Keterangan: Ketua Panitia Jhony & Malu Setengah Mati / Ratusan Penonton Ngamuk Tagih Harga Tiket | Diduga Ada Skenario Busuk
BREBES,GarudaXpose.com – Jika ada kata yang lebih hina dari kata memalukan, maka itulah yang pantas disematkan untuk laga 8 besar Pergam Cup II Songgom, Kamis sore (30/7/2026). Sejarah hitam tarkam Brebes resmi tercipta.
Di laga ke-28 babak 8 besar yang mempertemukan Persera FC Rawalumbu versus Persela FC Lemahabang Tanjung, publik disuguhi tontonan dagelan. Persera FC Rawalumbu dibantai, dibabat, dan dipermalukan dengan skor paling gila sepanjang sejarah turnamen: 0-12.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Skor tenis lapangan di atas lapangan sepakbola.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kejanggalan sudah tercium. Persera FC Rawalumbu yang digadang-gadang sebagai kuda hitam, justru datang dengan skuad misterius. Bukan pemain inti yang selama penyisihan tampil garang, melainkan 8 bocah ingusan, pemain muda bau kencur yang secara fisik, teknik, dan mental jelas belum layak tampil di level 8 besar.
Hasilnya? Pembantaian. Lini pertahanan Persera seperti jalan tol. Kiper memungut bola dari gawangnya 12 kali. Di sisi lain, Persela Lemahabang yang tampil dengan skuad tempur justru seperti sedang latihan tanding.
Ini bukan kalah strategi, ini kalah niat. Ini adalah ketidakprofesionalan tingkat akut. Persera FC Rawalumbu diduga sengaja melecehkan turnamen.
KETUA PANITIA MALU, MURKA, DAN MERASA DIKHIANATI
Kemarahan memuncak dari Ketua Panitia Pergam Cup II, Saudara Jhony. Wajahnya memerah menahan malu saat ditemui Lensa Brebes di pinggir lapangan. Ia tak segan meluapkan kekecewaan mendalam kepada Official Persera FC.
“Jujur, saya sebagai ketua panitia merasa sangat malu, wirang nemen! Ini babak 8 besar, harga diri turnamen dipertaruhkan. Tapi apa yang disuguhkan Persera? Tim yang tidak layak tonton. Ini penghinaan bagi panitia, bagi penonton, dan bagi 27 tim lain yang sudah berjuang mati-matian,” semprot Jhony dengan nada tinggi.
Jhony menegaskan, panitia telah bekerja keras membangun marwah Pergam Cup II sebagai turnamen tarkam paling bergengsi di Brebes Selatan. Namun hanya dengan satu pertandingan sore ini, semua marwah itu dirusak oleh ulah satu tim.
“Ini pertandingan ke-28, tapi ini yang paling buruk, paling terpuruk dalam sejarah Pergam. Kami rugi moril,” tambahnya.
Di tribun, ratusan penonton yang sudah rela panas-panasan dan membayar tiket dibuat naik pitam. Mereka merasa tertipu. Teriakan “Panitia gimana sih?!” dan “Pertandingan apaan ini?!” menggema sepanjang babak kedua.
Mereka menumpahkan kekesalan kepada panitia, padahal panitia pun menjadi korban dari ketidakprofesionalan Persera.
“Buat wirang tok! Mending nonton anak SD main. Kita bayar tiket mahal-mahal untuk nonton pertandingan sekelas 8 besar, eh malah dikasih tontonan tarkam rasa latihan. Persera nggak punya otak!” teriak Sarmidi, salah satu penonton asal Songgom yang mengaku kecewa berat.
Kini, pertanyaan besar yang menggantung di langit Songgom: APA MOTIFNYA?
Apakah Persera FC Rawalumbu sengaja mengalah? Apakah ada manuver untuk sengaja membuat wirang Panpel Pergam Cup II? Atau lebih jauh, apakah ada penumpang gelap, oknum yang sengaja ingin menghancurkan kredibilitas Turnamen Pergam Cup II tahun 2026 yang sedang naik daun ini?
Dugaan sabotase pun menguat. Mustahil sebuah tim yang lolos ke 8 besar dengan susah payah, tiba-tiba menurunkan tim kedua bahkan ketiga yang sama sekali tidak kompetitif tanpa ada alasan yang jelas. Sampai berita ini diturunkan, Official Persera FC Rawalumbu menghilang, bungkam seribu bahasa, tanpa klarifikasi.
Publik menuntut panitia bertindak tegas. Jangan hanya diam. Berikan sanksi seberat-beratnya, blacklist Persera dari semua event Pergam agar menjadi pelajaran bagi tim lain bahwa turnamen ini bukan ajang main-main dan ajang untuk mempermalukan orang banyak.
Pungkasnya, sore kelam Kamis itu akan selalu diingat. Bukan karena Persela Lemahabang menang hebat 0-12, tapi karena Persera FC Rawalumbu telah menorehkan noda hitam paling memalukan. Mereka menangis di lapangan, tapi yang mereka buat wirang adalah seluruh panitia, penonton, dan sejarah sepakbola tarkam Brebes.***
(4905)














