Kawal Produktivitas Pangan dari Tingkat Kelurahan, Polisi Pantau Budidaya Jagung di Kanigaran

- Penulis

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan masyarakat melalui optimalisasi lahan pertanian dan pendampingan terhadap para petani. Mendukung langkah tersebut, jajaran Polsubsektor Kanigaran Polres Probolinggo Kota terus membangun sinergi dengan kelompok tani melalui kegiatan pemantauan langsung di area pertanian.

Kali ini, perhatian petugas tertuju pada budidaya jagung milik warga di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas setempat, Briptu Aldian.

Di tengah aktivitas pertanian warga, kehadiran petugas dimanfaatkan untuk menggali informasi mengenai proses penanaman, kondisi tanaman, serta rencana produksi yang sedang dipersiapkan oleh petani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu lahan yang menjadi perhatian merupakan milik Neman, anggota Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri. Dengan luas mencapai satu hektare, lahan tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan jagung varietas Jago.

Kapolsubsektor Kanigaran, Ipda Iwan Hardi, mengatakan bahwa kepolisian berupaya mengambil bagian dalam mendukung sektor pertanian melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, petani merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga ketersediaan pangan sehingga aktivitas mereka perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Ketahanan pangan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Kami melalui anggota Bhabinkamtibmas terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, termasuk kelompok tani, agar dapat mengetahui perkembangan pertanian sekaligus memberikan motivasi kepada para petani,” tutur Ipda Iwan Hardi.

Dalam pemantauan tersebut, petugas memperoleh informasi bahwa tanaman jagung di lahan milik Neman mulai ditanam pada 15 Oktober 2026. Berdasarkan perencanaan masa tanam, proses pemanenan diperkirakan berlangsung pada 25 Januari 2027.

Petani memproyeksikan hasil produksi dari lahan satu hektare tersebut mencapai tujuh hingga sembilan ton. Potensi hasil tersebut diharapkan dapat terealisasi melalui pengelolaan lahan yang baik serta pemeliharaan tanaman secara konsisten.

Bagi petugas, informasi mengenai luas lahan, jenis varietas, waktu tanam, hingga perkiraan panen menjadi bagian dari pemantauan untuk mengetahui aktivitas pertanian yang berlangsung di wilayah binaan.

Tidak hanya mencatat perkembangan tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi antara polisi dan petani mengenai kondisi di lapangan. Pendekatan komunikasi ini diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih terbuka sehingga masyarakat merasa nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Ipda Iwan Hardi menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam merawat tanaman agar potensi produksi yang telah direncanakan dapat tercapai.

“Harapan kami, para petani tetap semangat dan tidak mengabaikan proses pemeliharaan tanaman. Kami juga mendorong agar setiap kendala yang muncul bisa dikomunikasikan sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan dengan lancar sampai waktu panen,” jelasnya.

Di sisi lain, aspek keamanan lingkungan turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Petugas mengingatkan bahwa kawasan pertanian juga membutuhkan pengawasan bersama agar kegiatan masyarakat tidak terganggu oleh berbagai potensi tindak kejahatan.

Pemilik lahan dan warga sekitar diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, menjaga kerukunan, serta tidak segan berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan situasi yang membutuhkan penanganan.

Menurut Ipda Iwan, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dan warga.

“Kami ingin hubungan antara polisi dengan masyarakat terus terjalin dengan baik. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kelompok tani dapat terus menjaga kekompakan dan saling mendukung dalam menjalankan kegiatan pertanian. Lingkungan yang aman dan hubungan sosial yang harmonis dinilai dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam bekerja.

Kegiatan sambang tersebut sekaligus menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi wilayah secara langsung, tidak hanya melalui laporan, tetapi juga dengan melihat aktivitas masyarakat di lapangan.

Melalui komunikasi yang terbangun, jajaran Polsubsektor Kanigaran berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan nasional.

Pemantauan terhadap lahan jagung di Kebonsari Wetan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan kepolisian dalam mendorong produktivitas masyarakat. Sinergi dengan kelompok tani diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha pertanian di wilayah Kecamatan Kanigaran.

Dengan demikian, upaya meningkatkan produksi pangan dapat berjalan beriringan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepolisian pun berharap budidaya jagung milik warga tersebut dapat berkembang optimal dan menghasilkan panen sesuai target pada Januari 2027 mendatang. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Malam, Polsek Lumajang Kota Sisir Sejumlah Titik Rawan Kriminalitas
Polres Lumajang Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru Secara Door to Door
Polres Lumajang Gelar Razia Mendadak, Periksa Seluruh Anggota untuk Pastikan Tak Gunakan Vape
Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari, Kapolres Lumajang Berangkatkan 100 Paket Sembako dan Puluhan Personel Polri
Ngobrol Santai Satlantas Polres Brebes Bersama Ojol dan Wartawan: Pelanggaran Operasi Patuh Candi 2026 Turun 55 Persen
Dari Lahan Pertanian, Polri Bangun Kedekatan dengan Warga Kareng Lor Probolinggo
Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam
Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:40 WIB

Kawal Produktivitas Pangan dari Tingkat Kelurahan, Polisi Pantau Budidaya Jagung di Kanigaran

Kamis, 5 November 2026 - 03:36 WIB

Patroli Malam, Polsek Lumajang Kota Sisir Sejumlah Titik Rawan Kriminalitas

Rabu, 4 November 2026 - 13:45 WIB

Polres Lumajang Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru Secara Door to Door

Rabu, 4 November 2026 - 13:29 WIB

Polres Lumajang Gelar Razia Mendadak, Periksa Seluruh Anggota untuk Pastikan Tak Gunakan Vape

Rabu, 4 November 2026 - 09:28 WIB

Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari, Kapolres Lumajang Berangkatkan 100 Paket Sembako dan Puluhan Personel Polri

Berita Terbaru

Uncategorized

Model Tata Kelola AI dalam Penilaian Kompetensi Jabatan Polri

Kamis, 5 Nov 2026 - 05:41 WIB