DLHK Sebut, Pajak Armada Menunggak, Akibat BPKB Terselif di BPKAD

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com, Kab Tangerang – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten mengakui 20 persen dari jumlah armada pengangkut sampah di Kabupaten Tangerang menunggak pajak. Hal tersebut di ungkapkan Kasubag Umpeg DLHK Kabupaten Tangerang Heri saat di temui di ruanganya, Jumat (28/05/2026).

Untuk jumlah kendaraan armada truk sampah se-Kabupaten Tangerang sebanyak 245 unit kendaraan yang tersebar di 9 UPTD dengan anggaran pajak 300 juta pertahun.

Heri Kasubag Umpeg DLHK membenarkan armada truk pengangkut sampah ada yang menunggak pajak lantaran BPKB armada tersebut terselip di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPKAD dalam rangka meminjam BPKB untuk keperluan pembayaran pajak tahunan ataupun lima tahunan, namun sampai saat ini BPKB tersebut belum di ketemukan oleh pihak BPKAD,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dirinya masuk menjadi Kasubag Umpeg di DLHK sejak tahun 2023 sebelumnya di Dinas Perdagangan Kabupaten Tangerang. Ada beberapa kendaraan yang BPKB yang terselip sehingga menunggak pajak sampai 5 tahun sampai 12 tahun.

“Kendala nunggaknya pajak ini bukan saja karena tidak adanya anggaran, namun karena seringnya ke alpa’an pihak UPTD dalam memberikan informasi ke Umpeg dalam pembayaran pajak yang sudah semestinya di bayarkan, kan tekhnisnya mereka yang pakai, semestinya tahu saat waktu bayar pajak dan menginformasikan ke kami,” katanya.

Heri juga menjelaskan, pihaknya juga saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak Samsat dalam melakukan pembayaran pajak armada yang menunggak.

Sementara, Ketua DPP LSM Barata Ali Parham SH. MH mempertanyakan, sisa anggaran 20 persen yang tidak di bayarkan setiap tahunnya, sedangkan pengajuan anggaran pasti tetap sebesar jumlah armada yang ada yaitu 245 unit.

“Ini menjadi kepatutan bagi masyarakat dalam penggunaan anggaran APBD yang notabene uang rakyat, di kemanakan sisa anggaranya buat apa saja sisanya, dalam waktu dekat kami akan bersurat ke Inspektorat dan BPK Provinsi Banten terkait hal tersebut,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal
Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial
Pergencar Komsos TNI, Satgas Yonif 521/DY Pererat Keharmonisan dan Edukasi Pelayanan Kesehatan Gratis Bersama Masyarakat Distrik Napua
Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga
DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI
Yadnya Kasada Suku Tengger, Tak Hanya Melarung Sesaji Namun Ada Edukasi Untuk Generasi Penerus
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Polres Jember Gelar Sosialisasi KUHAP Baru Bersama PPNS dan Kejaksaan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:54 WIB

Ibadah Waisak Berlangsung Khidmat dan Aman, Polresta Tangerang Beri Pengamanan Optimal

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:16 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Korem 182/JO : Tegaskan Disiplin, Profesionalisme dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:55 WIB

Polsek Cikupa Cek Kondisi Jembatan di Desa Talaga, Pastikan Aman Dilintasi Warga

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:37 WIB

DORONG REGENERASI PETANI, BUPATI PARAMITHA GAUNGKAN PERTANIAN MODERN SEBAGAI PROFESI BERGENGSI

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:53 WIB

Berita Terbaru