BREBES,GarudaXpose.com//-Menjadi momen yang tak terlupakan bagi 156 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di Kabupaten Brebes. Alih-alih larut dalam euforia perayaan pelantikan, mereka memilih untuk langsung terjun ke medan bakti, menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Aksi cepat tanggap ini menjadi penanda awal dedikasi mereka sebagai abdi negara yang berpihak kepada rakyat.Selasa,1,Maret 2026
Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Sridadi telah meninggalkan jejak kerusakan dan kesedihan mendalam bagi ratusan keluarga. Banyak rumah yang rusak, bahkan tidak sedikit yang harus mengungsi akibat pergerakan tanah yang membahayakan. Kondisi ini menuntut respons cepat dan empati dari berbagai pihak, dan para PNS baru Brebes menjawabnya dengan cara yang tak terduga namun sangat berarti.
Prosesi penyerahan bantuan secara simbolis digelar di Pendopo Brebes pada Rabu pagi. Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., menerima langsung paket sembako tersebut dari perwakilan PNS baru, didampingi oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes. Kehadiran para pejabat tinggi daerah ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah setempat terhadap inisiatif kemanusiaan yang digagas para PNS muda, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara aparatur pemerintahan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aji Laksono, yang dipercaya sebagai Koordinator PNS formasi 2024, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan rasa syukur mendalam atas amanah yang telah mereka terima. “Ini bentuk syukuran kami. Kami tidak ingin merayakan secara berlebihan dengan pesta, melainkan lebih memilih untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah selatan yang saat ini sedang mengalami musibah bencana tanah bergerak,” jelas Aji dengan nada tulus. Ia menambahkan, keputusan untuk mengalihkan dana perayaan menjadi bantuan sosial ini merupakan kesepakatan bulat dari seluruh PNS yang baru dilantik, sebuah langkah yang patut diacungi jempol dan diharapkan bisa menjadi tradisi positif ke depannya.
Secara total, telah terkumpul 176 paket sembako, yang dirancang khusus untuk disalurkan kepada 176 kepala keluarga yang paling membutuhkan di Desa Sridadi. Paket ini berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan mie instan, yang sangat diperlukan oleh warga terdampak. “Insyaallah bantuan ini akan segera didistribusikan kepada masyarakat melalui koordinasi yang erat dengan Dinas Sosial Kabupaten Brebes. Kami berharap, sedikit bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” tambah Aji, menunjukkan komitmen mereka untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat dan memberikan dampak maksimal.
Langkah mulia ini mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Brebes, Dr. Moh. Syamsul Haris, S.H., M.H. Menurut Dr. Haris, aksi sosial ini bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga cerminan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan patut menjadi teladan bagi seluruh jajaran PNS. “Ini luar biasa. Mereka tidak hanya mengekspresikan rasa syukur, tetapi juga secara langsung berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Ini patut menjadi teladan bagi PNS lainnya, baik yang baru maupun yang sudah lama mengabdi,” puji Dr. Haris. Ia menekankan bahwa tindakan semacam ini merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Dr. Haris juga menaruh harapan besar kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya peran mereka sebagai duta positif pemerintah di tengah masyarakat, yang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. “Para ASN baru diharapkan mampu menjadi penyambung lidah pemerintah, menyampaikan informasi yang bermanfaat, memegang teguh nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), serta memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. Hal ini krusial untuk menghindari pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang,” tegasnya. Integritas dan profesionalisme adalah dua pilar utama yang harus dijunjung tinggi.
Dengan langkah awal yang diwarnai aksi kepedulian, semangat berbagi, dan integritas tinggi, para PNS baru ini menunjukkan bahwa mereka siap mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat. Momen pelantikan ini bukan sekadar seremoni kenaikan status, melainkan sebuah janji pengabdian tulus yang dimulai dengan aksi nyata, meninggalkan kesan mendalam dan harapan baru bagi masa depan pelayanan publik di Kabupaten Brebes. Mereka telah membuktikan bahwa pengabdian sejati dimulai dari hati yang peduli.red
(Agus)












