Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Dikebut hingga Malam, Jembatan Bailey Jadi Kunci Percepatan Target Juni 2026

- Penulis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terus dipacu untuk mengejar target penyelesaian pada Juni 2026. Sekolah berbasis asrama ini digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana, Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM didampingi Wakil Bupati Wurja SE beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan monitoring langsung ke lokasi proyek pada Senin, 27 April 2026 petang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Paramitha mengungkapkan bahwa capaian progres fisik pembangunan hingga akhir April 2026 baru menyentuh angka 4 persen. Meski terbilang masih di tahap awal, pihaknya optimistis target dapat tercapai dengan strategi kerja yang lebih intensif.

“Alhamdulillah, kami beserta para OPD terkait dan Wakil Bupati telah melihat langsung progres perkembangannya. Saat ini pengerjaan dilakukan dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam,” ujar Bupati Paramitha di sela peninjauan.

Pertimbangkan Kenyamanan Warga, Jam Kerja Dibatasi
Bupati menjelaskan, jam operasional proyek sengaja dibatasi hingga pukul 22.00 WIB dan tidak diberlakukan 24 jam penuh. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pertimbangan terhadap warga sekitar, mengingat lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di dekat area pemukiman padat penduduk.

“Karena dekat dengan pemukiman, kami pertimbangkan agar tidak terlalu mengganggu jam istirahat masyarakat. Tapi ya dimaksimalkan seefektif mungkin,” tegasnya. Meski waktu kerja terbatas, Paramitha memastikan seluruh tim pelaksana bekerja dengan efisiensi tinggi agar tidak meleset dari jadwal. “Insyaallah target Juni 2026 bisa selesai,” tambahnya.

Jembatan Bailey Jadi Solusi Kendala Akses
Salah satu tantangan utama yang sempat menghambat laju pembangunan adalah terbatasnya akses jalan menuju lokasi proyek. Kondisi ini menyulitkan mobilisasi alat berat dan pengiriman material bangunan, terutama saat musim hujan yang membuat jalur tanah menjadi licin dan sulit dilalui truk.

Namun, kendala tersebut kini menemui titik terang. Bupati Paramitha menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan dukungan konkret dengan meminjamkan jembatan Bailey.

“Untuk kendala akses jalan menuju lokasi SR, alhamdulillah sudah terbantu dari PUPR. Sudah dipinjami jembatan Bailey dan 10 hari ke depan akan terpasang,” ungkapnya.

Keberadaan jembatan darurat tersebut diyakini akan menjadi game changer. Arus logistik material seperti semen, besi, dan bata ringan serta mobilitas pekerja dipastikan lebih lancar, sehingga tahapan konstruksi struktur utama bisa berjalan lebih cepat. “Insyaallah dengan adanya jembatan ini, progres pembangunan bisa semakin cepat,” kata Paramitha.

Komitmen PUPR Jateng: Kerahkan Segala Upaya
Senada dengan Bupati, perwakilan dari Dinas PUPR Jawa Tengah, Eko, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat Brebes.

“Kita tetap optimal bekerja di sini sampai target yang sudah ditetapkan tercapai. Segala upaya kami kerahkan agar target tersebut tetap tercapai dan bisa segera dimanfaatkan oleh anak didik untuk pendidikannya ke depan,” pungkas Eko.

Ia menambahkan, tim teknis PUPR juga akan melakukan pendampingan rutin di lapangan untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai standar dan tidak ada kendala berarti setelah jembatan Bailey terpasang.

Harapan Baru untuk Generasi Muda Brebes
Sekolah Rakyat di Desa Wlahar ini diharapkan menjadi harapan baru bagi generasi muda Brebes, khususnya dari keluarga miskin ekstrem. Dengan sistem asrama, para siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, keterampilan hidup, dan gizi yang terjamin selama 24 jam.

Program ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes yang masih menjadi perhatian pemerintah pusat. Berdasarkan data, Brebes termasuk daerah dengan angka kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi di Jawa Tengah, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat dinilai sangat strategis.

Pemkab Brebes juga telah menyiapkan skema seleksi calon siswa yang akan diprioritaskan dari keluarga prasejahtera dan putus sekolah. Nantinya, seluruh biaya pendidikan, asrama, hingga kebutuhan dasar siswa akan ditanggung negara.

Dengan dukungan infrastruktur tambahan berupa jembatan Bailey, jam kerja yang dimaksimalkan hingga pukul 22.00 WIB, serta sinergi antara Pemkab Brebes, Kementerian PUPR, dan Pemprov Jateng, optimisme penyelesaian tepat waktu pada Juni 2026 semakin menguat.

Jika sesuai jadwal, proses penerimaan siswa baru ditargetkan bisa dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, sehingga Sekolah Rakyat Wlahar dapat segera dioperasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Brebes.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

Berita Terbaru