Asesor UNESCO Apresiasi Komitmen Banyuwangi Menjaga Standar Pengelolaan Geopark Ijen

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Dua asesor UNESCO Global Geopark (UGG), Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, memulai proses revalidasi Geopark Ijen, 3-6 Agustus 2026. Keduanya mengapresiasi komitmen Banyuwangi dalam menjaga kualitas pengelolaan Geopark Ijen sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.

 

Revalidasi tahun 2026 menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Evaluasi ini merupakan proses wajib yang dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hasil revalidasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card apabila memenuhi seluruh standar, Yellow Card jika diperlukan perbaikan dalam kurun dua tahun, atau Red Card apabila status UNESCO Global Geopark dicabut.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kunjungan dua asesor UNESCO merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mengembangkan Geopark Ijen secara berkelanjutan.

 

Sejak memperoleh pengakuan UNESCO pada 2023, kata Ipuk, pengelolaan Geopark Ijen terus diperkuat bersama pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan melalui tiga pilar utama, yakni edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

 

“Pengelolaan ekosistem UGG Ijen dilakukan mengintegrasikan alam, budaya, dan masyarakat dalam satu kesatuan yang berkelanjutan,” kata Ipuk, Selasa (4/8/2026).

 

Selama proses penilaian, kedua asesor mengunjungi sejumlah geosite dan lokasi pendukung pengelolaan geopark. Pada hari pertama, mereka meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, serta sejumlah sentra ekonomi kreatif di Banyuwangi, Senin (3/8/2026).

 

Memasuki hari kedua asesmen dilanjutkan ke kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Grajagan yang menjadi bagian dari bentang alam dan ekosistem Geopark Ijen, Selasa (4/8/2026).

 

Sebelumnya, kedua asesor disambut dalam acara welcoming dinner di Pendopo Sabha Swagata pada Minggu malam (2/8/2026). Acara tersebut juga dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid beserta jajaran, serta perwakilan Bappenas dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Dr. Andreas Schüller mengaku terkesan dengan panorama alam Banyuwangi yang ia nikmati selama perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi.

 

“Kami mendapatkan gambaran awal tentang wilayah Anda yang sangat luar biasa ini. Pemandangan yang indah, ladang-ladang, tanaman, perkebunan kopi, dan di balik awan, dalam remang-remang kami bisa melihat beberapa gunung besar,” ujarnya.

 

Ia juga memberikan apresiasi pengelolaan Geopark Ijen sejak memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 2023. Menurutnya, Banyuwangi telah menunjukkan kualitas pengelolaan yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.

 

Andreas menilai pemerintah daerah memahami bahwa geopark tidak hanya berfungsi melindungi warisan geologi yang memiliki nilai internasional, tetapi juga mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

 

“Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi juga tentang masyarakat, di mana masyarakat menjadi aktornya. Saya melihat komitmen yang kuat dari Ibu Bupati dan seluruh pihak dalam hal ini. Itu adalah awal yang sempurna dalam misi evaluasi ini,” katanya. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diresmikan, Destinasi Wisata Air Alami di Desa Tamansari Siap Menjadi Daya Tarik Baru Banyuwangi
Gubernur Bali dan Dubes Korsel Bahas Kerja Sama, Energi Bersih, Kendaraan Listrik dan Kota Cerdas
Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali
Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika
Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat
Perkuat Kerja Sama Bali–Swiss, Gubernur Bidik Investasi Industri Inovatif hingga Pengolahan Sampah
Jumat Berkah, Satlantas Polres Lumajang Bagikan Nasi Kotak kepada Sopir Truk
240 Tukang Becak Brebes Ikuti Pelatihan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, Sekali Cas Bisa Tempuh 60 Km – Pak Adnan Karangsari Menangis Terharu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Diresmikan, Destinasi Wisata Air Alami di Desa Tamansari Siap Menjadi Daya Tarik Baru Banyuwangi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Gubernur Bali dan Dubes Korsel Bahas Kerja Sama, Energi Bersih, Kendaraan Listrik dan Kota Cerdas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Ketua Dekranas Kunjungi Desa Tenganan, Dorong Pelestarian Tenun Geringsing Bali

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Berdayakan Masyarakat

Berita Terbaru