Bupati Ipuk Luncurkan Teman Lansia, Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM |BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu. Terbaru, Pemkab Banyuwangi meluncurkan “Teman Lansia”, gerakan pendampingan yang dirancang untuk memastikan para lansia mendapatkan perhatian dan akses layanan sesuai kebutuhannya.

Program tersebut dikenalkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026). Teman Lansia menjadi penajaman dari berbagai program yang selama ini telah dijalankan pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.

 

Teman Lansia akan menjadi tim pendamping yang bertugas menyisir dan mengidentifikasi lansia yang membutuhkan dukungan. Tim ini sekaligus menjadi penghubung antara lansia dengan berbagai layanan dan program pemerintah yang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Tim Teman Lansia melibatkan berbagai unsur di tingkat wilayah, mulai dari camat, pemerintah desa/kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia, hingga karang taruna.

 

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut. Termasuk saat ada lansia miskin sakit dan belum punya BPJS, nanti difasilitasi melalui PBI maupun APBD,” ujar Ipuk.

 

Menurut Ipuk, pendekatan tersebut penting agar pelayanan pemerintah tidak hanya menunggu laporan atau pengajuan dari masyarakat. Dengan adanya pendamping di lapangan, berbagai persoalan yang dihadapi lansia diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

 

Dalam pelaksanaannya, Teman Lansia juga melibatkan lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta memanfaatkan basis data yang tersedia untuk membantu mengidentifikasi lansia yang membutuhkan perhatian.

 

“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka. Kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” kata Ipuk.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi, Puguh Widodo, mengatakan Teman Lansia akan melakukan asesmen terhadap lansia dengan tingkat kerentanan tinggi. Identifikasi dilakukan berdasarkan laporan pilar-pilar sosial maupun data yang tersedia.

 

Asesmen dilakukan oleh Teman Lansia menggunakan formulir digital yang terhubung langsung dengan Dinas Sosial. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi Dinas Sosial untuk mengoordinasikan penanganan sesuai permasalahan dan kebutuhan masing-masing lansia.

 

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian, ataupun butuh alat bantu gerak. Nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” ujar Puguh.

 

Melalui Teman Lansia, Bupati Ipuk ingin memperkuat ekosistem perlindungan bagi warga senior. Berbagai program yang telah berjalan diharapkan semakin tepat sasaran karena didukung pendampingan langsung di tingkat lapangan. (Kabiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Info Singaraja Soal Dekranasda Bali Gelar Fashion Road Show
Info Denpasar Soal Karya Ngenteg Linggih dan Pol PP Tertibkan 144 Baliho
Jalin MoU, Pemkab Gandeng BSI Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan di Banyuwangi
SEKDA PADANG LAWAS RESMI BUKA RAPAT INVENTARISASI DAN VERIFIKASI PPTKH CARI JALAN TENGAH, MASYARAKAT DAPAT KEPASTIAN HUKUM HUTAN TETAP TERJAGA
Nenek Penjual Es Teh Berjualan Atas Kemauan Sendiri, Dinsos Lakukan Asesmen Lapangan
Komir Brebes Gelar Sidang II 2026, Siaga Hadapi Musim Hujan: 6 Alat Berat Dikerahkan Normalisasi Irigasi
Bela Hak Masyarakat, BPPH Pemuda Pancasila Palembang Siap Berikan Pendampingan Hukum Tanpa Biaya bagi yang Tidak Mampu
Bahas Isu Dalam Lapas, Kalapas Banyuwangi Buka-Bukaan dan Akan Sikat Oknum Petugas ‘Nakal’

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:53 WIB

Info Singaraja Soal Dekranasda Bali Gelar Fashion Road Show

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:54 WIB

Info Denpasar Soal Karya Ngenteg Linggih dan Pol PP Tertibkan 144 Baliho

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:27 WIB

Bupati Ipuk Luncurkan Teman Lansia, Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:19 WIB

SEKDA PADANG LAWAS RESMI BUKA RAPAT INVENTARISASI DAN VERIFIKASI PPTKH CARI JALAN TENGAH, MASYARAKAT DAPAT KEPASTIAN HUKUM HUTAN TETAP TERJAGA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Nenek Penjual Es Teh Berjualan Atas Kemauan Sendiri, Dinsos Lakukan Asesmen Lapangan

Berita Terbaru