BREBES,GarudaXpose.com//-Dua pemuda ditemukan tewas di atap masjid Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes. Keduanya sempat dilaporkan hilang sejak enam hari lalu.
Dua mayat itu ditemukan pada Rabu (25/3) sore. Saat ditemukan kondisi jenazah sudah membusuk.
Sekdes Pengaradan, Dwi Andriyanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, mayat ditemukan di atap masjid Miftahul Janah pada bagian lantai paling atas (tempat kubah).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dua orang ditemukan sudah membusuk di atap masjid lantai tiga, tempat kubah tadi sore,” kata Sekdes Pengaradan.
Dwi mengungkap, mayat tersebut adalah Iwan dan Bambang. Keduanya merupakan warga Desa Pengaradan
Lebih lanjut, Sekdes menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, Iwan dan Bambang dilaporkan hilang sejak Jumat (20/3) sehari menjelang lebaran. Pihak keluarga bahkan sudah melaporkan kehilangan pada pihak kepolisian.
Adapun kronologi kejadian bermula saat Iwan akan mendatangi rumah seorang laki laki karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikan. Ditemani Bambang, Iwan berniat menghampiri Marhadi (kakak sepupu Iwan).
“Sebelum mendatangi laki laki dimaksud, dia menemui Marhadi, sepupu Iwan. Ya untuk saksi dari pihak keluarga saja, karena dia dituakan,” jelas Dwi.
Iwan dan Bambang kemudian menemui Marhadi yang sedang berada di atap Masjid Miftahul Jannah. Kepada keduanya, Marhadi berjanji siap membantu setelah menyelesaikan pekerjaan memperbaiki lampu di kubah masjid.
Tidak lama, dua orang ini pamit untuk turun dari atap masjid. Namun sampai dengan Rabu, keduanya tidak kunjung pulang.
“Pada bingung kok tidak pulang. Lebaran tidak ada, sampai Selasa juga tidak pulang. Malah motor yang dipakai masih terparkir depan masjid,” lanjutnya.
Baru pada Rabu sore, dua orang ini ditemukan dalam kondisi sudah tewas. Mayat keduanya pertama diketahui saat seorang marbot masjid merasa aneh dengan bau busuk. Saat sedang mengurus masjid, marbot ini juga kejatuhan belatung dari atas.
“Akhirnya dicari sumber bau dan belatung. Ternyata ada dua mayat yang sudah membusuk, lokasinya di atas, tidak jauh dari kubah,” tambah Sekdes.
Temuan ini kemudian dilaporkan ke pihak polisi. Proses evakuasi dilakukan Rabu malam. Jenazah keduanya kemudian diturunkan dengan menggunakan tali.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Iwan dan Bambang. Sekdes Pengaradan menduga, keduanya tewas akibat tersengat listrik di atap masjid.
“Kalau dilihat itu kan banyak kabel di bagian atap. Mungkin tidak sengaja tersengat listrik saat akan turun,” pungkasnya.
Hingga Rabu malam, belum ada pernyataan dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.red
(Agus)












