GarudaXpose.com | Lumajang – Bengkel AUTOPAS SMK Negeri Pasirian merupakan salah satu bentuk implementasi Teaching Factory (TEFA) pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Bengkel ini menjadi sarana pembelajaran berbasis dunia kerja yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan kegiatan pelayanan jasa otomotif kepada masyarakat.
Kepala Sekolah SMK Negeri Pasirian Dermawan Triwahyono, S.T., M.M menjelaskan bahwa melalui Bengkel AUTOPAS, peserta didik mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan pekerjaan otomotif sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tuntutan dunia kerja.
“Kegiatan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada keterampilan praktik, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi dengan pelanggan, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan kendaraan,” jelas KS SMKN Pasirian Dermawan Triwahyono, S.T., M.M, pada awak media, Rabo (19/8/2026), di ruang kerjanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dermawan menerangkan, bengkel AUTOPAS tersebut melayani berbagai kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan, antara lain servis kendaraan, pemeriksaan dan perawatan kaki-kaki kendaraan, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem pengereman, pemeriksaan mesin, penggantian oli dan komponen, serta berbagai layanan perawatan dan perbaikan kendaraan lainnya sesuai dengan fasilitas dan kompetensi yang tersedia.
“Dalam pelaksanaannya, peserta didik dilibatkan secara langsung dalam proses kerja dengan pendampingan guru/instruktur. Peserta didik belajar mulai dari menerima kendaraan dan memahami keluhan pelanggan, melakukan pemeriksaan awal, menentukan kebutuhan pekerjaan, melaksanakan proses servis atau perbaikan, melakukan pemeriksaan akhir, hingga memastikan kendaraan siap diserahkan kembali kepada pelanggan,” terang Dermawan.
Keberadaan Bengkel AUTOPAS sebagai TEFA juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal budaya kerja industri secara nyata. Peserta didik dibiasakan bekerja secara profesional, menjaga kebersihan dan keselamatan area kerja, menggunakan peralatan sesuai prosedur, bekerja berdasarkan pembagian tugas, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
“Dengan konsep tersebut, bengkel AUTOPAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik siswa, tetapi juga sebagai unit produksi dan layanan jasa otomotif sekolah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi lulusan Teknik Kendaraan Ringan. Pelaksanaan TEFA ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, sikap kerja, pengalaman nyata, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”tungkas Kepala Sekolah SMKN Pasirian.
Melalui pengembangan Bengkel AUTOPAS secara berkelanjutan, SMK Negeri Pasirian berkomitmen untuk memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), sehingga pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan semakin relevan, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.













