DDII Brebes Kukuhkan Kepengurusan Baru: Mengukir Jejak Dakwah Inklusif Menuju Brebes Beres dengan Tiga Pilar Pengabdian

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com-Sebuah angin segar bertiup di jantung Kabupaten Brebes. Pada Sabtu (14/2) lalu, Pendopo Kabupaten menjadi saksi bisu pengukuhan kepengurusan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Brebes periode 2026–2031. Dalam balutan suasana khidmat yang sarat harapan, DDII Brebes secara tegas menyatakan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi menara suar dakwah, tetapi juga menjelma menjadi lokomotif penggerak pembangunan daerah, sejalan dengan visi luhur “Brebes Beres” yang diimpikan bersama.

Pelantikan ini bukan semata-mata ritual pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan sebuah proklamasi dimulainya babak pengabdian yang lebih luas, lebih relevan, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Setiap individu yang dilantik sebagai pengurus bersumpah untuk memikul amanah ini dengan integritas tinggi, siap mencurahkan tenaga dan pikiran dalam memperkuat syiar Islam, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Brebes dari segenap aspek kehidupan. Ini adalah panggilan untuk berkhidmat, bukan hanya berkuasa.

Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM, yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Supriyadi, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi transformasi peran dakwah di era kontemporer. Beliau menggarisbawahi bahwa dakwah tidak lagi cukup jika hanya bergaung dari atas mimbar masjid atau mimbar ceramah. Lebih dari itu, dakwah harus mampu membumi, menjelma menjadi serangkaian aksi nyata yang secara langsung menyentuh dan meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dakwah modern menuntut kita untuk melampaui batas-batas ceramah konvensional. Ia harus termanifestasi secara konkret dalam program-program pendidikan yang mencerdaskan akal dan budi, upaya pemberdayaan ekonomi umat yang menopang kemandirian finansial, serta pendampingan sosial yang peka, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan paling dasar masyarakat,” jelas Supriyadi, mengutip butir-butir penting sambutan Bupati. “Amanah ini, Bapak dan Ibu sekalian, bukanlah sekadar posisi atau jabatan. Ia adalah tanggung jawab besar yang menuntut komitmen tanpa henti untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dakwah, mempererat tali silaturahmi, dan membimbing seluruh umat menuju kehidupan yang lebih bermakna, berkualitas, dan sejahtera, baik di dunia maupun akhirat.”

Bupati juga menaruh ekspektasi yang sangat tinggi agar DDII mampu merumuskan serta mengimplementasikan program-program inovatif yang tidak hanya relevan, tetapi juga proaktif dalam menjawab dinamika dan tantangan zaman yang kian kompleks. Fokus utama adalah pada pembentukan karakter generasi muda. Diharapkan, melalui sentuhan DDII, generasi penerus Brebes akan memiliki fondasi spiritual yang kokoh, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan moral di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran tantangan global. “Pemerintah Kabupaten Brebes tidak akan pernah ragu untuk membuka pintu sinergi dan kolaborasi erat dengan DDII,” imbuh beliau, menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Dengan semangat kebersamaan yang kokoh dan niat tulus berkhidmat, Insya Allah, kita akan mampu mewujudkan Brebes yang tidak hanya maju dalam infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga sejahtera secara merata, bermartabat dalam perilaku warganya, dan memiliki peradaban yang tinggi berlandaskan nilai-nilai agama.”

Rofiq Qoidul Adzam, figur yang kini resmi menjabat sebagai Ketua DDII Kabupaten Brebes, dalam sambutannya menyatakan tekad bulatnya untuk menakhodai organisasi ini menuju arah yang lebih profesional, akuntabel, dan inklusif. Ia memaparkan secara gamblang tiga pilar utama yang akan menjadi kompas gerak kepengurusannya selama lima tahun ke depan, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan:

Sinergi Dakwah: Pilar ini menekankan betapa krusialnya menjalin kolaborasi dan kemitraan yang solid dengan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam lainnya di Brebes. Tujuannya adalah untuk membangun jembatan persatuan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meminimalisir potensi perpecahan yang dapat merugikan umat. Dengan sinergi ini, diharapkan akan tercipta suasana yang kondusif, sejuk, dan penuh kedamaian di tengah masyarakat yang beragam. DDII akan menjadi fasilitator dialog dan kerjasama antar-ormas Islam, mewujudkan kekuatan kolektif demi kemaslahatan bersama.
Kontribusi Pembangunan: DDII berkomitmen kuat untuk tidak lagi hanya menjadi penonton atau pengkritik, melainkan menjadi pemain aktif dan konstruktif dalam setiap denyut pembangunan daerah. Komitmen ini mencakup peran nyata, baik di sektor spiritual, pengembangan pendidikan agama, maupun di ranah sosial kemasyarakatan yang lebih luas, seperti kesehatan, lingkungan, dan bantuan kemanusiaan. DDII akan mengedepankan program-program yang solutif, berkelanjutan, dan memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Brebes secara menyeluruh.
Kemitraan Strategis: Sebagai wujud dukungan penuh dan partisipasi aktif terhadap pemerintahan yang sah, DDII akan menjalin kemitraan strategis yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Brebes. Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah ikhtiar bersama yang bertujuan untuk mengakselerasi pencapaian visi “Brebes Beres”. Visi ini, menurut Rofiq, adalah sebuah cita-cita besar yang mengedepankan kemajuan ekonomi dan infrastruktur, kesejahteraan yang merata di seluruh lapisan masyarakat, martabat yang terjaga bagi setiap warga, serta nilai-nilai religius yang mengakar kuat dalam setiap sendi kehidupan.

Puncak acara pelantikan semakin diperkuat dengan tausiyah kebangsaan yang sarat makna dari Ketua DDII Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ahmad Syafei. Dalam ceramahnya yang berhasil membakar semangat dan menginspirasi hadirin, beliau mengingatkan seluruh pengurus baru bahwa jabatan yang kini mereka sandang adalah amanah yang sangat mulia di hadapan Allah dan umat, namun di sisi lain, juga penuh dengan tantangan, rintangan, dan ujian kesabaran.

“Dakwah bukanlah sebuah perjalanan singkat yang bisa ditempuh dengan mudah, melainkan sebuah jalan panjang yang menuntut kesabaran ekstra, keikhlasan tanpa batas, dan militansi tinggi dalam setiap langkahnya. Ini adalah jalan mulia untuk membela agama Allah, menyebarkan kebaikan, sekaligus menjaga dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegas Dr. Syafei dengan suara berapi-api. “Oleh karena itu, para pengurus harus bergerak dengan militansi yang dilandasi keikhlasan, didasari niat tulus karena Allah semata, dan semangat juang yang tak akan pernah mengenal lelah demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa. Jadikan setiap rintangan sebagai tangga menuju kebaikan yang lebih besar.”

Dengan formasi kepengurusan yang baru, visi yang jelas, dan semangat pengabdian yang membara, DDII Kabupaten Brebes kini menatap masa depan dengan optimisme. Mereka yakin dapat memainkan peran sentral dalam menciptakan masyarakat Brebes yang tidak hanya religius dan taat beribadah, tetapi juga berpendidikan tinggi, mandiri secara ekonomi, serta secara aktif berkontribusi pada kemajuan daerah di masa mendatang, menjadikan Brebes sebagai contoh nyata perpaduan harmonis antara nilai agama dan pembangunan modern. (Red/II)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKM Masjid Al-Karomah Gotong Royong Membersihkan Tempat Ibadah Menjelang Bulan Suci Ramadan, Merupakan Tradisi yang Penuh Makna
MANTAP!, Warga Sumberpakel- Desa Barat, Bergotong Royong Bangun Jalan Rabat Beton, Murni Swadaya Masyarakat
Lembaga Bantuan Hukum Jakpro Ngesti Wibawa Gelar Rapat Kerja di Paiton Probolinggo
Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
Menggemparkan: Penelitian Manuskrip Kuno Ungkap 60% Pribumi Indonesia Berdarah Walisongo
JDEYO Bilyard & Cafe Cisoka, Ini Kata Heru Sekjen LSM Pelopor Indonesia
Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung Jepang Setelah Sepuluh Tahun
Event olahraga Lari lintas Alam Jadi Magnet Baru Pecinta olah Raga, rail Run

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:23 WIB

DKM Masjid Al-Karomah Gotong Royong Membersihkan Tempat Ibadah Menjelang Bulan Suci Ramadan, Merupakan Tradisi yang Penuh Makna

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:38 WIB

MANTAP!, Warga Sumberpakel- Desa Barat, Bergotong Royong Bangun Jalan Rabat Beton, Murni Swadaya Masyarakat

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:39 WIB

DDII Brebes Kukuhkan Kepengurusan Baru: Mengukir Jejak Dakwah Inklusif Menuju Brebes Beres dengan Tiga Pilar Pengabdian

Senin, 16 Februari 2026 - 11:04 WIB

Lembaga Bantuan Hukum Jakpro Ngesti Wibawa Gelar Rapat Kerja di Paiton Probolinggo

Senin, 16 Februari 2026 - 05:50 WIB

Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi

Berita Terbaru

Bandung

Tradisi Ziarah Kubur Sambut Bulan Suci Ramadhan

Selasa, 17 Feb 2026 - 14:12 WIB