Melalui Berbagai Skema Bantuan Pendidikan, Banyuwangi Entaskan Ribuan Anak Rentan Putus Sekolah

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com|BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus memastikan anak-anak yang rentan putus sekolah, tetap bisa bersekolah. Melalui berbagai skema bantuan pendidikan, Banyuwangi berhasil mengentaskan ribuan anak rentan putus sekolah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat..

“Bagi kami, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan apapun persoalannya. Setiap anak berhak mendapatkan haknya untuk bersekolah melalui berbagai skema bantuan,” ujar Ipuk, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai skema telah disiapkan, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, bantuan uang saku, pendidikan kesetaraan, hingga pendampingan bagi anak yang sempat putus sekolah agar kembali ke bangku sekolah.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah Program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan). Program ini mengoptimalkan kolaborasi berbasis desa dan kelurahan untuk mendata sekaligus mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.

Program tersebut melibatkan banyak stakeholder, mulai dari desa/kelurahan, satuan pendidikan, Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, hingga Baznas.

“Penyisiran kami lakukan dari lingkup desa. Kalau kita kunci dari wilayah terkecil, penanganannya akan lebih tepat sasaran karena penyebab anak putus sekolah berbeda-beda sehingga bentuk bantuannya juga harus disesuaikan,” kata Ipuk.

Sejak diluncurkan pada 2023, Rindu Bulan telah berhasil mengembalikan 3.259 Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan.

“Tidak sekadar mengembalikan mereka ke sekolah, kami juga terus mendampingi, baik dari sisi prestasi maupun kebutuhan pendidikannya hingga lulus,” kata Ipuk.

Selain melalui pendataan, Ipuk juga rutin turun langsung mendatangi rumah anak-anak yang teridentifikasi berisiko putus sekolah, untuk memberikan motivasi kepada mereka beserta keluarganya agar tetap melanjutkan pendidikan.

“Dengan kolaborasi banyak pihak, kami berharap semakin banyak anak Banyuwangi yang bisa menyelesaikan pendidikannya. Pendidikan merupakan salah satu kunci memutus rantai kemiskinan,” ujar Ipuk.

Ditambahkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, proses pendampingan diawali dengan verifikasi dan validasi data anak rentan putus sekolah.. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah anak untuk mengetahui penyebab mereka tidak bersekolah.

“Anak-anak yang memang benar berstatus ATS akan kami visitasi untuk mengetahui akar persoalannya. Dari situ kami menentukan afirmasi atau bantuan yang paling sesuai, baik mengembalikan ke sekolah formal, pendidikan kesetaraan, maupun memfasilitasi akses berbagai bantuan pendidikan yang tersedia,” kata Alfian.

Pemkab Banyuwangi melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah hingga ke tingkat desa.

Banyuwangi juga memiliki program SAS (Siswa Asuh Sebaya), siswa diajak menyisihkan uang sakunya untuk membantu teman sekolahnya yang kurang mampu. Dari program ini memberikan bantuan kebutuhan siswa kurang mampu seperti sepeda, kacamata, perlengkapan sekolah, uang saku, dan bantuan kebutuhan pendidikan lainnya.

Gerakan ini menanamkan empati sekaligus menjadi jaring pengaman sosial di lingkungan sekolah. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansel Tiga Direksi dan Komisaris BUMD Pastikan Penilaian Profesional
2026 Lebih Ganas dari 2023, 17 Kecamatan di Brebes Masuk Zona Merah Kekeringan
SPPG Sumenep Batuan Bersama Dinkes P2KB Gelar Rakor Penguatan Mutu Gizi dan Sasaran 3B Program MBG Tahun 2026
Dua hari Sebelum Tampil, 1000 Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)Jalani Gladi Bersih
Jelang BEC 2026, Penumpang Bandara Banyuwangi Meningkat hingga 90 Persen
Konsolidasi Perdana Pengurus BARISTAN DPD Kabupaten Banyuwangi Perkuat Soliditas Organisasi
Gubernur Koster Aktif Dorong Pembangunan Bali Berkelanjutan Berbasis Budaya
PPID Award 2026 Digelar, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super Aplikasi B-Link untuk Integrasikan Layanan Publik

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pansel Tiga Direksi dan Komisaris BUMD Pastikan Penilaian Profesional

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

2026 Lebih Ganas dari 2023, 17 Kecamatan di Brebes Masuk Zona Merah Kekeringan

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:55 WIB

SPPG Sumenep Batuan Bersama Dinkes P2KB Gelar Rakor Penguatan Mutu Gizi dan Sasaran 3B Program MBG Tahun 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:48 WIB

Dua hari Sebelum Tampil, 1000 Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)Jalani Gladi Bersih

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:46 WIB

Jelang BEC 2026, Penumpang Bandara Banyuwangi Meningkat hingga 90 Persen

Berita Terbaru

TNI POLRI

TNI dan Komduk Bersatu Ciptakan Wilayah Aman dan Nyaman

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:36 WIB