Garudaxpose.com | Bali – Hari Raya Galungan dan Kuningan dimaknai sebagai peringatan kemenangan Dharma atas Adharma. Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah momen sakral bagi umat Hindu untuk menyatukan kekuatan rohani, mengendalikan hawa nafsu, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan.
Makna mendalam hari suci ini terbagi menjadi dua yakni Hari Raya Galungan yang dirayakan untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta segala isinya. Umat Hindu memaknai hari raya Galungan dan Kuningan sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma, secara spiritual Galungan adalah ajakan untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapatkan pikiran dan pendirian yang tenang, pada hari ini umat Hindu percaya bahwa para dewa dan leluhur turun ke bumi untuk memberikan berkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si dari Rekonfu Law Firm 87 yang beralamat di Shagida Apartemen Office, Jalan Ciung Wanara I Nomor 7, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Kota Denpasar mengatakan, bahwa hari raya Kuningan yang dirayakan sepuluh hari setelah Galungan sebagai penutup rangkaian hari raya. Kuningan berasal dari kata kuning yang artinya sebagai kauningan yang bermakna mencapai kesucian atau kewaspadaan batin, pada hari raya Kuningan umat Hindu memohon keselamatan, perlindungan dan tuntunan lahir batin. Umat percaya bahwa para dewata dan leluhur kembali ke kahyangan atau alam suci pada waktu siang hari, kedua hari raya ini mengajarkan umat untuk selalu menjaga keharmonisan yakni konsep Tri Hita Karana dan menyeimbangkan antara pikiran, perkataan dan perbuatan, rangkaian prosesi ini menjadi momentum introspeksi diri untuk senantiasa menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari – hari.
Lebih lanjut Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan semoga kemenangan Dharma atas Adharma senantiasa membawa kedamaian, keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua yang merayakan semoga kedamaian, kebijaksanaan dan kebahagiaan selalu menyertai langkah kita.

Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si menjelaskan, firma hukum ini juga sangat aktif dan spesialis dalam menangani berbagai kasus perdata dan pidana, serta perselisihan keluarga seperti hak asuh anak pasca perceraian, serta juga menangani kasus pidana seperti tindak pidana umum.
Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si menyampaikan hari Raya Galungan dan Kuningan menjadikan momentum sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan rasa syukur, mempererat persaudaraan dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Semoga kemenangan Dharma melawan Adharma senantiasa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan, menjaga keharmonisan antar sesama, serta pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali,” kata Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si.
Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si dari Rekonfu Law Firm 87 mengajak umat Hindu menjaga kerukunan antar umat beragama, tentunya momentum hari suci Galungan dan Kuningan kali ini, diharapkan dapat membawa kedamaian, kebahagiaan serta keberkahan bagi seluruh umat.
Brigjen. Pol. (Purn.) Adv. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si mengatakan, bahwa bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam Hari Raya Galungan dan Kuningan sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang yang harn mengedepankan kebersamaan dan keharmonisan. @ (suriasih)














