Dugaan “Permainan Nilai” Ujian Perangkat Desa Nguter, Ketua LP-KPK Minta Bupati Lumajang Hentikan Pelantikan!

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang — Dugaan praktik kecurangan dalam ujian tulis penjaringan perangkat Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, makin menguat. Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintahan dan Keadilan (LP-KPK) Lumajang resmi mengadukan panitia seleksi kepada Bupati Lumajang setelah menemukan banyak kejanggalan yang dianggap tidak mungkin terjadi tanpa adanya “rekayasa”.

Pengaduan bernomor 93/LP-KPK/XII/2025 itu menjadi sinyal bahwa proses seleksi Kasun Krajan Tengah bukan sekadar janggal, tetapi berpotensi diatur, dikondisikan, hingga direkayasa untuk memenangkan satu nama tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lulusan paket C nilainya 96, peserta sarjana justru anjlok

Temuan paling mencolok adalah nilai 96 milik Agus Wahyudi, satu-satunya peserta lulusan Paket C. Nilai ini melampaui jauh para peserta berpendidikan S1 yang hanya mampu berada di rentang 41–73.

LP-KPK menilai capaian itu tidak masuk akal, terutama karena:

* Tidak ada transparansi koreksi,
* Soal dan lembar jawaban tidak bisa diakses publik,
* Tidak ada mekanisme pengawasan yang kredibel,
* Dugaan komunikasi antara peserta dan panitia sebelum ujian.

“Secara logika, nilai hampir sempurna itu patut dipertanyakan. Kemungkinan memang selalu ada, tapi apakah masuk akal? Kami meragukan itu,” tegas ketua LP-KPK Dodik Supriyatno.

Panitia diduga terlibat permainan nilai

LP-KPK secara terang menyebut diduga adanya indikasi kolusi antara, Farianandanurbayti ketua panitia penyelenggara penjaringan dan penyaringan perangkat desa Nguter dengan Agus Wahyudi peserta peraih nilai nyaris sempurna.

Indikasi ini diperkuat oleh laporan warga yang menyebut adanya komunikasi intens, ketertutupan panitia, serta kejanggalan nilai yang terlalu mencolok.

Beberapa aturan besar diduga sudah dilanggar, mulai dari UU Desa, PP 43/2014, Permendagri 67/2017, hingga potensi pelanggaran pidana berupa penyalahgunaan wewenang.

Ketua LP-KPK meminta kepada Bupati Lumajang masalah ini tidak boleh dibiarkan, pelantikan harus dihentikan

Dalam surat pengaduannya, LP-KPK meminta Bupati Lumajang :

1. Menghentikan sementara rekomendasi pelantikan,
2. Menganulir hasil ujian,
3. Memerintahkan seleksi ulang,
4. Menginstruksikan Inspektorat turun melakukan audit investigatif,
5. Mengarahkan DPMDes untuk melakukan evaluasi total terhadap panitia seleksi.

Dodik menegaskan, pelantikan di tengah dugaan permainan nilai hanya akan mempermalukan Kabupaten Lumajang dan merusak kepercayaan publik terhadap proses pengisian perangkat desa.

Salah satu peserta seleksi ujian tulis perangkat desa Nguter Aris Tri Widianto ( nilai ujian 72 ), menduga kalau tidak ada main mata, ujian ulang saja

Mayoritas warga Nguter mendukung penuh langkah LP-KPK. Menurut mereka, bila panitia merasa tidak curang, maka tidak ada alasan menolak ujian ulang yang diawasi langsung inspektorat.

“Jangan buru-buru melantik. Kalau jujur, harusnya siap diuji ulang,” ujar salah satu warga yang menolak namanya dipublikasikan.

Kasus penjaringan dan penyaringan perangkat desa Nguter saat ini menjadi Sorotan Publik

Hingga saat berita ini tayang, Pemerintah Desa Nguter belum memberikan tanggapan. Namun tekanan publik makin kuat. Banyak pihak menilai, jika dugaan ini benar, kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi desa-desa lain.

LP-KPK memastikan akan mengawal kasus ini tanpa kompromi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga
Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang
Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta
Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri
Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan
Proyek Pemeliharaan Gedung Kantor Inspektorat Lumajang Terkesan Asal Jadi, LP-KPK Desak Inspektorat Provinsi untuk Mengaudit secara Menyeluruh
Kasus Penganiayaan Syahdan Sagala Mencuat ke Publik, Korban Mengaku Laporan Berulang Tak Ditindak
Polres Pasuruan Bakar Arena Perjudian Sabung Ayam di Pandaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:12 WIB

Satreskrim Polres Lumajang Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Rumah Warga

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:36 WIB

Miliki Sabu, Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus Dua Pria di Jalan Kutilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:49 WIB

Ironis! Polisi di Deli Serdang Curi Motor Rekan Sendiri Saat Korban Shalat di Masjid Polresta

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:18 WIB

Usai Diperiksa Polres Dairi, Syahdan Sagala Sebut Laporan Nuridah Puspita Pasi Diduga Upaya Pembenaran Diri

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:44 WIB

Polres Lumajang Amankan Pelaku Pencurian Rumah dengan Modus Pinjam Peralatan

Berita Terbaru