Photo doc Kegiatan :Agus
BREBES,GarudaXpose.com//-Pemerintah Kabupaten Brebes tancap gas mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi memperkuat kepedulian sosial dan menekan kesenjangan. Targetnya tak main-main: Rp14 miliar pada 2026, naik hampir dua kali lipat dari capaian 2025.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Instruksi Bupati tentang Optimalisasi ZIS di Aula Lantai 5 KPT Brebes, Rabu (3/6/2026). Wakil Bupati Brebes Wurja menyebut rakor ini bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar menyatukan langkah agar ZIS benar-benar jadi kekuatan nyata bagi warga kurang mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita menyatukan niat baik, memperkuat kepedulian, dan memastikan potensi ZIS dikelola optimal dan tepat sasaran,” tegas Wurja.
Ia menekankan, Instruksi Bupati Brebes Nomor 100.3.4/595/V/2026 adalah komitmen moral bersama. Kunci keberhasilan ada pada tiga hal: kesadaran, keteladanan, dan konsistensi seluruh elemen, dari ASN, lembaga, hingga masyarakat.
Wurja juga memberi peringatan keras soal integritas. “Setiap rupiah yang dititipkan masyarakat adalah amanah. Jangan ada ruang untuk penyimpangan sekecil apa pun. Kepercayaan hanya bisa dijaga dengan kejujuran dan transparansi,” tandasnya.
Pertumbuhan Tertinggi se-Jateng
Capaian Brebes mendapat apresiasi langsung dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. Wakil Ketua II Baznas Jateng Zain Yusuf menyebut pertumbuhan penghimpunan zakat Brebes mencapai 75 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya 30 persen.
“Ini angka luar biasa. Tahun 2025 pengumpulan zakat Rp8-9 miliar, 2026 ditargetkan Rp14 miliar,” ungkap Zain.
Menurutnya, Instruksi Bupati jadi langkah strategis. Potensi ZIS dari ASN Brebes saja diperkirakan tembus Rp25 miliar. Dana besar ini, kata Zain, akan memperluas ruang gerak Baznas membantu pemerintah. “Kalau APBD belum cukup, Baznas bisa masuk membantu masyarakat,” jelasnya. Instruksi ini juga sejalan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2014.
Edukasi Jadi PR
Meski grafik naik, Ketua Baznas Kabupaten Brebes Mahali mengakui pekerjaan rumah masih ada: literasi. Banyak penerima manfaat belum mengenal Baznas meski sudah menerima bantuan.
“Baznas menyelamatkan manusia sekaligus kemanusiaan. Membantu mustahik, sekaligus jadi sarana muzaki menunaikan kewajiban. Manfaatnya dua arah,” papar Mahali. Ia berharap optimalisasi ZIS memperluas dampak bagi warga membutuhkan.
Bantuan Rp60 Juta untuk Penyintas Tanah Bergerak
Dalam rakor tersebut, turut diserahkan bantuan Program Peduli Brebes senilai Rp60 juta untuk pemulihan hunian penyintas tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Bantuan diserahkan simbolis oleh Wakil Bupati Wurja didampingi jajaran Baznas kepada perwakilan warga terdampak.
Rakor dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda Brebes beserta para asisten, staf ahli, kepala OPD, dan seluruh camat se-Kabupaten Brebes. Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah ini disebut sebagai wujud keseriusan Brebes mengawal Instruksi Bupati hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Wakil Bupati Wurja menutup rakor dengan penegasan bahwa optimalisasi ZIS bukan semata mengejar angka Rp14 miliar. Lebih dari itu, ZIS harus menjadi gerakan sosial yang mengakar dan berkelanjutan.
“Kita tidak boleh berhenti di target. Yang kita bangun adalah sistem dan budaya peduli. Jika ZIS dikelola dengan amanah, dia akan menjadi solusi nyata untuk kemiskinan, bencana, pendidikan, hingga kesehatan. Ini kerja besar yang butuh kolaborasi dan pengawasan bersama,” pungkasnya.
Dengan pertumbuhan 75 persen dan dukungan penuh pemerintah daerah, Brebes kini dipacu menjadikan ZIS sebagai penopang kesejahteraan yang merata, bukan sekadar angka di atas kertas.***
(Agus)











