Garudaxpose.com | Jember – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tancap gas. Serah terima jabatan kepala SMP yang baru dilantik 23 Mei 2026 langsung diakselerasi. Tujuannya satu: pastikan roda pendidikan tak berhenti, apalagi SPMB 2026/2027 sudah di depan mata.
Kepala Dispendik Jember, Arief Tjahyono, menegaskan transisi kepemimpinan tak boleh ada jeda. Banyak agenda krusial yang menunggu eksekusi pejabat baru, mulai dari administrasi hingga akademik.
“Proses penerimaan peserta didik baru sampai penandatanganan dokumen pendidikan seperti ijazah butuh legalitas jelas. Sertijab harus segera tuntas supaya SPMB dan urusan sekolah lain tidak terhambat,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah akselerasi ini diambil Dispendik untuk menjaga kontinuitas layanan. Masa transisi yang molor bisa bikin administrasi ijazah dan penerimaan murid baru tersendat. Karena itu, para kepsek baru langsung diminta tancap gas begitu resmi menjabat.
Selain urusan mutasi, Dispendik juga dorong SMP jadi garda depan edukasi lingkungan. Program bank sampah digencarkan lewat kerja sama dengan lembaga keuangan.
Konsepnya: sampah dipilah, lalu dikonversi jadi tabungan bernilai ekonomi untuk siswa. Harapannya kebiasaan ini menular ke rumah dan melibatkan orang tua serta warga sekitar.
“Sampah bukan lagi masalah, tapi aset. Kalau dari sekolah sudah jalan, dampaknya bisa sampai ke masyarakat luas,” kata Arief.
Soal rotasi dan mutasi kepsek yang bergulir, Arief menyebut itu hal wajar dalam birokrasi. Tujuannya untuk penyegaran organisasi dan mendongkrak kinerja ASN.
Kepsek yang menempati pos baru dituntut bawa semangat baru, kerja lebih optimal, dan melahirkan inovasi nyata untuk mutu pendidikan Jember.
“Ini bagian dari penyegaran organisasi. Dengan penempatan baru, kami berharap semangat kerja dan kontribusi ke dunia pendidikan makin meningkat,” pungkasnya.
Pewarta: Slamet Raharjo











