Bencana Longsor Melanda Pakpak Bharat: 143 Titik Terdampak, Penanganan Dikebut Hingga ke Pelosok Desa

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Pakpak Bharat — Curah hujan ekstrem disertai badai yang mengguyur wilayah Kabupaten Pakpak Bharat dalam beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di hampir seluruh wilayah kecamatan. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga 27 November 2025 pukul 16.40 WIB tercatat 143 titik longsor tersebar di 8 kecamatan dan 52 desa. Dari jumlah tersebut, 102 titik telah ditangani, sementara 47 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Kepala BPBD Pakpak Bharat, Agusman Harapan Padang, ST M.Si menyampaikan bahwa bencana longsor kali ini termasuk kategori luar biasa karena terjadi secara merata di banyak lokasi. “Intensitas cuaca ekstrem menyebabkan curah hujan dan badai sangat tinggi sehingga memicu longsor besar-besaran,” ujarnya.

Musibah ini juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, sementara lima rumah mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, sektor pertanian pun terdampak parah. Di Kecamatan STTU Jehe, tepatnya Dusun I Desa Tanjung Meriah, lebih dari dua hektare sawah rusak, ditambah terputusnya irigasi yang mengaliri lahan pertanian di kawasan Prongil Julu. Sejumlah data kerusakan pertanian lainnya masih dalam proses verifikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk percepatan penanganan, BPBD bersama PUPR, Dinas Pertanian, BPJN, serta dukungan alat berat dari provinsi telah mengerahkan berbagai jenis armada, mulai dari beko loader, excavator, loader, trado, hingga chainsaw. Proses pembersihan material longsor juga melibatkan personel BPBD, Tagana, TNI/Polri, dan masyarakat setempat.

Hingga hari ini, penanganan diperluas ke beberapa ruas penting seperti Jalan Lagan–Pagindar, Jalan Kuta Tinggi–Sibongkaras, serta sejumlah titik di Kecamatan STTU Jehe yang belum terselesaikan. Selain itu, BPBD juga menyiapkan 30 paket bantuan sembako berisi beras, minyak goreng, telur, matras, selimut, dan perlengkapan dasar lainnya untuk disalurkan kepada warga yang paling terdampak.

“Penanganan masih terus berlangsung. Kami memprioritaskan wilayah dengan dampak terparah dan akses vital masyarakat,” ujar Kepala BPBD dalam keterangannya.

Penulis : Jembri M Padang

Editor : Kaperwil Sumut

Sumber Berita: BPBD Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemput Bola Serap Aspirasi, Fajrul Falah Gelar Reses Ke-3 di Desa Cikande
Skandal Absensi Fiktif ASN Brebes Menggurita Sejak 2024: Bayar 250 Ribu/Tahun, Bebas Bolos Tanpa Potong TPP, BKD Tuding Hacker
Serap Usulan dan Pengaduan Masyarakat, Ustur Ubadi Siap Tindaklanjuti Menjadi Pokok Pikiran DPRD
Wakil Ketua BAKN DPR RI Andi Achmad Dara Gelar Reses dan Sosialisasi UU di Desa Gembong
Herni Susilawati Gelar Reses ke-3 di Desa Gembong, Serap Aspirasi Warga
5 Desa Terbaik Brebes Masuk Meja Penilaian, Targetnya Satu: Status Mandiri
Estafet Kepemimpinan: Mudo Mulyanto Resmi Pimpin Lapas Brebes, Gowim Mahali Lanjut Tugas di Cilacap
Wagub Tekankan Generasi Muda Harus Berperan pada Sektor Pertanian

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:23 WIB

Jemput Bola Serap Aspirasi, Fajrul Falah Gelar Reses Ke-3 di Desa Cikande

Rabu, 29 April 2026 - 09:24 WIB

Skandal Absensi Fiktif ASN Brebes Menggurita Sejak 2024: Bayar 250 Ribu/Tahun, Bebas Bolos Tanpa Potong TPP, BKD Tuding Hacker

Rabu, 29 April 2026 - 06:14 WIB

Wakil Ketua BAKN DPR RI Andi Achmad Dara Gelar Reses dan Sosialisasi UU di Desa Gembong

Rabu, 29 April 2026 - 05:38 WIB

Herni Susilawati Gelar Reses ke-3 di Desa Gembong, Serap Aspirasi Warga

Rabu, 29 April 2026 - 05:19 WIB

5 Desa Terbaik Brebes Masuk Meja Penilaian, Targetnya Satu: Status Mandiri

Berita Terbaru