Garudaxpose.com | Palembang, 19 April 2026 – Respons cepat ditunjukkan aparat kewilayahan saat kebakaran melanda Gereja Maranata di Jalan Veteran, RT 22 RW 07, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III, Kota Palembang, Minggu (19/4/2026).
Babinsa Kelurahan Kuto Batu, Serka Giman bersama Sertu Wandi, langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga sekitar pukul 09.41 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kepanikan warga dan kobaran api yang terus membesar, keduanya turut membantu pengamanan serta proses penanganan awal di lokasi kejadian.
Kebakaran diketahui pertama kali oleh saksi Evan (30), yang melihat percikan api dari meja kantor di lantai bawah gereja. Api dengan cepat menyambar dokumen dan perlengkapan di sekitarnya hingga menimbulkan asap tebal.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang bersama unit terkait segera diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan tujuh unit mobil pemadam. Upaya pemadaman berlangsung cukup intens hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.30 WIB, dilanjutkan proses pendinginan.
Serka Giman mengatakan, kehadiran Babinsa di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab dalam membantu masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif.
“Begitu menerima laporan, kami langsung ke TKP untuk membantu pengamanan dan mendukung proses pemadaman bersama petugas. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Serka Giman.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di area kantor gereja.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin memeriksa instalasi listrik, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Sertu Wandi juga menekankan pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama terhadap potensi kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, satu unit bangunan Gereja Maranata mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.
Kehadiran Babinsa di tengah situasi darurat ini menjadi bukti nyata peran aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pembinaan wilayah, tetapi juga saat terjadi bencana.














