Dugaan Pelanggaran Hukum Yang Dilakukan 2 Perusahaan Tambang di Kabupaten Musi Banyuasin, Massa Koalisi Organisasi Masyarakat dan Aktivis Pengamat Kebijakan Sumber Daya Alam Gelar Aksi di Kantor ESDM

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang – Dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan dua perusahaan tambang di Kabupaten Musi Banyuasin mencuat ke publik. PT MNC dan PT GEL, yang beroperasi di Desa Manggsang, Kecamatan Banyulincir, Sumatera Selatan diduga melakukan penyerobotan lahan warga, manipulasi data, serta beroperasi tanpa mengindahkan hak masyarakat setempat.

Dugaan pelanggaran itu disuarakan dalam aksi damai yang digelar koalisi organisasi masyarakat dan aktivis pengamat kebijakan sumber daya alam di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Selatan, Rabu (28/01/26).

Koordinator aksi, M. Sanusi, menyebut aktivitas pertambangan dua perusahaan tersebut sarat persoalan hukum dan berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan, baik terkait perizinan, tata kelola lahan, maupun perlindungan hak masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menduga kuat ada pelanggaran hukum yang sistematis. Mulai dari manipulasi data, konflik agraria, sampai dugaan keterlibatan aparat desa. Ini bukan sekadar sengketa biasa, tapi sudah mengarah ke praktik mafia tanah,” ujar Sanusi.

Salah satu warga Desa Manggsang, Sanggani, mengaku lahannya diserobot tanpa persetujuan. Ia menuding penyerobotan tersebut terjadi atas kerja sama perusahaan dengan Kepala Desa setempat. Atas kejadian itu, Sanggani telah melaporkan Kepala Desa Manggsang ke Polda Sumatera Selatan karena diduga terlibat dalam praktik mafia tanah.
Kasus ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas tambang di wilayah tersebut tidak hanya bermasalah secara administratif, tetapi juga berpotensi melanggar hukum pidana dan agraria.
Massa aksi menilai lemahnya pengawasan dari instansi terkait turut membuka ruang bagi perusahaan tambang untuk beroperasi tanpa akuntabilitas. Mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat segera turun tangan sebelum konflik sosial semakin meluas.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Bidang Pengusahaan Pertambangan Dinas ESDM Sumsel, Ilham, yang mewakili Kepala Dinas Hendriansyah, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan massa.

“Aspirasi ini kami terima dan akan kami pelajari. Kami akan mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan ke Inspektur Tambang Kementerian ESDM,” ujar Ilham.
Ia mengakui surat rekomendasi belum bisa langsung diterbitkan karena Kepala Dinas sedang dinas luar, namun pihaknya telah menyiapkan konsep surat sebagai dasar pemeriksaan lebih lanjut oleh otoritas pusat.
Meski demikian, massa aksi menegaskan rekomendasi administratif saja tidak cukup. Mereka menuntut audit menyeluruh, pemeriksaan izin, hingga penghentian sementara operasional tambang apabila terbukti melanggar hukum.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Para pendemo menyatakan akan terus mengawal proses hukum dan kebijakan pemerintah agar penegakan hukum tidak berhenti pada janji semata.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2026 di SMPN 1 Jember, Tanamkan Kesadaran Tertib Sejak Dini
Kasat Lantas Polres Jember Pimpin Langsung Himbauan Tertib Lalu Lintas di Jl. A. Yani
Satpol PP Bangli Tertibkan Bangunan Kanopi Dan Tembok Di Jalan Usaha Tani Tegalalang
Pemkab Bangli Sampaikan Jawaban Atas Tiga Raperda Strategis
Pengukuhan Bendesa Adat Mantring Berlangsung Khidmat, Babinsa Hadir Dukung Kegiatan Adat
Gubernur Koster Dukung Penindakan WNA Bermasalah, Tegaskan Pariwisata Bali Harus Tetap Bermartabat
Geger Video Asusila Di Karangasem, Imigrasi Bali Buru WNA Prancis Hingga Masuk SOI
17 WNA Berbisnis Pinjaman Daring Di Kuta Utara Diamankan Imigrasi Ngurah Rai

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2026 di SMPN 1 Jember, Tanamkan Kesadaran Tertib Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Kasat Lantas Polres Jember Pimpin Langsung Himbauan Tertib Lalu Lintas di Jl. A. Yani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:06 WIB

Satpol PP Bangli Tertibkan Bangunan Kanopi Dan Tembok Di Jalan Usaha Tani Tegalalang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Pemkab Bangli Sampaikan Jawaban Atas Tiga Raperda Strategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Pengukuhan Bendesa Adat Mantring Berlangsung Khidmat, Babinsa Hadir Dukung Kegiatan Adat

Berita Terbaru