Kematian Sopir di Gudang Tangerang Diduga Akibat Kelalaian Sistemik, Desakan Usut Manajemen Menguat

- Penulis

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangerang – Kematian seorang sopir yang terlindas kendaraan di kawasan pergudangan Jayanti, Kabupaten Tangerang, memicu sorotan tajam. Peristiwa ini dinilai tidak sekadar kecelakaan, melainkan mengindikasikan kelalaian berlapis, termasuk dugaan kegagalan sistem keselamatan di area industri tersebut.

Insiden terjadi di lingkungan pergudangan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan PT New Hope Indonesia. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait standar operasional keselamatan (SOP) yang diterapkan di lokasi kejadian.

Sorotan utama mengarah pada satu fakta krusial: korban diduga berada di kolong kendaraan tanpa terdeteksi sebelum akhirnya terlindas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius:

Di mana pengawasan keamanan saat kejadian?

Apakah ada prosedur pemeriksaan area sebelum kendaraan bergerak?

Apakah sistem keselamatan kerja benar-benar diterapkan?

Warga Jayanti, H. Juhri, secara tegas menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kelalaian, bukan kecelakaan lalu lintas biasa.

“Ini bukan laka lantas. Ini kelalaian yang menyebabkan kematian. Semua pihak harus diperiksa, termasuk pengelola dan perusahaan,” ujarnya.

Indikasi Kegagalan Sistem, Bukan Sekadar Human Error
Sejumlah pihak menilai kejadian ini mencerminkan kemungkinan kegagalan sistemik di kawasan pergudangan.

Dalam praktik keselamatan industri, area dengan aktivitas kendaraan berat seharusnya memiliki:

Pengawasan aktif (petugas dan patroli)

Sistem pemantauan seperti CCTV

Prosedur “clear area” sebelum kendaraan bergerak

Ketiadaan salah satu saja berisiko tinggi. Namun jika seluruhnya lemah atau tidak berjalan, maka insiden fatal dinilai sebagai kelalaian kolektif, bukan semata kesalahan individu.

“Tidak logis jika seseorang bisa berada di bawah truk di kawasan aktif tanpa terdeteksi. Ini mengarah pada kegagalan pengawasan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dorongan Penanganan Pidana oleh Reskrim

Penanganan kasus ini didorong agar berada di bawah kewenangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), bukan hanya ditangani sebagai perkara kecelakaan lalu lintas.

Langkah ini dinilai penting untuk:

Mengurai tanggung jawab secara menyeluruh
Menelusuri kemungkinan pelanggaran SOP dan standar K3
Membuka peluang pertanggungjawaban hingga level manajemen dan korporasi
Selain pengemudi, pihak yang berpotensi diperiksa meliputi:

Pengelola operasional kawasan
Petugas keamanan dan pengawas lapangan

Perusahaan pemilik maupun penyewa gudang

Potensi Jerat Hukum Lebih Luas

Secara hukum, kasus ini berpotensi masuk dalam kategori kelalaian yang menyebabkan kematian, yang tidak menutup kemungkinan menjerat lebih dari satu pihak.
Jika terbukti:

Tidak ada SOP keselamatan
SOP tidak dijalankan
Pengawasan area lemah
maka tanggung jawab dapat berkembang dari individu ke manajemen, bahkan ke tingkat korporasi.

Ujian Serius bagi Standar Keselamatan Industri

Kasus ini menjadi ujian bagi implementasi keselamatan kerja di kawasan industri, khususnya di sektor pergudangan dengan lalu lintas kendaraan berat yang tinggi.
Desakan publik kini mengarah pada satu hal:

pengusutan tuntas tanpa berhenti pada pelaku lapangan.

Jika tidak diungkap secara menyeluruh, peristiwa ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi penegakan standar keselamatan kerja di kawasan industri nasional.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bangli Sepakati Integrasi Digital Dan Penguatan Keamanan Siber
Giri Prasta Apresiasi Dedikasi Ade Rai, Dorong Talenta Muda Bali Jadi Binaragawan Berprestasi
Napak Tilas Masyayikh NU Puger , Warisan Ulama Jadi Pondasi Sinergi NU dan Pemerintah Wujudkan Jember Baru Jember Maju
Kapolres Jember bersama anggotanya bahu membahu bergotong royong membersihkan sampah di jalan paska demo
Profesi Wartawan: Panggilan Jiwa, Amanah, dan Tanggung Jawab Sosial
Polres Bondowoso Perkuat Misi Program POLIRAN, 30 Tenaga Kerja Terserap di Mona Bordir
Satya JKN Awards, Bukti Badan Usaha Peduli Kesehatan Pekerja
Miliki Dua Paspor Berbeda Identitas, WN India Di Deportasi Imigrasi Ngurah Rai

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Bangli Sepakati Integrasi Digital Dan Penguatan Keamanan Siber

Minggu, 1 November 2026 - 06:52 WIB

Giri Prasta Apresiasi Dedikasi Ade Rai, Dorong Talenta Muda Bali Jadi Binaragawan Berprestasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Napak Tilas Masyayikh NU Puger , Warisan Ulama Jadi Pondasi Sinergi NU dan Pemerintah Wujudkan Jember Baru Jember Maju

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Kapolres Jember bersama anggotanya bahu membahu bergotong royong membersihkan sampah di jalan paska demo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Profesi Wartawan: Panggilan Jiwa, Amanah, dan Tanggung Jawab Sosial

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Bangli Sepakati Integrasi Digital Dan Penguatan Keamanan Siber

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:20 WIB