Garudaxpose.com, Tapteng | Proyek revitalisasi UPTD SD Negeri 157626 Sipakpahi Hutari, Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan pagu Rp760 juta lebih, menuai sorotan masyarakat.
Warga meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum memeriksa proyek tersebut karena pekerjaan diduga belum maksimal. Salah satu yang disorot adalah pemasangan keramik langsung di atas lantai lama yang dipertanyakan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan RAB.

“Anggarannya besar, tetapi kami mempertanyakan kualitas pekerjaannya. Kami berharap diperiksa agar sesuai standar,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang kepala tukang mengaku hanya bekerja sesuai arahan pengawas.
“Kami hanya tukang di sini, Pak. Apa yang disuruh, itu yang kami kerjakan. Kami mengikuti arahan dari pengawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah A. Marbun mempersilakan awak media melihat kondisi bangunan.
“Lihat saja sekolah, saya tidak tahu-menahu soal sekolah itu. Semuanya bebas melihat,” ujar. A Marbun. Selasa (20/10/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Tapteng saat dikonfirmasi menyatakan akan memanggil pengawas proyek.
“Nanti kami akan panggil pengawasnya,” ucapnya.Senin (26/10/2026)
Warga berharap Dinas Pendidikan dan Inspektorat memeriksa kualitas serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis. Mereka juga meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyimpangan berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut masih memerlukan verifikasi pihak berwenang.(ps)















