GARUDAXPOSE.COM | Lumajang – Ribuan umat Hindu memadati kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan, Sabtu (27/6/2026).
Demi memastikan rangkaian ibadah berlangsung aman dan khusyuk, aparat gabungan dari Polsek Senduro, Koramil Senduro, serta Pecalang diterjunkan untuk melakukan pengamanan di seluruh area pura.
Sejak pagi, arus kedatangan umat mulai terlihat di kompleks pura yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan umat Hindu di Jawa Timur tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data petugas, sekitar 1.000 umat Hindu dari Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan mengikuti persembahyangan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Personel kepolisian bersama anggota TNI bersiaga di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk kawasan pura, jalur lalu lintas, area parkir kendaraan, hingga lokasi utama pelaksanaan persembahyangan.
Sebanyak 15 orang Pecalang turut dilibatkan untuk membantu pengamanan dan mengatur kelancaran aktivitas umat selama prosesi berlangsung.
Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah keagamaan.
“Kami bersama personel TNI dan Pecalang melaksanakan pengamanan secara terpadu agar seluruh rangkaian persembahyangan Hari Raya Kuningan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat di lokasi merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” kata AKP Wahono Pudji Santoso saat ditemui di sela-sela kegiatan pengamanan.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan ibadah dimulai, petugas telah melakukan koordinasi dengan pengurus pura dan Pecalang guna menyusun pola pengamanan, termasuk pengaturan arus kendaraan dan penempatan personel di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
Selain menjaga keamanan, petugas juga memberikan pelayanan kepada para jemaat, termasuk membantu kelancaran arus keluar masuk kendaraan dan mengarahkan umat menuju lokasi persembahyangan.
“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Anggota tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung nyaman. Sinergi antara Polri, TNI, Pecalang, pengurus pura, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif,” ujarnya.
Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari suci penting bagi umat Hindu yang diperingati sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan. Momentum tersebut menjadi waktu bagi umat untuk memanjatkan doa dan ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala berkah yang telah diberikan.
Suasana persembahyangan di Pura Mandara Giri Semeru Agung berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Ribuan umat mengikuti setiap rangkaian ritual secara tertib, sementara petugas gabungan terus melakukan pemantauan di berbagai titik guna memastikan keamanan tetap terjaga.
AKP Wahono juga mengapresiasi seluruh umat Hindu yang mengikuti ibadah dengan tertib serta mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan pura.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban. Kondisi yang aman ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Semoga toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang terus terjaga dengan baik,” pungkasnya.













