Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana semarak mewarnai pelaksanaan Festival Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Probolinggo yang digelar di SMP Negeri 3 Probolinggo, Jalan Hayam Wuruk, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai lembaga PAUD se-Kota Probolinggo.
Sejak pagi hari, area sekolah dipadati peserta yang terdiri dari anak-anak, guru, serta orang tua. Beragam perlombaan diselenggarakan untuk memeriahkan festival, di antaranya lomba digendong ayah, estafet lari, finger painting, menendang bola, tari kreasi, percakapan anak, microteaching, mendongeng, hingga menyanyi. Seluruh kegiatan tersebar di sejumlah titik, baik di halaman maupun di dalam ruang kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa festival ini mengusung tema “Anak Kota Probolinggo Terlindungi, Indonesia Maju”. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan antar lembaga PAUD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Festival ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai sportivitas, kreativitas, serta inovasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara guru, murid, dan orang tua,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang ambil bagian mencapai 1.202 orang, terdiri dari 230 anak Kelompok Bermain, 862 anak Taman Kanak-Kanak, serta 110 tenaga pendidik. Proses penilaian dilakukan oleh juri yang berasal dari berbagai unsur, termasuk pendidik, praktisi seni, dan masyarakat.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani, saat membuka acara menegaskan pentingnya penguatan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
“PAUD merupakan tahap penting dalam membangun karakter, mental, dan kemandirian anak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pendidik, dan keluarga agar tercipta sistem pendidikan yang saling terintegrasi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Selain aspek pendidikan, perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak juga menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang tangguh.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam pengasuhan yang penuh kasih serta menjamin perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan,” tambahnya.
Festival HAN PAUD ini turut melibatkan berbagai pihak, seperti Pokja II TP PKK Kota Probolinggo, penilik dan pengawas TK, serta Bunda PAUD dari tingkat kecamatan dan kelurahan. Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam dunia pendidikan anak usia dini di Kota Probolinggo.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo










