Keterangan:Ketua DPC Demokrat Brebes Terpilih Asrofi Buka Suara Soal Penolakan Segelintir Pihak, Tegaskan Proses Sesuai AD/ART dan Akomodir Non Kader – Wawancara di Kediamannya, Pulosari
BREBES,GarudaXpose.com//- Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes terpilih, Bapak Asrofi, akhirnya buka suara terkait adanya penolakan dari sejumlah pihak atas terpilihnya dirinya. Penolakan itu beralasan karena Asrofi dianggap bukan kader partai.
Hal tersebut disampaikan Asrofi saat ditemui di kediamannya di Pulosari, Brebes, pada Kamis, 22 Oktober 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asrofi menegaskan, penetapan dirinya sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Brebes melalui SK dari DPP Partai Demokrat tidak muncul secara tiba-tiba. Ada tahapan panjang dan sah sesuai AD/ART partai.
“SK penetapan itu bukan sekonyong-konyong langsung muncul. Ada tahapannya,” ujar Asrofi.
Muscab di Semarang Buka Pintu untuk Non Kader
Asrofi menjelaskan, tahapan pertama adalah Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan di Semarang. Pada saat pendaftaran, panitia secara jelas mencantumkan bahwa yang diperbolehkan mendaftar untuk mengikuti Muscab bukan hanya kader.
“Di dalam undangan penyerahan berkas itu terakomodir, tercantum dengan jelas bahwa yang diizinkan mendaftar itu bukan cuma kader. Non kader pun diakomodir,” jelasnya.
Setelah pendaftaran, panitia melakukan verifikasi data berjenjang. Mulai dari pendaftar menjadi bakal calon, hingga saat menjadi bakal calon yang ikut Muscab, semuanya melalui verifikasi sesuai AD/ART partai.
Bahkan pada saat pelaksanaan Muscab, ada verifikasi lagi terkait dukungan faktual dari PAC dan DPD untuk bisa mengikuti Muscab.
Kenapa Baru Protes Sekarang?
Menurut Asrofi, pada saat Muscab di Semarang, pleno sudah memutuskan calon Ketua DPC Kabupaten Brebes. Saat itu ada dua nama yang mengerucut, dan dirinya menjadi salah satunya.
Jika memang ada keberatan soal status kader, seharusnya diutarakan pada saat forum Muscab, bukan setelah diputuskan.
“Kalau pada saat itu mereka keberatan, kenapa tidak diutarakan pada saat Muscab? Ternyata di Muscab sudah diputuskan di plenonya,” tegasnya.
Setelah Muscab, tahapan lanjutan adalah penetapan di tingkat DPP. Sesuai AD/ART, yang berwenang menetapkan dan memilih calon terpilih adalah DPP, dengan pertimbangan verifikasi menyeluruh, termasuk dukungan dari DPD dan PAC se-Kabupaten Brebes.
“Semua tahapan sudah kita lalui sampai akhirnya ditetapkanlah Asrofi sebagai Ketua DPC. SK-nya juga sudah saya terima secara resmi,” ungkapnya.
Anggap Semua Sebagai Anak
Asrofi mengaku malu jika ada gugatan atau penolakan setelah SK terbit, apalagi jika yang menolak adalah mantan pengurus DPC yang ikut mengikuti proses Muscab di Semarang.
Terkait hal itu, ia memilih bersikap seperti orang tua yang merangkul semua anak.
“Ibaratnya saya orang tua, ada anaknya beberapa. Ada yang pinter, ada yang kurang pinter, ada yang manut ada yang tidak manut, tapi semua itu anak saya. Sehingga harus saya rangkul semuanya, harus saya kasih perhatian semuanya,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian, Asrofi sudah menyuruh stafnya untuk hadir ke Kantor DPC Demokrat Brebes. Namun hingga saat ini, dirinya belum menempati kantor tersebut karena masih menunggu proses serah terima jabatan dan administrasi secara resmi setelah pelantikan nanti.
“Saya nunggu setelah pelantikan, ada proses serah terima itu, baru saya mungkin akan menempati kantor tersebut,” pungkasnya.***
(4905)














