Diduga Belum Kantongi Izin, Pembangunan Pabrik di Tengah Permukiman Warga Jambe Tuai Sorotan

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |Kabupaten Tangerang – Aktivitas pembangunan sebuah pabrik yang berada di tengah lingkungan permukiman warga Kampung Daraham RT 06/04, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan dan keluhan masyarakat. Selain diduga belum mengantongi perizinan lengkap, aktivitas proyek tersebut juga disebut menyebabkan kerusakan akses jalan warga akibat keluar masuknya kendaraan dan alat berat.

Berdasarkan hasil penelusuran tim media bersama LSM BIAS Indonesia, proyek pembangunan yang saat ini tengah berlangsung diduga belum memiliki legalitas yang lengkap. Meski demikian, aktivitas konstruksi tetap berjalan dan sejumlah alat berat terlihat beroperasi di lokasi proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dari pantauan di lapangan pada Selasa (28/05/2026), proses pembangunan tampak terus berlangsung. Kehadiran alat berat menunjukkan adanya aktivitas pembangunan yang cukup intensif, meskipun status perizinannya masih menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat.

 

Saat awak media mencoba mengonfirmasi kepada para pekerja di lokasi, salah seorang pekerja meminta agar wartawan menghubungi mandor perusahaan berinisial AHM dan memberikan nomor kontak yang bersangkutan. Namun saat dihubungi, nomor tersebut tidak aktif sehingga upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.

 

Ketua RT 06 setempat, Haer, mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak pemilik perusahaan berinisial FR hanya menyampaikan rencana untuk melakukan pemagaran lahan.

 

“Awalnya pemilik perusahaan menemui saya dan menyampaikan hanya akan membuat pagar halaman. Saya persilakan karena itu hak mereka. Sekalian katanya akan membuka usaha. Saya sampaikan tidak masalah selama seluruh perizinan dipenuhi. Saat itu mereka mengatakan izin sedang dalam proses,” ujar Haer kepada awak media, Senin (01/06/2026).

 

Menurut Haer, hingga saat ini izin lingkungan yang menjadi salah satu syarat penting dalam pendirian usaha belum diperlihatkan kepada lingkungan setempat. Hal tersebut menimbulkan keresahan dan berbagai pertanyaan dari warga sekitar.

 

Sementara itu, Ketua DPP LSM BIAS Indonesia (Badan Independent Anti Suap Indonesia), Eky Amartin, SH, menegaskan bahwa setiap kegiatan usaha wajib memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan yang berlaku sebelum memulai pembangunan.

 

Menurutnya, beberapa dokumen yang wajib dimiliki pelaku usaha antara lain Akta Pendirian Perusahaan, NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS, Sertifikat Standar Usaha, Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dokumen persetujuan lingkungan, serta berbagai persyaratan lain sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Jika benar pembangunan ini belum memiliki izin, maka hal tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan yang berlaku. Tidak seharusnya pembangunan dilakukan sebelum seluruh proses administrasi dan legalitas dipenuhi,” tegas Eky.

 

Lebih lanjut, pihaknya mengaku akan segera melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan dan kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang agar melakukan peninjauan serta pemeriksaan terhadap legalitas pembangunan tersebut.

 

Selain persoalan perizinan, warga juga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang mulai mengalami kerusakan akibat lalu lalang kendaraan proyek dan alat berat. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengecekan agar tidak terjadi dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan kenyamanan warga.

 

Pembangunan industri tanpa izin dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari pelanggaran tata ruang, dampak lingkungan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga gangguan sosial bagi masyarakat sekitar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan belum lengkapnya perizinan pembangunan pabrik tersebut. Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari instansi terkait untuk memastikan seluruh aktivitas pembangunan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

(Tim Investigasi Garudaxpose.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pancasila Harus Jadi Fondasi Kebijakan yang Melindungi Kelompok Rentan
Tragedi di Curug Rambu Kasang: Pelajar SMPN-2 Bulakamba Tewas Tenggelam Terseret Arus
Peringati Hari Lahir Pancasila, Desa Curahlele Gelar Lomba Mancing Mania Berhadiah Rp3 Juta
“Pilih Sekda Profesional atau Pertaruhkan Masa Depan Banyuwangi”.
Dihari Pancasila, Kapolres Tapteng Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi
IKAL SMANIC Tangerang akan Gelar Reuni Akbar Lintas Generasi November 2026
Sentuh Hati Para Lansia, PAPESA dan TP PKK Jrebeng Wetan Gelar Aksi Sosial Penuh Makna di Panti Werdha Muhammadiyah
Hari Lahir Pancasila, Bupati Kembang Ajak Perkokoh Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:35 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin, Pembangunan Pabrik di Tengah Permukiman Warga Jambe Tuai Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 15:04 WIB

Pancasila Harus Jadi Fondasi Kebijakan yang Melindungi Kelompok Rentan

Senin, 1 Juni 2026 - 14:37 WIB

Tragedi di Curug Rambu Kasang: Pelajar SMPN-2 Bulakamba Tewas Tenggelam Terseret Arus

Senin, 1 Juni 2026 - 11:36 WIB

“Pilih Sekda Profesional atau Pertaruhkan Masa Depan Banyuwangi”.

Senin, 1 Juni 2026 - 11:19 WIB

Dihari Pancasila, Kapolres Tapteng Berikan Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Berita Terbaru

TNI POLRI

Patroli Perkuat Keamanan Wilayah, Babinsa Ajak Warga Bersatu

Senin, 1 Jun 2026 - 17:57 WIB