Literasi Digital Diperkuat untuk Jaga Kohesi Sosial di Era Disrupsi Informasi

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan literasi digital sebagai bagian dari infrastruktur resiliensi sosial dan ketahanan publik, yang berperan strategis dalam menjaga stabilitas masyarakat di tengah percepatan disrupsi informasi dan meningkatnya kompleksitas ekosistem media digital.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” yang digelar di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (10/6/2026).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi publik secara fundamental, di mana tantangan utama masyarakat tidak lagi terletak pada akses terhadap informasi, melainkan pada kemampuan untuk mengelola, menafsirkan, dan memverifikasi informasi yang beredar secara cepat dan masif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, meningkatnya disinformasi, manipulasi konten, dan arus informasi yang tidak terverifikasi dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan sosial, kohesi masyarakat, serta stabilitas ruang publik apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai.

Dalam perspektif pembangunan daerah, literasi digital diposisikan sebagai kompetensi strategis masyarakat modern, yang mencakup kemampuan membaca konteks informasi, menguji validitas sumber, serta memahami implikasi sosial dari setiap informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan.

“Literasi digital adalah fondasi ketahanan sosial modern agar masyarakat tidak menjadi korban disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang mendorong literasi digital sebagai agenda pembangunan sosial jangka panjang yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga struktural, karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam menjaga kualitas ruang publik digital yang sehat, produktif, dan berintegritas.

Melalui penguatan literasi digital berbasis komunitas dan desa, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem informasi yang lebih tangguh terhadap disinformasi, sekaligus memperkuat daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi dinamika transformasi digital yang semakin cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa sebagai Simpul Utama Produksi Narasi Pembangunan Berbasis Realitas Sosial
Hoaks Jadi Ancaman Baru, Lumajang Perkuat Ketahanan Informasi Masyarakat
Turyapada Tower Bali Sudah Berfungsi dan Dimanfaatkan 30 Stasiun Televisi
Permikomnas Wilayah IV Banten Audiensi dengan Diskominfo, Soroti Blank Spot Internet di Banten Selatan
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali
Modernisasi Berbasis Tehnologi, Lumajang Integrasikan Teknologi dan Manajemen Produksi
Melaui Pengajuan Program LSDP, Lumajang Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sistem Terpadu
Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Desa sebagai Simpul Utama Produksi Narasi Pembangunan Berbasis Realitas Sosial

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:15 WIB

Literasi Digital Diperkuat untuk Jaga Kohesi Sosial di Era Disrupsi Informasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:23 WIB

Hoaks Jadi Ancaman Baru, Lumajang Perkuat Ketahanan Informasi Masyarakat

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:05 WIB

Turyapada Tower Bali Sudah Berfungsi dan Dimanfaatkan 30 Stasiun Televisi

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:46 WIB

Permikomnas Wilayah IV Banten Audiensi dengan Diskominfo, Soroti Blank Spot Internet di Banten Selatan

Berita Terbaru