Berkat Kerja Kolaboratif Inflasi Banyuwangi Selama Ramadan-Idulfitri Terjaga, Lebih Rendah dari Jatim dan Nasional

- Penulis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Laju inflasi di Banyuwangi selama Maret 2026 tetap terkendali, meski bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas. Bahkan inflasi Banyuwangi lebih rendah dari Jawa Timur dan nasional.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Banyuwangi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,37 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 0,38 persen dan inflasi nasional sebesar 0,94 persen pada periode yang sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas kerjasama semua pihak, Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, TNI, Polri, Pemkab Banyuwangi, dan pihak terkait lainnya, yang mampu menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri.

 

“Ini berkat kerjasama kolaboratif banyak pihak, yang bekerja keras menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi Banyuwangi tetap terjaga,” kata Ipuk, Rabu (6/4/2026).

 

Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam selama Ramadan dan menjelaang Idulfitri, terjadi sejumlah kenaikan harga pada beberapa komoditas bahan pokok, dan adanya peningkatan permintaan bahan bakar gas yang menyebabkan harga meningkat,

 

“Meski sempat terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, Banyuwangi tetap bisa mengendalikan laju inflasinya selama bulan Maret,” kata Salam.

 

Salam menjelaskan pada Maret 2026, yang bertepatan dengan bulan Ramadan inflasi didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas, antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging sapi. Peningkatan harga tersebut didorong oleh naiknya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi.

 

Salam menjelaskan permintaan LPG yang sangat tinggi hingga akhir Maret 2026, menyebabkan kenaikan harga LPG di berbagai wilayah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan di pasaran.

 

“Situasi global yang terjadi dalan beberapa waktu terakhir juga turut mempengaruhi inflasi daerah hingga nasional. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar non subsiidi akibat perang di timur tengah,” urainya.

 

Meski demikian inflasi di Banyuwangi tetap terkendali berkat adanya upaya aktif pemerintah daerah bersama stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas harga. Di antaranya satgas pangan dengan melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, untuk menjaga ketersediaan stok dan memastikan harga bahan pokok tetap stabil selama bulan Ramadan.

 

Selain tim pengendali inflasi daerah (TPID) Banyuwangi, menyelenggarakan operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

 

”Pemkab Banyuwangi juga menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg di sejumlah titik untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan masyarakat mendapatkan gas dengan harga sesuai ketentuan,” paparnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81, PMI Banyuwangi Gelar Beragam Aksi Sosial Mulai Droping Air Bersih Hingga Operasi Katarak
Konsisten Gelar BIG Downhill, UCI Apresiasi Kualitas Lintasan dan Penyelenggaraan Banyuwangi
Ibu Putri Koster Dorong WHDI Wujudkan SDM Unggul, Berkualitas, dan Berkarakter
Investasi Berkembang Pesat, Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Lindungi Lahan Pertanian Bali 
Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas
Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba
Sigit Priatna Putra Diperiksa Kejati Jakarta, Ungkap Dugaan Penyelewengan Pajak Ratusan Miliar oleh Mantan ASN DJP
Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:10 WIB

HUT ke-81, PMI Banyuwangi Gelar Beragam Aksi Sosial Mulai Droping Air Bersih Hingga Operasi Katarak

Selasa, 22 September 2026 - 04:09 WIB

Konsisten Gelar BIG Downhill, UCI Apresiasi Kualitas Lintasan dan Penyelenggaraan Banyuwangi

Selasa, 22 September 2026 - 03:48 WIB

Ibu Putri Koster Dorong WHDI Wujudkan SDM Unggul, Berkualitas, dan Berkarakter

Selasa, 22 September 2026 - 03:08 WIB

Investasi Berkembang Pesat, Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Lindungi Lahan Pertanian Bali 

Senin, 21 September 2026 - 22:13 WIB

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas

Berita Terbaru