badak Agung, Sabtu (11/4/2026) malam.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan pentingnya semangat pengabdian dan persaudaraan sebagai fondasi utama dalam menjaga Bali. Ia mengingatkan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.

“Teruslah kepakkan sayap pengabdian dalam menjaga persaudaraan dan Bali. Jadikan seragam kebesaran ini sebagai simbol kehormatan untuk mengayomi masyarakat dengan intelektual dan bekerja dengan nurani,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga Bali tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri, pecalang, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengajak semeton semua bersinergi, bergandengan tangan menjaga Bali agar tetap damai dan harmonis,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan bantuan punia sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi.

Lebih lanjut, ia berharap visi perjuangan Laskar Bali Shanti dapat selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Laskar Bali Shanti, Anak Agung Ketut Suma Wedanta, dalam sambutan yang dibacakan oleh Anak Agung Suma Widana, menyampaikan apresiasi dan harapan agar Laskar Bali Shanti Badak Agung semakin solid dan berkembang.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam bersikap, menjaga persaudaraan (pesemetonan), serta menjunjung tinggi nilai-nilai sopan santun dan rasa syukur dalam kehidupan berorganisasi.

“Semakin kita dewasa, pemikiran harus semakin bijak. Kita patut bersyukur karena bisa saling bertemu dan berbagi kebahagiaan, itu adalah anugerah yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh anggota juga diimbau untuk menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, serta terus aktif dalam kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Wayan Juniada, peringatan HUT ke-22 tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan sebelumnya. Di antaranya pembangunan rumah bagi warga kurang mampu di Desa Buahan, Kintamani, Kabupaten Bangli, lengkap dengan fasilitas tempat tinggal, kamar mandi, hingga tempat suci (sanggah).

Selain itu, kegiatan donor darah yang digelar pada Februari 2026 berhasil mengumpulkan 100 kantong darah melalui kerja sama dengan PMI Kota Denpasar. Bantuan sosial juga disalurkan kepada panti jompo, panti werdha, serta Yayasan Sayangi Bali.

Tidak hanya itu, Laskar Bali Shanti Badak Agung juga melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, serta kegiatan bersih-bersih lingkungan pada 9–10 April 2026.

“Semua kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kami sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap ke depan dapat terus berkontribusi dan tetap ajeg dalam menjaga Bali,” tutup Juniada. (ded/Tra)


Hadiri Ketog Semprong Festival, Wagub Ajak “Nyama Selam” Candikuning Bersama Merawat Bali


Garudaxkpose.com | Tabana  Bali  – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa upaya merawat dan menjaga Bali merupakan tanggung jawab bersama, termasuk nyama selam yang secara turun-temurun telah menetap di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan. Hal tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta dalam sambutannya saat menghadiri Ketog Semprong Festival yang dilaksanakan oleh Nyama Selam Candikuning di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Sabtu (11/4/2026).

Mengawali sambutannya, Giri Prasta menyinggung salah satu versi sejarah nama “Bedugul” yang konon merupakan gabungan dari kata bedug (alat musik khas umat Muslim) dan kulkul (kentongan tradisional masyarakat Bali). Menurutnya, asal-usul nama Bedugul tersebut menjadi bukti harmoni yang telah terjalin secara turun-temurun di salah satu kawasan wisata favorit ini.

Bertolak dari hal tersebut, ia mengapresiasi semangat nyama selam Candikuning, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua dalam merawat harmoni melalui rajutan toleransi yang tercermin dalam pelaksanaan Ketog Semprong Festival. “Kehadiran saya di acara ini mengingatkan pada tokoh-tokoh umat Muslim di Bali, khususnya di Candikuning. Kita diingatkan bahwa Bali dibangun oleh orang-orang suci,” ujarnya. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan Bali merupakan tanggung jawab bersama.

Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Ketog Semprong Festival karena dinilai sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Semua sudah terakomodasi dalam kegiatan ini, mulai dari Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, hingga Jagat Kerthi. Nilai-nilai ini telah diwujudkan menjadi tradisi oleh umat Muslim, khususnya di Candikuning,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memasukkan kegiatan ini ke dalam kalender kegiatan Pemerintah Provinsi Bali yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, Nyama Selam Candikuning cukup membentuk panitia, sementara dukungan pendanaan akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Masih dalam sambutannya, mantan Bupati Badung dua periode ini berpesan agar Nyama Selam Candikuning terus menjaga kelestarian dan keasrian kawasan Bedugul sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta menyerahkan sumbangan sebesar Rp50 juta yang berasal dari dana pribadi.

Ketog Semprong Festival juga dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Adi Wiryatama menilai pelaksanaan Ketog Semprong yang bertepatan dengan Lebaran Ketupat merupakan kegiatan yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan yang disebut sebagai satu-satunya di Bali dan tidak ditemukan di daerah lain ini perlu terus dikembangkan dan dilestarikan.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. “Ketog Semprong merupakan istilah dalam bahasa Bali yang berarti tumpah ruah. Di sini umat Muslim berkumpul untuk bersilaturahmi dan makan bersama,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya. Ia juga menyinggung keunikan Desa Candikuning sebagai kawasan dengan masyarakat multikultural. “Candikuning menjadi simbol kerukunan dan toleransi karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan secara damai,” ungkapnya. Oleh sebab itu, menurutnya sangat tepat jika kegiatan ini dijadikan sebagai ajang promosi sekaligus wadah untuk menggali potensi lokal.

Sementara itu, perwakilan Kampung Islam Candikuning, Ariel Dimitri Azkacetta, menjelaskan bahwa Ketog Semprong merupakan kearifan lokal yang bertujuan menjaga kerukunan melalui silaturahmi akbar. “Dalam kegiatan ini, kita bertemu, bersalaman, dan saling mendoakan. Bukan hanya antar keluarga atau warga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan pemimpin, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan janji menjadi realisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Ketog Semprong merupakan wujud kolaborasi antara generasi tua dan muda, serta antara sektor swasta dan pemerintah. “Kegiatan ini mencerminkan semangat menyama braya antara nyama selam dan nyama Bali, yang juga ditunjukkan melalui penampilan kesenian Bali dalam setiap penyelenggaraan acara,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak umat Muslim Candikuning untuk senantiasa menjaga kerukunan demi mendukung kondusivitas kawasan Bedugul sebagai destinasi wisata unggulan. “Terlebih, Candikuning merupakan jantung kawasan wisata Bedugul. Kami juga berharap adanya perhatian yang proporsional dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (dsk/Tra)>


Penerapan Rekayasa Lalu Lintas pada Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Berjalan Efektif


Garudaxkpose.com | Bangli Bali – Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Kintamani, situasi terpantau aman dan kondusif pada Jumat (10/4). Meski jumlah pemedek yang hadir tergolong normal, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan ketat guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.

Kanit Lantas Polsek Kintamani, IPTU I Nengah Bagiawan, melaporkan bahwa arus kendaraan menuju kawasan pura berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia menjelaskan bahwa strategi rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama, terutama saat menghadapi lonjakan pemedek pada hari libur atau hari tertentu.

Mengingat adanya keterbatasan lahan parkir, pihak kepolisian telah menerapkan skema khusus di sekitar area pura. Penjagaan ketat dilakukan di sisi utara dan selatan pura. Hal ini dilakukan agar pemedek hanya menggunakan satu sisi bahu jalan untuk parkir, guna mencegah penyempitan jalur yang dapat memicu kemacetan. Pemedek juga diarahkan untuk parkir di area parkir utama Tunon.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengamanan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangli, Polsek Kintamani, TNI, Satpol PP, serta pecalang dari kabupaten sekitar. “Kami mengimbau kepada seluruh pemedek yang akan tangkil untuk selalu berhati-hati di jalan. Mengingat cuaca di kawasan Batur yang fluktuatif, mohon selalu menyiapkan jas hujan serta bersama-sama menjaga kondusivitas demi kelancaran selama upacara,” ujar IPTU Bagiawan.

Hingga saat ini, koordinasi lintas sektoral terus diperkuat guna memastikan seluruh rangkaian Karya Ngusaba Kedasa hingga selesai berjalan dengan tertib dan khidmat.  (Eka/Tra).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Genangan, BPBD Kota Tangerang Ajak Warga Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan
Paramitha Lantik 51 Pejabat Baru di Brebes, Tegaskan: Rotasi Bukan Hukuman, Tapi Panggilan untuk Kerja Lebih Cepat, Tepat
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali
248 Kader TP PKK dan Posyandu Kecamatan Denbar Ikuti Penguatan Literasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber
Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
Gubernur Koster Paparkan Indikator Makro Pembangunan Bali 2025
Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Samplangan Amankan Prosesi Ngaben Warga

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:50 WIB

Waspada Genangan, BPBD Kota Tangerang Ajak Warga Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Senin, 13 April 2026 - 06:28 WIB

Gubernur Koster Ajak Sinergi Lintas Sektor Cegah Peredaran Narkoba di Bali

Senin, 13 April 2026 - 04:49 WIB

Paramitha Lantik 51 Pejabat Baru di Brebes, Tegaskan: Rotasi Bukan Hukuman, Tapi Panggilan untuk Kerja Lebih Cepat, Tepat

Senin, 13 April 2026 - 03:18 WIB

Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali

Senin, 13 April 2026 - 01:19 WIB

248 Kader TP PKK dan Posyandu Kecamatan Denbar Ikuti Penguatan Literasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Berita Terbaru