Desa Jelbuk Canangkan Gerakan Pengelolaan Sampah Terpadu, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Jember – Pemerintah Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi bersih-bersih lingkungan dan pencanangan program pengelolaan sampah terpadu di Lapangan Desa Jelbuk, minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, relawan lingkungan, hingga komunitas peduli sampah dari wilayah Jember dan Bondowoso.

Kepala Desa Jelbuk mengatakan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sampah yang selama ini kerap dianggap sebagai sumber masalah sebenarnya memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik sejak dari tingkat rumah tangga.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa sampah memiliki dua kemungkinan. Jika dibuang sembarangan dan tidak dikelola, maka akan menjadi sumber bencana lingkungan dan memicu berbagai penyakit. Namun jika diolah dengan benar, sampah justru bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini kawasan sekitar lapangan desa sempat menjadi lokasi penumpukan sampah. Namun melalui gerakan bersama yang digagas pemerintah desa dan para relawan, area tersebut kini mulai ditata agar lebih bersih dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pembersihan sampah di sejumlah titik sekitar lapangan. Selain itu, pemerintah desa juga mencanangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik hingga pengolahan sampah residu.

“Mulai hari ini seluruh sampah yang terkumpul akan diolah. Sampah organik dan anorganik dipisahkan, sementara residu akan diproses lebih lanjut agar tetap memiliki nilai guna dan tidak mencemari lingkungan,” katanya.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa.

Pemerintah Desa Jelbuk juga berencana melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam pelaksanaannya. Setiap dusun akan memiliki peran dalam pengumpulan dan pengelolaan sampah sehingga sistem yang dibangun dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karang Taruna dan perwakilan warga dari masing-masing dusun akan menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

Selain itu, pemerintah desa akan menyediakan sarana pendukung berupa tempat penampungan sampah terpusat yang berada di tanah kas desa. Sampah dari masing-masing dusun nantinya akan diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju lokasi pengelolaan.

Dengan adanya program tersebut, Pemerintah Desa Jelbuk berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat sekaligus mampu menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan sampah yang produktif.

“Kami optimistis jika seluruh masyarakat bergerak bersama, persoalan sampah dapat ditangani dengan baik. Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan sampah yang sebelumnya tidak bernilai bisa memberikan manfaat bagi warga,” pungkasnya.

Pewarta: Slamet Raharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:22 WIB

Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes

Berita Terbaru

Uncategorized

Buku Seabad Relokasi Batur Jadi Ruang Pencatatan Ingatan Kolektif

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:13 WIB