BREBES,GarudaXpose.com//-Di tengah hiruk pikuk tugas negara yang tak kenal lelah, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., kembali mengukuhkan satu kebenaran fundamental: keberhasilan prajurit berakar pada keutuhan keluarga. Penekanan ini menggema kuat dalam kunjungan kerja strategis yang dirangkaikan dengan momen halal bihalal penuh kehangatan di Markas Koramil 13/Salem. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah injeksi semangat pasca-Idul Fitri 1447 H, mengukir kembali makna silaturahmi dan kekeluargaan yang mendalam, sekaligus mengukuhkan komitmen pengabdian kepada negeri dengan jiwa dan raga. Senin,30 Maret 2026.

Ruangan Koramil 13/Salem dipenuhi suasana akrab yang membaurkan jajaran Danramil beserta anggotanya, ibu-ibu Persit Ranting 14, hingga para kepala desa se-Kecamatan Salem. Letkol Ambariyantomo, dengan sorot mata tegas namun penuh pengertian, secara lugas menyatakan bahwa keharmonisan rumah tangga adalah benteng tak tergantikan dalam menjaga moral dan performa prajurit. “Dukungan suami kepada istri dan sebaliknya harus selalu terjaga. Keluarga yang harmonis akan menciptakan ketenangan batin, sehingga prajurit dapat melaksanakan tugas dengan maksimal,” tegasnya, memecah keheningan dengan pesan yang menohok hati. Baginya, pondasi yang kokoh di rumah adalah kunci stabilitas mental prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan. Tanpa ketenangan batin, fokus dan dedikasi dalam menjalankan tugas negara akan mudah terkikis, bahkan membahayakan efektivitas misi yang diemban. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas dan moral prajurit, memastikan mereka tidak hanya berani di medan tugas, tetapi juga tangguh secara mental.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, Dandim juga menyoroti peran sentral para istri prajurit yang tak terlihat namun begitu fundamental. Ia menyebut bahwa dukungan moril dari istri, baik dalam suka maupun duka, adalah kekuatan pendorong yang tak ternilai, sebuah energi tak kasat mata yang menyokong setiap langkah pengabdian. “Istri bukan hanya pendamping, melainkan juga motivator utama yang menghadapi prajurit setiap hari. Keikhlasan dan ketulusan merekalah yang seringkali menjadi pemicu semangat kami di garis depan,” imbuhnya, mengapresiasi pengorbanan tak terlihat dari para ibu Persit yang setia mendampingi, menjadi jangkar di tengah badai tugas. Kehadiran mereka diibaratkan mercusuar yang membimbing prajurit kembali ke dermaga ketenangan setelah mengarungi lautan tugas yang penuh risiko dan ketidakpastian. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik kesuksesan suami.
Menyambung arahan Dandim, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713, Ny. Yeni Ambariyantomo, tampil mengukuhkan peran vital kaum perempuan dalam mendukung institusi TNI. Dengan suara mantap, ia menyerukan kepada seluruh anggota Persit untuk senantiasa mendukung tugas suami dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Lebih dari itu, Ny. Yeni juga aktif mengajak para anggota Persit untuk terus menjaga kekompakan, memupuk keharmonisan dalam keluarga, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi yang tidak hanya memperkaya diri tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. “Sebagai istri prajurit, kita memiliki peran penting dalam memberikan semangat dan motivasi kepada suami. Dukungan yang tulus akan sangat berarti bagi keberhasilan tugas mereka,” jelasnya, mempertegas bahwa kontribusi Persit melampaui batas rumah tangga, menyentuh ranah sosial dan kemasyarakatan, serta berkontribusi pada pembangunan karakter generasi penerus bangsa yang disiplin dan bertanggung jawab.

Puncak kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah yang semakin mempererat tali persaudaraan, diakhiri dengan foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan dan sinergi yang terjalin. Suasana kekeluargaan yang kental menjadi penegas bahwa sinergi bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata dalam setiap aspek kehidupan. Letkol Ambariyantomo dan Ny. Yeni Ambariyantomo berharap, seluruh anggota Koramil dan Persit di wilayah Salem dapat terus menjaga soliditas, memperkuat sinergi dengan pemerintah desa setempat, serta secara berkelanjutan menciptakan keluarga yang harmonis sebagai landasan utama dalam pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Misi mereka jelas: menjadikan Salem sebagai contoh konkret kolaborasi apik antara aparat keamanan, keluarga prajurit, dan masyarakat dalam membangun stabilitas, kesejahteraan, dan ketahanan wilayah. Pesan moral dari kunjungan ini adalah pengingat bahwa di balik kekuatan militer yang kokoh, terdapat kekuatan tak terlihat dari sebuah keluarga yang harmonis, menjadi penopang utama setiap langkah pengabdian, memastikan bahwa setiap prajurit melangkah dengan hati yang tenang dan jiwa yang penuh semangat.red
(Agus)







