GarudaXpose.com|BANYUWANGI – Warga Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, digegerkan aksi pengeroyokan brutal yang menimpa seorang warga berinisial Toriq. Korban diduga dihajar oleh sekitar lima orang hingga wajahnya babak belur.
Kondisi korban sangat memprihatinkan. Bagian mata tampak bengkak parah, memerah, dan wajahnya penuh bekas pukulan. Aksi kekerasan ini disebut-sebut dipicu sengketa masjid yang hingga kini masih dalam proses gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, menurut aktivis Banyuwangi M. Yunus Wahyudi, masjid yang disengketakan tersebut selama ini sudah digunakan oleh masyarakat luas.
“Ini sudah jadi milik umat, dipakai warga banyak. Katanya mau diwakafkan, tapi malah digugat. Ini yang bikin suasana panas!” tegasnya.
Namun yang paling mengejutkan, Yunus menyebut adanya dugaan kuat bahwa pengeroyokan ini tidak murni spontan.
“Kami menduga ada yang menggerakkan! Bahkan mengarah ke oknum pengacara. Kalau ini benar, ini sangat memalukan dunia hukum!” kecamnya.
Yunus pun melontarkan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar tidak main-main dalam menangani kasus ini.
“Kapolresta Banyuwangi harus segera turun tangan! Jangan tunggu korban berikutnya! Tangkap semua pelaku, bongkar siapa dalangnya!” tegasnya lantang.
Peristiwa ini langsung menyulut kemarahan warga. Banyak pihak menilai, konflik yang seharusnya diselesaikan di jalur hukum justru berubah menjadi aksi kekerasan jalanan yang tidak beradab.
Jika tidak segera diusut tuntas, kasus ini dikhawatirkan akan memicu konflik yang lebih luas di tengah masyarakat, terutama karena menyangkut tempat ibadah yang seharusnya menjadi simbol persatuan, bukan perpecahan.(SH)











