Jembatan Kalibuntu Roboh: Bupati Brebes Gerak Cepat, Akses Vital Terancam Lumpuh Total!

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Musibah tak terduga kembali menerjang infrastruktur vital di Kabupaten Brebes. Pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Jembatan Kalibuntu yang krusial bagi mobilitas warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, ambruk total. Insiden dramatis ini seketika memutus akses penghubung utama antara Dukuh Luwung dan Kumambang, menciptakan krisis mobilitas yang secara langsung menghantam roda ekonomi, pendidikan, serta aktivitas harian ribuan penduduk di beberapa pedukuhan terpencil.

Jembatan dengan bentang panjang 15 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencolok 8 hingga 9 meter ini sebenarnya merupakan bangunan relatif modern, didirikan sejak tahun 2013 menggantikan jembatan plompong swadaya masyarakat. Ia merupakan bagian integral dari ruas jalan Kabupaten nomor 192, yang membentang sepanjang 3.619 meter menghubungkan Desa Cilibur dengan Gunung Sumping. Keruntuhan ini bukan hanya sekadar kerusakan fisik, melainkan pukulan telak terhadap denyut nadi kehidupan masyarakat yang bergantung penuh pada akses tersebut untuk segala aktivitas. Anak-anak sekolah terhambat, distribusi hasil pertanian tersendat, dan warga kesulitan menjangkau layanan kesehatan atau pasar.

Penyelidikan awal yang dilakukan tim di lapangan menyimpulkan bahwa keruntuhan konstruksi ini dipicu oleh gempuran dahsyat luapan air sungai. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir secara drastis meningkatkan debit air, mengakibatkan penggerusan abutment atau pondasi jembatan hingga tak mampu lagi menopang beban. Kekuatan alam sekali lagi menunjukkan dominasinya, meninggalkan infrastruktur penting ini dalam puing-puing, menyoroti kerentanan bangunan terhadap fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. BPBD Kabupaten Brebes telah mencatat beberapa titik longsor dan banjir kecil di wilayah lain dalam pekan terakhir, menambah daftar panjang dampak perubahan iklim di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat urgensi situasi yang berpotensi melumpuhkan wilayah tersebut, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusum, SE., MM., tak membuang waktu. Pada Sabtu (4/4/2026) sore, ia langsung bergerak cepat meninjau lokasi kejadian. Kedatangan Bupati didampingi oleh tim BPBD Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Dani Asmoro, serta jajaran Forkompinca Kecamatan Paguyangan, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi bencana ini dan memberikan solusi konkret di lapangan.

Di tengah puing-puing dan arus sungai yang masih deras, Bupati Mitha tanpa ragu mengeluarkan instruksi keras dan tegas kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum. “Instruksikan kepada Kepala Dinas PU agar secepatnya direalisasikan upaya perbaikan dengan membuat jembatan semi permanen. Akses ini adalah jalur utama warga, jadi harus jadi prioritas. BPBD juga agar segera membuat laporan,” tandas Bupati, menekankan pentingnya solusi cepat dan responsif bagi masyarakat yang kini terisolasi, serta memastikan pendataan yang akurat untuk langkah-langkah selanjutnya. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga untuk penanganan bencana yang efektif.

Respons sigap dari pucuk pimpinan Kabupaten ini sontak disambut positif oleh Camat Paguyangan, Koko Kusnanto. “Kami mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari DPU dan BPBD. Ini sangat membantu masyarakat kami,” ujarnya, mencerminkan kelegaan akan perhatian pemerintah dan harapan akan pemulihan yang segera.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala DPU Brebes, Dani Asmoro, S.T., membenarkan bahwa prioritas utama adalah pembangunan jembatan darurat. “Untuk sementara akan dibuat jembatan semi permanen agar masyarakat bisa beraktivitas kembali. Untuk tahap awal, kendaraan yang diperbolehkan melintas dibatasi, seperti kendaraan jenis L300 ke bawah,” jelas Dani. Kebijakan pembatasan ini diambil demi menjaga keamanan dan ketahanan jembatan sementara, sekaligus menekan risiko terjadinya kecelakaan atau kerusakan lebih lanjut. Tim teknis DPU telah mulai melakukan survei cepat untuk menentukan lokasi dan desain jembatan semi permanen yang paling efektif.

Dani menambahkan, rencana pembangunan kembali jembatan permanen dengan konstruksi maksimal akan dilakukan setelah kondisi pasca-banjir dinyatakan benar-benar stabil dan memungkinkan untuk pengerjaan konstruksi skala besar. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu lebih lama, membutuhkan perencanaan matang, alokasi anggaran, dan kondisi cuaca yang mendukung. Ini menunjukkan pendekatan bertahap, memprioritaskan fungsi darurat sebelum beralih ke solusi jangka panjang yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk mencari sumber pendanaan terbaik dan melibatkan ahli konstruksi untuk memastikan jembatan pengganti akan lebih tahan terhadap ancaman bencana serupa di masa depan.

Harapan yang sama juga sangat terasa dari Kepala Desa Cilibur, Nurohman, S.H., yang sangat berharap penanganan darurat ini bisa segera terealisasi demi kelancaran aktivitas warganya. “Dengan langkah cepat ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat segera pulih meski masih terbatas, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang,” pungkasnya, menandai perjuangan masyarakat dalam menghadapi tantangan yang datang dari amukan alam.(red*)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis
Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Lumajang Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyusul Tipisnya Ketahanan Stok BBM Bersubsidi
Kawasan Hutan Pinus di Pronojiwo-Lumajang Mengalami Kebakaran Hebat
POLRESTA BANYUWANGI BERSAMA PERSONEL GABUNGAN INTENSIFKAN PENANGANAN KARHUTLA

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:12 WIB

Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis

Minggu, 6 September 2026 - 23:51 WIB

Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan

Minggu, 6 September 2026 - 02:45 WIB

Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan

Berita Terbaru