Bupati Lumajang: Dana Dusun Perkuat Layanan Pembangunan di Tingkat Paling Dekat dengan Masyarakat

- Penulis

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkenalkan pendekatan baru dalam pemerataan pembangunan melalui program Dana Dusun, yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.

Program yang mulai diluncurkan pada 2026 ini tidak hanya berfokus pada penyaluran anggaran, tetapi pada perubahan cara kerja pembangunan, dari yang bersifat top-down menjadi lebih partisipatif, berbasis kebutuhan nyata warga.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Dana Dusun dirancang agar pembangunan benar-benar dimulai dari titik paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dana Dusun dimusyawarahkan bersama oleh kepala dusun, warga, dan perangkat desa. Ini agar pembangunan sesuai kebutuhan riil, bukan asumsi,” ujarnya dalam peresmian Masjid Jami’ Al-Khoirot di Dusun Timur Jurang, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Senin (27/4/2026).

Melalui mekanisme musyawarah, warga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari lingkungan yang minim penerangan, akses jalan yang kurang memadai, hingga kebutuhan sistem keamanan seperti CCTV.

Pendekatan ini memberi makna baru pada pembangunan, bukan sekadar proyek fisik, tetapi proses bersama yang melibatkan warga dalam pengambilan keputusan.

Salah satu fokus utama program ini adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Penerangan jalan umum (PJU) dan penguatan sistem keamanan menjadi prioritas, karena berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kalau lingkungan terang dan aman, aktivitas warga akan lebih hidup. Itu dampak yang langsung dirasakan,” jelasnya.

Dalam konteks kebijakan, Dana Dusun menjadi instrumen untuk menjembatani kesenjangan antara perencanaan dan kebutuhan di lapangan. Dusun sebagai unit sosial terkecil sering kali memiliki persoalan yang spesifik, yang tidak selalu terakomodasi dalam skala perencanaan yang lebih besar.

Dengan adanya Dana Dusun, intervensi pembangunan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan kontekstual.

Selain itu, program ini juga membawa nilai edukatif bagi masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga belajar tentang perencanaan, prioritas, dan pengelolaan pembangunan di lingkungannya.

Namun demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada tata kelola yang baik. Transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan bersama menjadi kunci agar dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan juga dilakukan secara berjenjang, termasuk oleh pihak kecamatan, untuk memastikan kesesuaian penggunaan dana.
Bupati Indah juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.

“Keamanan dan kenyamanan dimulai dari keluarga, lalu lingkungan. Kalau semua menjaga, maka dampaknya akan luas,” tegasnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, Dana Dusun menunjukkan arah baru pembangunan daerah, bahwa pemerataan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dari intervensi kecil yang tepat di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB