Keterangan:Dipimpin Dr. KH. Nuridin Syamsudin Naik Kuda di Kawal Kapolsek Larangan, 5.000 Peserta Jadi Simbol Menyatunya Pesantren, Masyarakat, dan Aparat
KEDAWON, BREBES,GarudaXpose.com- Suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Harlah ke-30 Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon. Kirab budaya tiga dekade ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi menjadi penanda kuatnya khidmah pesantren untuk umat dan bangsa.
Dipimpin Langsung Pengasuh dan Kapolsek Larangan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kirab Budaya tersebut dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I., bersama Kapolsek Larangan. Kehadiran dua tokoh di barisan terdepan ini menjadi simbol sinergi ulama dan umara dalam menjaga harmoni sosial.
Lautan Manusia 5.000 Peserta, Dari Santri Hingga Warga Kedawon-Rengaspendawa
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari keluarga besar pesantren dan masyarakat. Sekitar 5.000 peserta turut ambil bagian dalam kirab, yang terdiri dari para santri, wali santri, keluarga besar pesantren, serta masyarakat Kedawon dan Rengaspendawa.
Jumlah peserta yang begitu besar menjadikan Kirab Budaya Harlah ke-30 Al Hasaniyah Kedawon sebagai salah satu kegiatan yang berlangsung semarak dan penuh kebersamaan. Ribuan peserta berjalan bersama dengan tertib, membawa semangat persaudaraan dan kegembiraan dalam memperingati perjalanan tiga dekade Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon.
Pesantren dan Masyarakat Bersatu dalam Kebersamaan
Kirab Budaya ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan Harlah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.
Keterlibatan masyarakat Kedawon dan Rengaspendawa menunjukkan kuatnya hubungan sosial dan emosional antara Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon dengan lingkungan sekitarnya.
Para santri dan wali santri berjalan bersama masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan. Perbedaan usia, latar belakang, dan peran melebur dalam satu barisan kebersamaan untuk memeriahkan Harlah ke-30. Inilah wajah Islam yang membumi, pesantren yang tidak berjarak dengan rakyatnya.
Sinergi dengan Kepolisian, Kunci Aman dan Kondusif
Kegiatan Kirab Budaya juga mendapat dukungan dan pendampingan dari Kapolsek Larangan beserta jajaran. Kehadiran pihak kepolisian menjadi bagian dari sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan.
Sinergi antara pesantren, kepolisian, dan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan dapat berjalan secara harmonis dalam suasana yang aman dan kondusif. Sebuah potret toleransi dan kolaborasi yang patut menjadi contoh nasional.
Merawat Budaya dan Tradisi, Mendidik Generasi
Berbagai unsur budaya dan kreativitas ditampilkan dalam kegiatan kirab. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon untuk mengenalkan kepada generasi muda pentingnya mencintai dan melestarikan budaya bangsa.
Kirab juga menjadi media pendidikan bagi para santri untuk menumbuhkan nilai gotong royong, kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap lingkungan sosialnya.
Nilai-nilai tersebut berjalan seiring dengan pendidikan keislaman yang menjadi ruh utama kehidupan pesantren. Islam dan budaya berjalan beriringan, saling menguatkan, bukan saling meniadakan.
Tiga Puluh Tahun Khidmah, Perjalanan Doa dan Pengabdian
Harlah ke-30 menjadi momentum istimewa bagi Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang selama tiga dekade.
Tiga puluh tahun perjalanan pesantren merupakan hasil dari perjuangan, doa, dan pengabdian berbagai pihak, mulai dari pendiri, pengasuh, para guru, santri, alumni, wali santri, hingga masyarakat yang senantiasa memberikan dukungan.
Melalui Kirab Budaya, semangat tersebut kembali diteguhkan. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dalam membangun kebersamaan, menjaga tradisi, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Pungkasnya: Simbol Ukhuwah dan Pengabdian untuk Negeri
Dengan dipimpin langsung oleh Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I. bersama Kapolsek Larangan, serta diikuti sekitar 5.000 santri, wali santri, dan masyarakat Kedawon–Rengaspendawa, Kirab Budaya Harlah ke-30 Al Hasaniyah Kedawon menjadi momentum yang penuh makna dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Kirab tersebut menjadi simbol bahwa pesantren, masyarakat, dan berbagai unsur pemerintahan dapat berjalan bersama dalam semangat ukhuwah, kebersamaan, dan pengabdian.
Pungkasnya, kirab ini adalah pesan untuk Indonesia: ketika pesantren, rakyat, dan aparat bersatu, maka tradisi akan terawat, ukhuwah menguat, dan khidmah akan terus terjaga.
Merawat Tradisi — Menguatkan Ukhuwah — Meneguhkan Khidmah.
30 Tahun Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon: Terus Mengabdi, Mendidik, dan Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa.***
(4905)














