Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik, Alfin Suhanda Nilai Demokrasi Perlu Dirawat Bersama

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan, Drh. Alfin Suhanda, menegaskan pentingnya peran intelektual dalam merawat kualitas demokrasi dan kepemimpinan politik di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam Diskusi Publik dan Launching Buku Monolog di Simpang Republik yang digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (31/1/2026).

Menurut Alfin, demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh prosedur elektoral, tetapi juga membutuhkan kehadiran gagasan kritis, etika kepemimpinan, serta keberanian intelektual untuk menyuarakan kepentingan publik.

“Buku Monolog di Simpang Republik ini sangat unik dan luar biasa. Ia lahir dari kegelisahan intelektual yang jernih terhadap praktik demokrasi dan kepemimpinan politik kita hari ini. Pemikiran seperti ini penting agar demokrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar rutinitas politik,” ujar Alfin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai karya M. Haekal Al Haffah tidak hanya bersifat reflektif, tetapi juga menawarkan kritik substantif terhadap relasi antara negara, elite politik, dan masyarakat sipil. Karena itu, menurut Alfin, tanggung jawab intelektual tidak boleh berhenti di ruang akademik semata, melainkan harus hadir di ruang publik.

“Diskusi dan buku seperti ini menjadi sangat relevan di tengah melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi politik. Intelektual harus berani mengambil posisi, merawat nalar publik, dan mengingatkan bahwa kepemimpinan politik memiliki dimensi etis dan tanggung jawab sosial,” katanya.

Alfin juga mengapresiasi forum diskusi yang mempertemukan akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum sebagai ruang pertukaran gagasan yang sehat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak karya kritis yang mendorong penguatan civic virtue atau kebajikan kewargaan.

“Mudah-mudahan ke depan akan lahir lebih banyak karya dan forum intelektual yang berani, jujur, dan berpihak pada kepentingan publik. Demokrasi membutuhkan pemikiran, bukan sekadar kekuasaan,” tambahnya.

Sementara itu, penulis buku Monolog di Simpang Republik, M. Haekal Al Haffah, menilai salah satu persoalan mendasar demokrasi Indonesia saat ini adalah lemahnya tradisi intelektual dan tidak tumbuhnya komunitas kritis di ruang publik.

“Ketika fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak berjalan secara optimal, maka civil society menjadi penopang terakhir demokrasi. Di sinilah peran intelektual, akademisi, dan kelompok kritis dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan kekuasaan,” tegas Haekal.

Diskusi publik tersebut mengangkat tema “Kepemimpinan Politik, Civic Virtue, dan Tanggung Jawab Intelektual” dengan menghadirkan M. Haekal Al Haffah, S.Sos., M.Sos. sebagai narasumber utama, didampingi Ketua Umum DPP Gencar Charma Afrianto, SE, serta akademisi dan pengamat politik Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog reflektif untuk menelaah tantangan demokrasi kontemporer, khususnya krisis kepemimpinan politik, melemahnya kebajikan kewargaan, serta urgensi peran intelektual dalam membangun kehidupan politik yang demokratis, berkeadilan, dan berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 
Jembatan Gantung Garuda Diresmikan, Danrem 044/Gapo : Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat
Lahan Transmigrasi Diduga Diserobot, 18 Tahun Warga Kapas I Menunggu Kepastian: Pemerintah Dinilai Hanya “Main Sinetron”
Skandal Agraria Menganga, Dugaan Sulap HGU Jadi HGB Bisa Seret Banyak Nama Besar
Firdaus Hasbullah Menilai DPD Demokrat Stabil Dan Berkembang, Cik Ujang Layak Maju Dalam Pilgub Sumsel 2029
Perkuat Pembangunan Nasional, Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Teknis Seleksi Rekrutmen SPPI TA 2026
Stop Buang Anggaran! Sekda Muba Gandeng BPKP, Siap ‘Babat’ Program Formalitas di 2026 ​
PST Laporkan Dugaan KKN Dana APBN di Lingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri I Kota Palembang, Madrasah Aliyah Negeri I Ogan Ilir, Madrasah Aliyah Negeri I Muara Enim, Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuasin, dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Prabumulih ke Kejati Sumsel

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:54 WIB

Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 

Senin, 27 April 2026 - 14:32 WIB

Jembatan Gantung Garuda Diresmikan, Danrem 044/Gapo : Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 13:10 WIB

Skandal Agraria Menganga, Dugaan Sulap HGU Jadi HGB Bisa Seret Banyak Nama Besar

Senin, 27 April 2026 - 12:53 WIB

Firdaus Hasbullah Menilai DPD Demokrat Stabil Dan Berkembang, Cik Ujang Layak Maju Dalam Pilgub Sumsel 2029

Senin, 27 April 2026 - 12:50 WIB

Perkuat Pembangunan Nasional, Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Teknis Seleksi Rekrutmen SPPI TA 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 

Senin, 27 Apr 2026 - 15:54 WIB