Sumber Foto: Dinkominfotik & Bapperida Kabupaten. Brebes, 2026
BREBES,GarudaXpose.com//– Puluhan inovasi di bidang kesehatan menjadi sorotan utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes.
Kegiatan yang digelar (29/7/2026) di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes ini bertujuan untuk mendorong perangkat daerah terus melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga pemanfaatan teknologi digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, sejumlah inovasi unggulan dipaparkan, di antaranya PANDU SERASI (Pendampingan Terpadu SLHS dan Labelisasi), GEMA HATI (Gerakan Bersama Peduli Kesehatan Ibu), dan MAS DUDA RINDU BERAT (Masyarakat Dukung Periksa Dahak, Respek Informasi dan Edukasi Berantas TBC).
Inovasi yang lebih dekat dengan masyarakat juga lahir dari puskesmas-puskesmas. Tercatat hampir seluruh puskesmas di Brebes menampilkan inovasi masing-masing.
Seperti Puskesmas Brebes dengan GERCEPSLAH PAH dan PUSTAKAWAN (Puskesmas Tanpa Antri Kawan), Puskesmas Jagalempeni dengan LAYARSIPENI dan ANJELIN (Antar Jemput Ibu Bersalin), Puskesmas Jatibarang dengan PAGERMAS UJANG dan KADO SEJAHTERA, hingga Puskesmas Bumiayu yang kini mengembangkan SI TEDI SERAK (Sistem Telemedicine Setor Dahak) dari inovasi sebelumnya SIPEDAK.
Fokus inovasi didominasi pada penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, TBC, hingga kesehatan jiwa. Di antaranya CETING MAK SUSI untuk cegah stunting, WAKAJI dan POS KETAN JAWA untuk kesehatan jiwa, BUS PATAS untuk putus penularan TBC, serta gerakan kreatif seperti JARAN GOYANG (Jangan Biarkan Orang Yang Kita Sayang Gizinya Kurang) di Cikeusal Kidul dan SEISI DUNIA (Melayani Sepenuh Hati Pasien Difabel) di Puskesmas Kecipir.
Tak ketinggalan inovasi lain seperti SI PAMITAN di Luwunggede, SICETING di Siwuluh, BUSER JIWA di Wanasari, CEPOT dan BECAK IBU di Kaligangsa, KERAMAS dan GEJUG GETOS di Kersana, MAKIN MESRA di Kluwut, PANDU CATIN di Larangan, RAWA PETIK di Pemaron, hingga POKEMON dan SEGARA MANIS di Bandungsari serta JATIMALI dan UBER DESA di Bantarkawung.
Sementara di tingkat rumah sakit, RSUD Brebes menampilkan belasan inovasi, mulai dari SIKUBIZ (Sistem Informasi Kebutuhan Gizi), WALINTING KABUR, SIMAS GOWES untuk patient safety, SIPOSAN RAMAH (Sistem Pelayanan Obat Diantar Sampai ke Rumah), BUJAMIL (Mobil Ambulance Antar Jemput Ibu Hamil), DADI BERES, hingga TEH HIJAU RUMAH SAKIT (Teknologi Hidroponik untuk Penghijauan).
RSUD Bumiayu menghadirkan SIPADI AYU, SIRENA, MAPS (Mobil Antar Pasien Sakit Sehat), dan PETIK (Persalinan Terintegrasi Data Kependudukan), sedangkan RSUD Ketanggungan dengan SIMITRA SIGAP (Sistem Kemitraan Siap Antar Jemput Jaga Pasien). Dukungan juga datang dari Baznas Brebes melalui RSB (Rumah Sehat Baznas).
Pihak Bapperida menegaskan, Bimtek ini bukan sekadar ajang paparan program, melainkan langkah strategis untuk memetakan, mendokumentasikan, dan mendorong replikasi inovasi agar tidak berhenti di satu instansi saja. Seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan dinas, puskesmas, dan rumah sakit diminta untuk terus melakukan pembaruan data inovasi di aplikasi indeks inovasi daerah.
Melalui Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, berbagai inovasi di bidang kesehatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, direplikasi di wilayah lain, dan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas serta kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Brebes, pungkasnya.***
(4905)














