Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Bukan Sekadar Bencana Asap, Kerusakan Hutan Kalimantan Dinilai Ancam Keseimbangan Ekosistem, Kesehatan Publik, dan Masa Depan Ekologis Bangsa

BREBES,GarudaXpose.com//-Ketua Umum Pengurus Wilayah Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (PW KPMDB) Brebes Tegal Slawi (BREGAS), Muhamad Tofik Nur Rohman, mendesak pemerintah pusat dan otoritas terkait untuk segera mengambil langkah taktis dan terukur dalam menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Desakan tersebut disampaikan menyusul meluasnya dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Tofik, persoalan kebakaran dan kerusakan hutan tidak bisa dipandang sebatas urusan administratif pengelolaan kawasan.

“Hutan memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur tata air, serta menopang keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika fungsi tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/10).

Ia menyoroti dampak serius dari kabut asap karhutla terhadap kesehatan publik. Partikel halus dan polutan dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara secara drastis dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan asap tersebut,” tambahnya.

Selain kesehatan, Tofik juga mengingatkan ancaman ekologis jangka panjang. Hilangnya tutupan vegetasi akibat kebakaran akan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air, meningkatkan risiko erosi, serta memperbesar potensi banjir dan tanah longsor.

Atas kondisi tersebut, PW KPMDB BREGAS membagi desakannya ke dalam dua agenda utama:

1. Agenda Jangka Pendek: Penanganan Darurat dan Evaluasi Regulasi

Untuk jangka pendek, ada dua tuntutan mendesak:

Pertama, pihaknya mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan penetapan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional. Penetapan ini dinilai perlu dengan mempertimbangkan skala kebakaran, luas wilayah terdampak, ancaman terhadap keselamatan masyarakat, serta keterbatasan kemampuan pemerintah daerah.

Kedua, melakukan Rekonsiliasi Peraturan Daerah (Perda) terkait pembukaan lahan dengan cara dibakar. Tofik menilai, praktik pembukaan lahan dengan dibakar sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).

Ia juga meminta pemerintah memastikan penanganan darurat berjalan optimal, mulai dari pemadaman api, pemantauan kualitas udara, penyediaan fasilitas kesehatan, hingga perlindungan bagi masyarakat terdampak asap.

2. Agenda Jangka Panjang: Moratorium 20-40 Tahun

Untuk solusi jangka panjang, Tofik mendesak pemerintah memberlakukan moratorium total terhadap aktivitas pembukaan lahan di kawasan hutan Kalimantan.

“Moratorium tersebut harus diberlakukan dalam jangka panjang, yakni sekitar 20 hingga 40 tahun, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi ekologis dan hasil pemulihan kawasan. Ini untuk mencegah persoalan serupa terus berulang,” jelasnya.

Selain mendesak pemerintah, Ketua Umum PW KPMDB BREGAS juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda daerah, untuk turut menyuarakan persoalan kebakaran dan kerusakan hutan Kalimantan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek
AKSI CEPAT POLRES LUMAJANG BERSAMA TIM GABUNGAN BERHASIL JINAKKAN API DI BLOK BANTENGAN
Pembakaran Sisa Sampah Berakhir Tragis, Mutasan Tewas dalam Insiden Api di Probolinggo
KAPOLRES LUMAJANG TURUN LANGSUNG KE SPBU SUKODONO, PASTIKAN STOK BBM AMAN DI TENGAH KETERLAMBATAN DISTRIBUSI
Simpan Sabu di Wadah Skincare, Upaya Penyelundupan Barang Haram ke Lapas Banyuwangi Digagalkan
PERAHU NELAYAN PUGER TERBALIK DIHANTAM OMBAK DI PERAIRAN PANDANWANGI LUMAJANG, 2 SELAMAT 1 HILANG
POLRES LUMAJANG PERKETAT PATROLI CEGAH 3C, KASAT SAMAPTA: HADIR DI LAPANGAN UNTUK RASA AMAN WARGA
Sulastri Kembali Bersuara soal Uang dan Mobil Pribadi, Pertanyakan Tanggung Jawab TR: “Saya Tidak Mau Dianggap Bodoh!”

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Ketua Umum PW KPMDB BREGAS Desak Pemerintah Ambil Langkah Taktis Atasi Krisis Hutan Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan Dua Dump Truk Terjadi di Badan Jalan Candipuro Lumajang, Laka Material Diselesaikan Mediasi di Polsek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:03 WIB

AKSI CEPAT POLRES LUMAJANG BERSAMA TIM GABUNGAN BERHASIL JINAKKAN API DI BLOK BANTENGAN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Pembakaran Sisa Sampah Berakhir Tragis, Mutasan Tewas dalam Insiden Api di Probolinggo

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:42 WIB

KAPOLRES LUMAJANG TURUN LANGSUNG KE SPBU SUKODONO, PASTIKAN STOK BBM AMAN DI TENGAH KETERLAMBATAN DISTRIBUSI

Berita Terbaru

TNI POLRI

Patroli Malam, Babinsa Dan Komduk Pastikan Wilayah Aman

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:42 WIB