Bupati Tangerang Kawal Langsung Pelaksanaan Penataan Bangli Sungai Cirarab

- Penulis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Kabupaten Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama jajaran perangkat daerah dan unsur terkait, mengawal langsung pelaksaan penataan dan pembongkaran bangunan liar (Bangli), sekaligus memulai normalisasi Sungai Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan, Minggu (12/4/2026).

Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya memimpin jalannya penertiban, tetapi juga turun langsung ke lapangan membantu proses pengangkatan puing-puing bangunan hasil pembongkaran. Aksi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir dan keselamatan warga

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkaokan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang telah dilakukan beberapa kali dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Dinas Tata Ruang, Dinas PUPR Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, para camat, hingga RT/RW serta pemilik bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cirarab

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pelaksanaan penertiban dan penataan di bibir Sungai Cirarab. Semua ini sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk penandatanganan pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujar Bupati Maesyal

Ia menjelaskan bahwa Sungai Cirarab memiliki peran penting sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam yang hulunya berasal dari wilayah Legok. Kondisi bantaran sungai saat ini mengalami abrasi dan pengikisan tanah yang cukup mengkhawatirkan dan menyebabkan potensi bencana cukup tinggi, salah satunya banjir yang kerap melanda di wilayah sepanjang Sungai Cirarab

“Kalau kita lihat langsung di lapangan, sudah terjadi penggerusan tanah. Kami khawatir bangunan di bantaran sungai ini berisiko tinggi, apalagi saat debit air meningkat. Ini bisa membahayakan keselamatan warga,” jelasnya.

Sebanyak kurang lebih 62 bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Cirarab ditertibkan, terdiri dari 41 bangunan di wilayah Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan. Penertiban ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir dan potensi bencana lainnya.

“Ini bukan semata-mata penertiban, tetapi upaya perlindungan terhadap masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Setelah proses pembongkaran selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melanjutkan tahap normalisasi sungai, yang kemudian diikuti dengan pembangunan turap untuk memperkuat struktur bantaran sungai.

“Setelah akses alat berat terbuka, kita langsung lakukan normalisasi. Selanjutnya akan dilakukan penurapan agar lebih aman dan mampu meminimalisir banjir,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur Banten, dan alhamdulillah mendapat dukungan, termasuk dari BBWS. Ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penataan ini, demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertata, dan bebas dari risiko banjir.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak, khususnya masyarakat, agar upaya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Pihak HKBP Kutabumi. Pengurus Gereja HKBP Kutabumi, Risma mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar.

“Pada dasarnya kami dari pihak gereja setuju untuk dilakukan normalisasi dan pembongkaran bangunan liar. Kami juga akan mematuhi aturan, karena ini semua demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Haji Suryo, pemilik usaha tempe di pinggir Sungai Cirarab yang turut terdampak penertiban. Ia mengaku mendukung langkah pemerintah, meski sebagian bangunan usahanya harus dibongkar.

“Kami setuju dilakukan pembongkaran dan normalisasi agar nantinya tidak terjadi banjir di wilayah Pasar Kemis. Namun kami berharap diberikan keringanan waktu untuk melakukan pemindahan barang-barang. Kami minta waktu satu sampai dua hari untuk proses tersebut,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Mobil Siaga Desa Randusanga Kulon: Diduga Jadi Kendaraan Dinas, Warga Keluhkan Layanan Darurat Tersendat dan Administrasi Berbelit
Emban Amanah Baru, I Wayan Nurasta Wibawa Resmi Jabat Kalapas Kelas IIA Tenggarong
Info Bali Soal Hari Pertama WFH dan Hari ke-9 Pelaksanaan IBTK
Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian
Lomba FLS3N Kecamatan Kaliwates Bukan Sekedar Kompetisi, Juga Pembentukan Karakter dan Jati Diri
Halal Bihalal HMP Banyuwangi dan LPK RI Banyuwangi Pererat Silaturahmi dan Sinergi Antarorganisasi
Halal Bihalal HMP Banyuwangi dan LPK RI Banyuwangi Pererat Silaturahmi dan Sinergi Antarorganisasi

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 12:36 WIB

Bupati Tangerang Kawal Langsung Pelaksanaan Penataan Bangli Sungai Cirarab

Minggu, 12 April 2026 - 07:37 WIB

Polemik Mobil Siaga Desa Randusanga Kulon: Diduga Jadi Kendaraan Dinas, Warga Keluhkan Layanan Darurat Tersendat dan Administrasi Berbelit

Minggu, 12 April 2026 - 06:02 WIB

Emban Amanah Baru, I Wayan Nurasta Wibawa Resmi Jabat Kalapas Kelas IIA Tenggarong

Sabtu, 11 April 2026 - 18:56 WIB

Info Bali Soal Hari Pertama WFH dan Hari ke-9 Pelaksanaan IBTK

Sabtu, 11 April 2026 - 18:17 WIB

Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan

Berita Terbaru

Olahraga

Herkusnadi Menggenggam Tali Estafet FPTI Brebes 2026–2030

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:22 WIB