Kasus Penganiayaan Syahdan Sagala Mencuat ke Publik, Korban Mengaku Laporan Berulang Tak Ditindak

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Sidikalang – Kasus dugaan penganiayaan yang dialami Syahdan Sagala kini semakin menyeruak ke publik. Hal tersebut mencuat setelah Syahdan Sagala membeberkan kronologis kejadian yang dialaminya bersama keluarga kepada awak media.

Syahdan Sagala mengungkapkan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut bukanlah yang pertama kali ia alami. Ia mengaku sudah berulang kali menjadi korban dan telah berulang kali pula melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dairi. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

“Kasus ini bukan sekali saja. Saya sudah berulang kali melapor ke Polres Dairi, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Padahal saya sudah menjadi korban penganiayaan, penyerangan, bahkan perusakan usaha saya,” ujar Syahdan kepada awak media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Syahdan menjelaskan bahwa dirinya sempat meminta Kepala Desa Sitinjo untuk memediasi permasalahan tersebut. Namun upaya mediasi yang dilakukan di kantor kepala desa dinilainya tidak membuahkan hasil, karena kejadian serupa justru kembali terulang.

“Saya sudah meminta kepala desa untuk memediasi, tetapi seolah-olah mediasi di kantor desa itu tidak ada artinya bagi mereka yang kini menjadi terlapor,” ungkapnya.

Syahdan juga mengaku kecewa terhadap aparat penegak hukum, khususnya Polres Dairi. Ia menilai pihak kepolisian terkesan tidak menanggapi serius laporan yang telah disampaikannya.

“Ironisnya, saat terjadi pemukulan dan saya sempat disekap di rumah kontrakan, saya akhirnya harus pergi ke RSUD Sidikalang untuk melakukan visum. Namun tetap saja tidak ada tindakan yang saya lihat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuatnya merasa seolah penderitaannya diabaikan. Oleh karena itu, Syahdan berharap pihak kepolisian segera menangani kasus penganiayaan yang dialaminya secara serius dan profesional.

“Saya berharap laporan saya segera ditindaklanjuti. Sudah banyak laporan yang saya buat, tapi belum satu pun ada tindakan. Kami hanya mengharapkan keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas Syahdan.

Penulis : Jembri M. Padang

Editor : Kaperwil Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Blusukan ke Lahan Jagung Kanigaran, Serap Curhat Petani dan Titip Pesan Kamtibmas
40 Adegan Diperagakan, Polres Probolinggo Rekonstruksi Kasus Mayat Perempuan di Dalam Sumur Alas Sumur Kraksaan
Sambut HUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Probolinggo Banjiri PMI dengan Aksi Donor Darah
Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam
Polres Probolinggo Kota dan Wartawan Perkuat Kemitraan Lewat PIRAMIDA
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Probolinggo Ajak Keluarga Besar Jaga Kebugaran dan Kekompakan
Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:09 WIB

Polisi Blusukan ke Lahan Jagung Kanigaran, Serap Curhat Petani dan Titip Pesan Kamtibmas

Jumat, 18 September 2026 - 14:35 WIB

40 Adegan Diperagakan, Polres Probolinggo Rekonstruksi Kasus Mayat Perempuan di Dalam Sumur Alas Sumur Kraksaan

Jumat, 18 September 2026 - 14:17 WIB

Sambut HUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Probolinggo Banjiri PMI dengan Aksi Donor Darah

Jumat, 18 September 2026 - 13:24 WIB

Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam

Jumat, 18 September 2026 - 13:07 WIB

Polres Probolinggo Kota dan Wartawan Perkuat Kemitraan Lewat PIRAMIDA

Berita Terbaru