Akses Jalan Warga di Tutup Pihak Sekolah SDN Paya, Warga Sedih Tidak ada Respon dari Pemerintah Setempat

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Serang – Warga Kampung Paya RT 09 RW 02, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang menyampaikan sejumlah keluhan terkait proyek swakelola di SDN Paya. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp775.938.281 itu diduga menyimpan banyak kejanggalan, mulai dari kualitas bangunan hingga pengabaian standar keselamatan kerja.

Menurut warga berinisial MS, pengerjaan rehabilitasi ruang kelas di sekolah tersebut terkesan asal-asalan. Beberapa bagian bangunan yang retak hanya ditambal menggunakan adukan semen tanpa perbaikan struktural yang memadai. Selain itu, pekerja proyek disebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Melihat besarnya anggaran yang digunakan, masyarakat mempertanyakan transparansi serta pengawasan proyek. Warga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk turun langsung melakukan pengawasan dan evaluasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan Warga Terkait Akses Jalan

Selain masalah pada proyek fisik sekolah, warga juga mengeluhkan tidak adanya akses jalan ke rumah mereka yang seblumnya ada akses Jalan berada di sekitar sekolah kini di tutup oleh pihak sekolah, Seorang warga bernama Bani menyampaikan permintaan kepada pihak sekolah untuk membuka jalan bagi aktivitas sehari-harinya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Paya, Sadiah, S.Pd., menjelaskan bahwa akses jalan sebenarnya sudah ada di samping pagar masih tanah sekolah seluas satu meter, karena akses jalan sebelumnya mengganggu aktivitas sekolah, “ujarnya

Namun, menurut Bani, jalan tersebut belum bisa diakses secara memadai. Ia berharap pihak sekolah membuka hati dan memberikan solusi agar warga sekitar dapat melintas dengan nyaman.selain itu pihak pemerintahan setempat tidak merespon keluhan warganya, “lirihnya

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap agar pihak sekolah dan dinas terkait dapat menanggapi secara bijak keluhan-keluhan tersebut demi kepentingan bersama.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau
Pertemuan AKD di Desa Bago, Kapolsek Pasirian Ajak Perkuat Koordinasi dan Keamanan
Dedikasi tinggi dalam Bidang kesehatan untuk Wilayah Terpencil Papua
Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis
Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking
Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang
Janji Tinggal Janji, Rumah Reyot Nenek Ucum di Balaraja Tak Kunjung Tersentuh Bantuan
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:26 WIB

Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau

Sabtu, 25 April 2026 - 01:50 WIB

Pertemuan AKD di Desa Bago, Kapolsek Pasirian Ajak Perkuat Koordinasi dan Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 09:26 WIB

Dedikasi tinggi dalam Bidang kesehatan untuk Wilayah Terpencil Papua

Kamis, 23 April 2026 - 23:15 WIB

Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Serta Memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Di Tengah Kondisi Ekonomi Yang Dinamis

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Hadapi Modus Digital, PKK Lumajang Perkuat Kader untuk Deteksi Dini Human Trafficking

Berita Terbaru