LBH GADJAH MADA INDONESIA Kembali Kawal Pasien Tidak Mampu Berobat di RS Al Huda Genteng

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Komitmen dalam memberikan pendampingan dan pelayanan sosial kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GADJAH MADA INDONESIA. Pada Senin, 1 Juni 2026, sejumlah anggota LBH GADJAH MADA INDONESIA kembali melakukan pengawalan terhadap seorang pasien kurang mampu asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, yang menjalani perawatan dan pemeriksaan medis di RS Al Huda Genteng.

Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, pengawalan dilakukan langsung oleh Bapak Anwar, Bapak Mad Asnari, dan Mas Digo, yang merupakan bagian dari tim sosial dan pendampingan masyarakat LBH GADJAH MADA INDONESIA. Kehadiran mereka bertujuan memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa mengalami kendala administrasi maupun hambatan lainnya selama proses pengobatan berlangsung.

Menurut perwakilan tim pendamping, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi saat mengakses layanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hadir bukan hanya memberikan bantuan hukum, tetapi juga menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan. Banyak warga yang membutuhkan pendampingan ketika berobat ke rumah sakit, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, LBH GADJAH MADA INDONESIA akan terus hadir dan berupaya membantu semaksimal mungkin,” ujar salah satu anggota tim pendamping.

Pasien yang berasal dari Desa Kembiritan tersebut diketahui membutuhkan penanganan medis lanjutan. Dengan adanya pendampingan dari LBH GADJAH MADA INDONESIA, proses pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih lancar sehingga pasien dapat segera memperoleh tindakan medis yang diperlukan.

Kegiatan sosial semacam ini telah menjadi bagian dari program kemanusiaan yang secara rutin dilakukan oleh LBH GADJAH MADA INDONESIA. Organisasi ini tidak hanya bergerak dalam bidang advokasi dan bantuan hukum, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pendampingan pasien, bantuan terhadap warga kurang mampu, edukasi hukum, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum LBH GADJAH MADA INDONESIA menegaskan bahwa pihaknya akan terus membuka diri bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.

“Kesehatan adalah hak setiap warga negara. Jangan sampai masyarakat kecil merasa sendirian ketika menghadapi persoalan kesehatan maupun administrasi pelayanan publik. Kami ingin menjadi bagian dari solusi dan terus menebarkan manfaat bagi masyarakat Banyuwangi,” tegasnya.

Masyarakat yang membutuhkan pendampingan sosial maupun bantuan hukum juga diimbau untuk tidak ragu menghubungi LBH GADJAH MADA INDONESIA agar dapat memperoleh informasi dan bantuan sesuai kebutuhan.

Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi landasan utama LBH GADJAH MADA INDONESIA dalam menjalankan setiap programnya. Melalui aksi nyata seperti pendampingan pasien kurang mampu ini, organisasi berharap dapat terus memberikan manfaat serta menjadi jembatan bagi masyarakat dalam memperoleh hak-haknya secara adil dan manusiawi.

“Berbuat baik tidak harus menunggu mampu, tetapi dimulai dari kemauan untuk peduli.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD
Pelantikan JMSI Banyuwangi, Polresta Ajak Media Sajikan Pemberitaan Positif demi Kemajuan Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Petualangan DM, seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong, akhirnya kandas di tangan Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi. 
Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah
BNNK Banyuwangi dan Kwarcab Banyuwangi Teken PKS Penguatan Saka Pramuka Anti Narkoba
Senyum Warga Sambut 1.000 Pakcoy Organik dari Rumah Zakat, Destana dan PKK Mangunharjo

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:46 WIB

Pelantikan JMSI Banyuwangi, Polresta Ajak Media Sajikan Pemberitaan Positif demi Kemajuan Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:40 WIB

Petualangan DM, seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong, akhirnya kandas di tangan Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi. 

Berita Terbaru